Jalan Palagan Sleman Rusak di 7 Titik, Perbaikan Butuh Rp24 Miliar
Jalan Palagan Sleman rusak di tujuh titik dan butuh perbaikan drainase. DPRD DIY mendorong anggaran sekitar Rp24 miliar melalui APBD.
Sepak bola - Ilustrasi/StockCake
Harianjogja.com, JOGJA—Asosiasi Kota Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (Askot PSSI) Jogja mencatat lebih dari 18 klub profesional memilih Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sebagai lokasi pemusatan latihan atau training camp (TC) sepanjang 2025.
Ketua Askot PSSI Jogja, Susanto Dwi Antoro, menyebut kualitas lapangan, biaya hidup terjangkau, dan kemudahan transportasi sebagai alasan utama.
Menurut Antoro, setiap menjelang bergulirnya kompetisi atau saat jeda kompetisi, belasan klub memilih DIY sebagai lokasi TC mereka. Terakhir, kontestan Super League asal Maluku Utara, Malut United juga menjalani pemusatan latihan di DIY saat jeda internasional pada awal Oktober lalu.
“Tahun ini saya hitung setidaknya ada 18 klub yang membuat TC-nya di DIY. Alasannya pertama, karena lapangan di sini sudah berstandar bagus,” kata Antoro, Sabtu (1/11/2025).
Ia menjelaskan, banyaknya lapangan berstandar baik di wilayah DIY membuat klub-klub memiliki banyak pilihan untuk berlatih. Lapangan-lapangan tersebut juga tersebar di berbagai titik, sehingga memudahkan tim dalam mengatur jadwal latihan maupun uji coba.
Selain fasilitas lapangan, faktor ekonomi turut menjadi pertimbangan utama bagi klub. Kondisi itu membuat klub bisa menekan pengeluaran selama masa persiapan tanpa mengurangi intensitas latihan.
“Yang kedua, karena murah. Kaitannya dengan kehidupan di sini, biaya penginapan, makan, dan kebutuhan tim relatif terjangkau,” kata Antoro.
Ia menambahkan, DIY juga memiliki keunggulan dalam hal kemudahan mencari lawan uji coba karena adanya tiga klub profesional yang aktif berkompetisi di level nasional, yaitu PSIM Jogja, PSS Sleman, dan Persiba Bantul. Keberadaan ketiga klub tersebut turut memperkuat atmosfer sepak bola di wilayah aglomerasi Kota Jogja, Sleman, dan Bantul.
“Di DIY ini kan ada tiga klub profesional. Jogja, Bantul, dan Sleman jaraknya dekat, jadi secara ekosistem sepak bola sudah terbentuk dengan baik,” katanya.
Selanjutnya kemudahan transportasi turut memperkuat daya tarik Jogja sebagai pusat TC. Lokasi yang strategis dengan akses udara, darat, dan fasilitas transportasi dalam kota yang baik membuat klub mudah mendatangkan pemain, pelatih, atau ofisial baru selama masa persiapan.
“Transportasi mudah, mau mendatangkan pemain untuk tes di sini juga enak,” tutur Antoro.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jalan Palagan Sleman rusak di tujuh titik dan butuh perbaikan drainase. DPRD DIY mendorong anggaran sekitar Rp24 miliar melalui APBD.
Kejagung menyebut kerugian negara dalam kasus dugaan korupsi tata kelola MBG mencapai sekitar Rp10 triliun berdasarkan penghitungan BPKP.
Sebanyak 40 KDMP di Sleman sudah beroperasi hingga September 2026, sedangkan 46 lainnya masih berproses menjalankan unit usaha.
Bansos beras 30 kg kembali disalurkan Oktober-Desember 2026 untuk 33,24 juta penerima. Cek status penerima menggunakan NIK.
Ombudsman RI mengungkap dugaan pungli Rp150.000 per minggu di Lapas Cibinong. Lima pejabat struktural lapas kemudian dinonaktifkan.
Pemprov Jateng memperluas program Satu OPD Satu Desa Dampingan yang kini menjangkau 641 desa untuk mempercepat penanggulangan kemiskinan.