Dari Gotong Royong, Lembah Oya Kedungjati Hidupkan Ekonomi Warga Selopamioro
Lembah Oya Kedungjati di Selopamioro, Bantul, membuka peluang kerja dan pendapatan bagi pemuda sekaligus menggerakkan ekonomi desa.
Pengendara melintas di depan terminal Palbapang Bantul, Sabtu (29/11/2025). Dinas Perhubungan setempat berencana untuk membangun kawasan parkir baru di sebelah barat terminal itu pada 2026 mendatang.
Harianjogja.com, BANTUL— Dinas Perhubungan Kabupaten Bantul memastikan sejumlah proyek perbaikan dan pengembangan terminal akan mulai dikerjakan pada 2026, menyusul disetujuinya usulan melalui pokok-pokok pikiran (pokir) DPRD. Pengajuan lewat APBD sebelumnya belum bisa direalisasikan karena efisiensi anggaran yang mencapai 60 persen di dinas tersebut.
Kepala Seksi Terminal Dinas Perhubungan Bantul, Muktiandri Nugraheni menyampaikan bahwa sebagian besar perbaikan penting akhirnya bisa dikerjakan melalui skema pokir terutama untuk Terminal Imogiri.
"Di Terminal Imogiri nanti pengerjaannya uruk area terminal, pembangunan gapura masuk dan keluar, toilet di ruang istirahat sopir, dan pembangunan ruang ATM di sisi utara,” ujarnya, Sabtu (29/11/2025).
Total anggaran pokir yang masuk untuk paket pekerjaan Terminal Imogiri mencapai Rp767 juta. Pekerjaan direncanakan mulai dilakukan pada Triwulan I–II tahun 2026 dan diperkirakan berlangsung Maret hingga Juli.
Selain Imogiri, anggaran pokir sebesar Rp200 juta juga digelontorkan untuk Terminal Palbapang, khususnya untuk pengurukan lahan di sisi barat terminal yang akan difungsikan sebagai kantong parkir baru.
“Kami akan mengembangkan lokasi parkir di barat Terminal Palbapang, di balik tembok. Selama ini parkirnya masih menyatu dengan area terminal, jadi tahun depan kami pindahkan ke barat,” katanya.
Ia menambahkan, rencana penggabungan lahan parkir lebih di Terminal Palbapang sebenarnya sudah diusulkan sejak 2023, tapi belum bisa berjalan karena keterbatasan dana. Rencana jangka panjang, termasuk pembongkaran kios dan penataan total kawasan, diprediksi baru dapat dilakukan setelah 2028.
Kepala Bidang Angkutan Dinas Perhubungan Bantul, Toto Pamudji Rahardjo menyatakan bahwa revitalisasi Terminal Imogiri merupakan kebutuhan yang cukup mendesak. Proses perencanaannya juga sudah lama disiapkan, tetapi belum terealisasi penuh karena keterbatasan anggaran.
“Terminal Imogiri kami desain sebagai simbol transportasi bagi wilayah Imogiri. Hanya saja, saat ini terminal belum optimal untuk menampung armada bus yang ada karena infrastrukturnya belum memadai,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Lembah Oya Kedungjati di Selopamioro, Bantul, membuka peluang kerja dan pendapatan bagi pemuda sekaligus menggerakkan ekonomi desa.
AESI menilai PLTS 100 GWp perlu memperkuat ketahanan energi dan inklusi sosial, termasuk memperluas akses listrik bagi desa terpencil.
Jasa Marga mengandalkan teknologi, analisis data lalu lintas, dan kesiapan armada untuk meningkatkan keselamatan serta layanan jalan tol.
Warga Dukuh Bono, Klaten, harus antre hingga dua pekan untuk mendapat air bersih. BPBD mencatat 15 desa terdampak kekeringan.
BMKG mencatat 1.869 wilayah mengalami kekeringan ekstrem hingga September 2026. Simak daftar daerah berstatus awas dan prediksi musim hujan.
PNBP mencapai Rp492,3 triliun hingga September 2026. Kemenkeu berupaya menambah penerimaan saat subsidi dan kompensasi naik menjadi Rp376,8 triliun.