Yakin Singkirkan Prancis, Pelatih Spanyol Percaya Diri ke Final
Pelatih Spanyol Luis de la Fuente optimistis timnya bisa mengalahkan Prancis di semifinal Piala Dunia 2026. Rekor pertemuan jadi modal penting.
Suasana penyelenggaran Lomba Besar Seni Suara Alam Burung Derkuku Piala KGPAA. Pakualam Cup VI yang diselenggarakan pada Minggu (12/6/2022) di kawasan Alun-alun Selatan. / Harian Jogja - Yosef Leon
Harianjogja.com, SLEMAN0—Ribuan kicaumania diperkirakan memadati Lapangan Pemda Sleman pada Festival dan Kontes Burung Berkicau “Kajari Sleman Cup”, Minggu (30/11/2025). Gelaran yang diinisiasi Kejaksaan Negeri (Kejari) Sleman bekerja sama dengan BnR ini menargetkan lebih dari 1.000 peserta dan membawa misi sosial bagi masyarakat.
Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Sleman, Bambang Yunianto, mengatakan kegiatan ini menjadi ruang silaturahmi produktif sekaligus bagian dari upaya menghadirkan aktivitas positif bagi warga, terutama anak muda di Bumi Sembada.
“Kami melihat hobi burung berkicau sebagai kegiatan yang sangat positif. Melalui event seperti ini, kami berupaya menekan potensi kriminalitas di DIY, khususnya di kalangan anak muda, dengan mengarahkan energi mereka pada hobi yang sehat,” ujar Bambang Yunianto, Rabu (19/11/2025).
Ia menambahkan Sleman sebagai wilayah dinamis memiliki berbagai tantangan, sehingga dibutuhkan lebih banyak ruang bagi generasi muda untuk menyalurkan bakat dan hobinya.
Pelaksana acara dari BnR, Pras BnR, menyampaikan animo peserta sangat tinggi. Selain hadiah besar di kelas utama, kegiatan ini juga mengusung misi sosial sehingga semakin diminati.
“Untuk kelas utama seperti Kajari 24G, kami menyediakan tiket dengan harga merakyat namun hadiah fantastis, termasuk sepeda motor Yamaha Gear,” paparnya.
Selain hadiah menarik, “Kajari Sleman Cup” juga menegaskan komitmen pelestarian fauna lokal melalui kelas khusus Burung Endemik Sogon (Sogonig) khas pegunungan Sleman.
“Pembukaan kelas itu mendapat respons positif karena dianggap memajukan kicaumania lokal,” lanjut Pras.
Demi menjaga integritas perlombaan, panitia menerapkan sistem Ajuan Terbuka per Blok yang meminimalisasi komunikasi antarpersonel juri. Juri-juri berkualitas dari BnR diturunkan untuk memastikan keputusan tetap murni.
Lebih jauh, Pras menyebut event ini diharapkan digelar rutin, sekaligus menyalurkan sebagian hasilnya untuk kegiatan bakti sosial.
Secara terpisah, Bupati Sleman, Harda Kiswaya, mengapresiasi gelaran yang dinilai membawa manfaat ganda: mendorong kegiatan positif masyarakat dan melestarikan fauna lokal.
“Kegiatan seperti ini juga berdampak baik bagi daerah, terutama dalam memajukan UMKM di sekitar lokasi acara. Saya berharap ‘Kajari Sleman Cup’ dapat menjadi agenda tahunan,” kata Harda.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pelatih Spanyol Luis de la Fuente optimistis timnya bisa mengalahkan Prancis di semifinal Piala Dunia 2026. Rekor pertemuan jadi modal penting.
Utang pemerintah tembus Rp10.293,69 triliun per Juni 2026. Sebagian dividen BUMN akan kembali masuk APBN sebagai cadangan fiskal.
BU Printing & Packaging telah lebih dari 15 tahun menangani produksi buku untuk penulis, penerbit, kampus, sekolah, perusahaan hingga instansi
Harga minyak Brent mendekati US$90 per barel saat peluang pembukaan Selat Hormuz makin diragukan akibat konflik Timur Tengah.
Sri Sultan Hamengku Buwono X mengingatkan pengembangan AI harus tetap menempatkan manusia sebagai pengendali dalam Center of Excellence AI di Jogja.
Makam mertua Djaduk Ferianto di Kuncen Lama dirusak. Pemkot Jogja menyoroti aturan biaya perawatan dan berencana menata pengelolaan makam.