Kesbangpol Gunungkidul Targetkan Banpol Rp1,1 Miliar Cair Triwulan II
Kesbangpol Gunungkidul menargetkan pencairan bantuan keuangan partai politik sebesar Rp1,17 miliar pada triwulan kedua 2026.
Statistik Ahli Pertama, BPS Gunungkidul Ardiyas Munsyianta saat memaparkan laju inflasi pada Januari 2026 di kantor BPS. Senin (2/2/2026) Harian Jogja/David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Kabupaten Gunungkidul mengalami deflasi sebesar 0,17 persen pada Januari 2026. Penurunan harga ini dipicu meredanya permintaan sejumlah kebutuhan pokok setelah momentum Natal dan Tahun Baru 2025.
Statistik Ahli Pertama BPS Gunungkidul, Ardiyas Munsyianta, menjelaskan deflasi secara bulanan atau month to month (m-to-m) telah terjadi secara konsisten dalam tiga tahun terakhir setiap Januari. Pada Januari 2024 tercatat deflasi 0,08 persen, sementara Januari 2025 mencapai 0,35 persen.
“Fenomena ini lazim terjadi karena pada Desember biasanya ada lonjakan permintaan akibat perayaan Natal dan Tahun Baru. Setelah itu, harga-harga kembali turun sehingga memicu deflasi di awal tahun,” ujarnya, Selasa (3/2/2026).
Ia menyebut kelompok pengeluaran makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang utama deflasi dengan andil sebesar 0,46 persen. Dua komoditas yang paling berpengaruh yakni cabai merah dan daging ayam ras yang mengalami penurunan harga cukup signifikan.
Meski demikian, beberapa komoditas justru memberikan tekanan inflasi. Emas perhiasan tercatat menyumbang inflasi sebesar 0,28 persen, disusul bayam dengan kontribusi 0,03 persen.
Berdasarkan perbandingan tahunan atau year on year (y-on-y), inflasi Gunungkidul pada Januari 2026 mencapai 3,11 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kenaikan ini didorong oleh sejumlah kelompok pengeluaran, antara lain makanan dan minuman, pakaian dan alas kaki, serta perumahan, listrik, dan bahan bakar rumah tangga.
Kepala BPS Gunungkidul, Agus Hartanto, menambahkan secara keseluruhan laju inflasi sepanjang 2025 berada di angka 2,93 persen. Capaian tersebut masih dalam batas toleransi inflasi nasional yang berkisar antara 1,5 hingga 3,5 persen.
“Inflasi memang tetap terjadi, namun masih terkendali dan berada dalam koridor kewajaran,” katanya.
Menurut Agus, kelompok makanan dan minuman menjadi penyumbang terbesar inflasi dengan kontribusi mencapai 1,64 persen. Komoditas yang paling berpengaruh di antaranya beras, kelapa, dan cabai rawit.
Selain itu, sektor perawatan pribadi dan jasa lainnya turut memberikan andil sebesar 0,67 persen. Kenaikan harga emas dan perhiasan menjadi faktor utama pada kelompok ini, yang diduga dipengaruhi oleh penguatan nilai tukar dolar Amerika Serikat terhadap rupiah.
Dibandingkan kabupaten dan kota lain di DIY, Agus menyebut inflasi Gunungkidul merupakan yang terendah. Sebagai perbandingan, inflasi Kota Jogja tercatat sebesar 3,33 persen, sementara inflasi Provinsi DIY mencapai 3,11 persen.
“Angka Gunungkidul hanya sedikit di atas rata-rata nasional yang berada di 2,92 persen. Secara keseluruhan masih tergolong stabil,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kesbangpol Gunungkidul menargetkan pencairan bantuan keuangan partai politik sebesar Rp1,17 miliar pada triwulan kedua 2026.
Info lengkap SPMB DIY 2026. Simak syarat masuk TK, SD, SMP, SMA/SMK negeri, jadwal aktivasi PIN, hingga prosedur pendaftaran online bagi warga Yogyakarta.
Demi Moore menegaskan AI tidak akan pernah menggantikan jiwa seni dalam konferensi pers Cannes Film Festival 2026.
Timnas Indonesia akan menghadapi Oman dan Mozambik pada FIFA Matchday Juni 2026 untuk mendongkrak ranking FIFA.
Blunder Bento pada menit 90+8 membuat Al Nassr gagal mengunci gelar Saudi Pro League usai ditahan imbang Al Hilal 1-1.
Florentino Perez membantah isu sakit keras, menyerang media, dan mempercepat pemilu Real Madrid di tengah krisis klub musim 2026.