Bayi Evakuasi di Sleman Alami Jaundice Kelainan Jantung dan Hernia
Tiga bayi hasil evakuasi di Pakem, Sleman, jalani perawatan intensif di RSUD Sleman akibat kelainan jantung, hernia, dan jaundice. Simak penjelasan medis lengka
Ilustrasi Kereta Gantung.ist/freepik
Harianjogja.com, SLEMAN—Investasi Kereta Gantung di Kawasan Wisata Tebing Breksi, Kapanewon Prambanan terus berlanjut. Investasi Rp200 miliar yang akan menggunakan tanah kas desa (TKD) ini diharapkan dapat meningkatkan bangkitan ekonomi warga sekitar.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Sleman, Triana Wahyuningsih, mengatakan ada beberapa tanah warga yang akan dibebaskan untuk mendirikan tiang pancang selain TKD yang juga digunakan.
“Nanti kalau izin penggunaan TKD dari Gubernur DIY sudah terbit dan investor sudah melakukan sosialisasi ke masyarakat, mereka baru mengajukan izin pembangunan,” kata Triana ditemui di The Alana Yogyakarta Hotel and Convention Center, Ngaglik, Selasa (4/11/2025).
Plt. Kepala Dinas Pertanahan dan Tata Ruang (Dispertaru) Sleman, Rin Andrijani, mengatakan pihaknya telah menyampaikan permohonan pemanfaatan TKD Bokoharjo dan Sambirejo ke Gubernur DIY.
Provinsi DIY telah melakukan tinjauan lapangan dan mengecek kesesuaian pemanfaatan ruangnya. Rin tidak bisa memastikan kapan izin penggunaan TKD akan terbit.
Katanya, proyek Kereta Gantung tersebut akan menggunakan TKD Bokoharjo seluas kurang lebih 7,9 hektar (ha) dan Sambirejo 1 ha. “Perusahaan investor juga telah mengajukan dokumen Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang [KKPR] dan sudah terbit,” kata Rin.
Terkait TKD, kata Rin skema yang digunakan adalah kerja sama pemanfaatan. Secara detail, ia belum tahu pembagiannya. Kemungkinan ada apprasial juga terkait pemanfaatan TKD tersebut.
“Kalau untuk tanah warga, nanti perjanjian saja antara PT dengan pemilik lahan. Kalau TKD sekarang baru proses perizinan,” katanya.
Sebelumnya, Pengelola Wisata Tebing Breksi, Kholik Widiyanto, mengatakan kereta gantung tersebut akan menghubungkan bukan hanya Tebing Breksi – Candi Banyunibo, tapi juga menghubungkan ke Candi Miri.
Ia memperkirakan investasi tersebut akan berdampak positif terhadap sektor pariwisata di Tebing Breksi dan sekitarnya.
“Dengan investasi yang pasti nilainya besar mereka akan promosi semaksimal mungkin. Ketika sosialisasi oleh investor itu, kami mengusulkan untuk besuk memaksimalkan sumber daya masyarakat lokal untuk karyawannya,” kata Kholik.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Tiga bayi hasil evakuasi di Pakem, Sleman, jalani perawatan intensif di RSUD Sleman akibat kelainan jantung, hernia, dan jaundice. Simak penjelasan medis lengka
Harga BBM naik per 17 Mei 2026. Solar BP-AKR dan Vivo tembus Rp30.890 per liter, Pertamax Turbo dan Dexlite juga naik.
Veda Ega Pratama start dari posisi ke-21 Moto3 Catalunya 2026 usai gagal lolos Q2. Rider Indonesia tetap optimistis memburu rombongan depan.
Kevin Diks mencetak gol spektakuler saat Borussia Monchengladbach menghancurkan Hoffenheim 4-0 di Bundesliga 2025/2026.
CEO Aprilia Racing Massimo Rivola mendoakan Marc Marquez cepat pulih meski Aprilia sedang dominan di MotoGP 2026.
WhatsApp bisa membuat memori ponsel cepat penuh. Simak cara membersihkan penyimpanan tanpa menghapus chat penting.