Kesbangpol Gunungkidul Targetkan Banpol Rp1,1 Miliar Cair Triwulan II
Kesbangpol Gunungkidul menargetkan pencairan bantuan keuangan partai politik sebesar Rp1,17 miliar pada triwulan kedua 2026.
Inflasi - Ilustrasi Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Badan Pusat Statistik (BPS) Gunungkidul menyatakan inflasi kumulatif Januari–November 2025 mencapai 2,17%. Meski masih ada bulan Desember, mereka optimistis laju inflasi akhir tahun tak melewati batas aman 3%.
Kepala BPS Gunungkidul, Joko Prayitno, mengatakan perhitungan inflasi memang masih tersisa satu bulan (Desember). Namun, pihaknya yakin laju inflasi di Gunungkidul masih bisa terkendali dan berada dalam rentang aman.
“Batas aman inflasi [seharusnya] 1,5% hingga 3,5%. Untuk saat ini [sepanjang 2025] di posisi 2,17% jadi masih aman. Kalau untuk November, inflasinya 0,31%,” katanya, Senin (1/12/2025).
Joko memprediksi pada Desember ini masih akan terjadi inflasi. Hal tersebut tak lepas dari pengalaman tahun-tahun sebelumnya, di mana libur akhir tahun selalu memicu peningkatan permintaan, yang kemudian ikut mendorong inflasi.
Meskipun demikian, besaran inflasi Desember masih harus dihitung secara riil di lapangan. “Kalau mengacu tahun lalu, inflasi Desember 2024 mencapai 0,45%. Jadi, kalau menggunakan patokan ini, maka secara akumulasi sepanjang 2025 di angka 2,6% sehingga lajunya masih terkendali,” jelasnya.
Joko mengimbau Pemerintah Kabupaten (Pemkab) agar sigap dalam mengantisipasi kenaikan harga, terutama terhadap komoditas yang rentan mengalami kelangkaan dan lonjakan saat perayaan.
“Harus ada antisipasi terhadap komoditas yang rentan terjadi kenaikan, sehingga ketika permintaan naik barang pun ada. Jadi bisa menekan inflasi,” tegasnya.
Pengaruh Deflasi dan Kebijakan Pusat
Joko menambahkan, dari Januari hingga November 2025, laju harga tidak melulu menunjukkan inflasi. Ia mencatat ada lima bulan yang justru terjadi deflasi, yaitu pada Januari, Februari, Mei, Juli, dan Agustus.
“Harga di pasaran sangat berpengaruh. Apalagi di awal-awal tahun ada subsidi listrik sehingga ikut berdampak terhadap terjadinya deflasi di Gunungkidul,” katanya.
Statistik Ahli Pertama BPS Gunungkidul, Ardiyas Munsyianta, menambahkan bahwa perhitungan inflasi terus dilakukan setiap bulan, yang bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan ekonomi di masyarakat.
“Pasti tiap bulannya ada perhitungan inflasi mengacu pada indikator yang telah ditentukan dari pusat,” katanya.
Menurut Ardiyas, hasil perhitungan inflasi bersifat fluktuatif dan kebijakan dari pemerintah pusat juga bisa berdampak pada terjadinya deflasi atau inflasi di daerah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kesbangpol Gunungkidul menargetkan pencairan bantuan keuangan partai politik sebesar Rp1,17 miliar pada triwulan kedua 2026.
Harga tiket Piala Dunia 2026 melonjak hingga Rp52 juta akibat sistem adaptive pricing FIFA. Federasi kecil paling terdampak.
Apple resmi menghadirkan iPhone 17e di Indonesia dengan MagSafe, chip A19, dan Action Button. Harga mulai Rp13,4 juta.
Netflix digugat Texas karena dituding membuat fitur adiktif untuk anak dan mengumpulkan data pengguna tanpa izin yang jelas.
Persis Solo berada di ujung degradasi BRI Super League 2025/2026. Dua laga terakhir menjadi penentu nasib Laskar Sambernyawa.
Penelitian AAA mengungkap cuaca panas dan dingin ekstrem dapat memangkas jarak tempuh mobil listrik dan hybrid.