Industri hingga UMKM Siap Sambut Wajib Halal Oktober 2026
Industri hingga UMKM dinilai siap menyambut kewajiban sertifikasi halal mulai 18 Oktober 2026 untuk memperkuat ekosistem halal Indonesia.
Guru Besar Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) di bidang ekonomi hijau, Profesor Endah Saptutiningsih mendorong pembangunan DIY diarahkan pada transisi menuju sistem energi bersih dan penerapan bangunan hijau yang terukur. Kedua aspek tersebut menjadi tantangan utama dalam mendorong pembangunan berkelanjutan. /istimewa.
Harianjogja.com, JOGJA—Guru Besar Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) di bidang ekonomi hijau, Profesor Endah Saptutiningsih mendorong pembangunan DIY diarahkan pada transisi menuju sistem energi bersih dan penerapan bangunan hijau yang terukur. Kedua aspek tersebut menjadi tantangan utama dalam mendorong pembangunan berkelanjutan .
Endah menurutkan DIY memiliki potensi besar untuk menjadi pusat inovasi energi bersih di Indonesia. Namun, penerapan energi terbarukan masih terhambat oleh ketidakpastian regulasi dan keterbatasan pembiayaan. DIY membutuhkan arah kebijakan yang lebih progresif dalam mengembangkan sistem energi hijau.
Hal itu mencakup penerapan green building code, penyusunan skema pembiayaan hijau, serta model kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan sektor swasta untuk mempercepat transformasi energi bersih.
“Peta jalan energi tidak bisa hanya berfokus pada teknologi. Ia juga harus mencakup desain kelembagaan dan partisipasi publik. Transisi menuju keberlanjutan tidak boleh berhenti pada tataran kebijakan, tetapi harus diwujudkan dalam praktik nyata di berbagai sektor,” katanya dikutip Sabtu (25/10/2025).
Ia menyoroti rendahnya penerapan prinsip efisiensi energi di sebagian besar gedung publik di Yogyakarta. Padahal, konsep bangunan hijau terbukti dapat menekan konsumsi listrik dan memperpanjang usia bangunan.
Langkah-langkah konkret yang telah dilakukan UMY dalam inisiasi efisiensi energi dan pembangunan kampus hijau. Sejumlah gedung kampus, termasuk asrama mahasiswa dan laboratorium, kini telah dilengkapi dengan panel surya, sistem pemanas tenaga surya, dan lampu hemat energi.
“Perguruan tinggi dapat menjadi contoh penerapan campus-based energy service company [ESCO, yaitu model pembiayaan mandiri untuk efisiensi energi di lingkungan pendidikan,” ujar Ketua Program Studi Magister Ekonomi UMY ini.
Penerapan energi bersih di kampus tidak hanya bertujuan mengurangi emisi karbon, tetapi juga mendidik mahasiswa agar memahami makna keberlanjutan dalam praktik sehari-hari. Keberhasilan transisi energi tidak hanya bergantung pada kebijakan dan teknologi, tetapi juga pada perubahan perilaku masyarakat.
“Kesadaran terhadap penggunaan energi efisien, gaya hidup rendah karbon, dan pemanfaatan energi terbarukan harus terus ditumbuhkan melalui pendidikan dan partisipasi publik,” ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Industri hingga UMKM dinilai siap menyambut kewajiban sertifikasi halal mulai 18 Oktober 2026 untuk memperkuat ekosistem halal Indonesia.
KPK menemukan sejumlah ATM dan rekening yang diduga digunakan untuk menampung setoran di lingkungan Kanwil BPN Jawa Timur.
Penyintas KDRT di Salatiga memilih bercerai demi anak setelah bertahun-tahun mengalami kekerasan dan kini bekerja di luar negeri.
Bus sekolah Gunungkidul kembali melayani antar jemput sejak 7 September setelah Pemkab menyiapkan tambahan anggaran Rp270 juta.
Cidro Asmoro tayang 8 Oktober di bioskop. Film ini membawa konsep Jawanisasi Modern dengan musik, drama dan komedi.
Menhub Dudy Purwagandhi menyebut aturan impor KRL merupakan kewenangan Kemendag dan KAI belum mengajukan usulan resmi.