Ansyari Lubis Soroti Penalti Seusai PSS Gagal Juara Championship
Ansyari Lubis menyoroti faktor adu penalti usai PSS Sleman kalah dari Garudayaksa FC di final Pegadaian Championship.
Kekerasan - Ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN—Kasus dugaan penganiayaan terhadap seorang pengemudi jasa antar makanan daring berinisial MH (23) di Sleman berbuntut panjang. Sejumlah driver mendatangi Polresta Sleman untuk membuat laporan sekaligus mengawal proses hukum. Mereka juga sempat mendatangi area sekitar lokasi kejadian guna mencari keterangan tambahan.
Ketua Umum Forum Ojek Yogyakarta Bergerak (FOYB), Rie Ramawati atau akrab disapa Wuri, memaparkan kronologi versi korban. Menurut Wuri, MH awalnya menerima pesanan dari sebuah warung lesehan. Saat tiba di lokasi, ia didatangi seorang pria yang diduga sedang mabuk dan menawarinya minuman keras.
“Dia [korban] ditawari minum, tapi dia tidak minum karena posisi sedang kerja. Setelah menolak, korban mengecek pesanan dan melihat HP. Tahu-tahu dari belakang dipukul di bagian kiri, lalu ada pengancaman,” ujar Wuri, Selasa (18/11/2025).
Korban juga sempat diancam akan dibunuh jika tidak segera pergi dari lokasi tersebut. Merasa terancam, MH membatalkan pesanan dan mengunggah kejadian itu ke media sosial.
Wuri menambahkan, korban sempat kesulitan biaya untuk melakukan visum. Para driver akhirnya berinisiatif melakukan urunan, namun kemudian biaya visum ditanggung pihak aplikasi. Usai visum, korban menuju Polresta Sleman untuk membuat laporan.
“Kalau visum, yang berhak mengambil hanya kepolisian. Korban menyerahkan nota ke Polres. Kami lapor di SPKT, lanjut BAP. Saat korban BAP, saya dan teman-teman ke warungnya untuk menanyakan keterangan saksi dari karyawan,” jelasnya.
Rombongan driver kemudian berkumpul di depan gang menuju sebuah asrama. Korban dan saksi, didampingi Kapolresta Sleman, masuk ke asrama untuk memastikan keberadaan terduga pelaku. Namun keduanya menyatakan tidak menemukan orang yang dimaksud.
“Dari korban dan saksi menyatakan tidak ada terduga pelaku di situ,” kata Wuri.
Ia berharap kasus dugaan penganiayaan ini diproses secara adil agar insiden serupa tidak berulang.
“Harapannya ada proses hukum yang adil untuk semuanya,” tegasnya.
Kasi Humas Polresta Sleman, AKP Salamun, membenarkan kedatangan para driver ke Polresta Sleman pada Senin (17/11/2025) malam. Mereka datang untuk membuat laporan resmi di SPKT.
“Benar sudah laporan di SPKT Polresta Sleman dan sekarang dalam penyelidikan Satreskrim Polresta Sleman,” ujarnya.
Terkait kronologi kejadian, polisi masih melakukan olah TKP dan pengumpulan keterangan lanjutan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Ansyari Lubis menyoroti faktor adu penalti usai PSS Sleman kalah dari Garudayaksa FC di final Pegadaian Championship.
Harga tiket Piala Dunia 2026 melonjak hingga Rp52 juta akibat sistem adaptive pricing FIFA. Federasi kecil paling terdampak.
Apple resmi menghadirkan iPhone 17e di Indonesia dengan MagSafe, chip A19, dan Action Button. Harga mulai Rp13,4 juta.
Netflix digugat Texas karena dituding membuat fitur adiktif untuk anak dan mengumpulkan data pengguna tanpa izin yang jelas.
Persis Solo berada di ujung degradasi BRI Super League 2025/2026. Dua laga terakhir menjadi penentu nasib Laskar Sambernyawa.
Penelitian AAA mengungkap cuaca panas dan dingin ekstrem dapat memangkas jarak tempuh mobil listrik dan hybrid.