Serangan Monyet Bikin Resah Petani Tanjungsari Gunungkidul
Warga Padukuhan Kelor, Kemadang, Tanjungsari mengeluhkan serangan monyet ekor panjang yang merusak area pertanian yang dimiliki karena bisa gagal panen.
Inflasi - Ilustrasi Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL–Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi Kabupaten Gunungkidul sepanjang 2025 berada di level terendah se-DIY, dengan komoditas pangan menjadi penyumbang utama.
Kepala BPS Gunungkidul, Agus Hartanto, mengungkapkan bahwa inflasi tahunan Gunungkidul berada di angka 2,93%. Angka ini dinilai sangat ideal karena masih berada dalam rentang target sasaran nasional, yakni 1,5% hingga 3,5%.
“Inflasi di Gunungkidul masih berada dalam koridor kewajaran. Jika dibandingkan dengan daerah lain di DIY, kita yang terendah. Sebagai gambaran, Kota Jogja mencapai 3,33% dan rata-rata Provinsi DIY sebesar 3,11%,” ujar Agus di Kantor BPS Gunungkidul, Senin (5/1/2026).
Berdasarkan data BPS, terdapat dua kelompok utama yang memicu kenaikan harga di masyarakat:
- Kelompok Makanan dan Minuman (1,64%): Komoditas seperti beras, kelapa, dan cabai rawit menjadi penyumbang inflasi paling dominan.
- Perawatan Pribadi dan Jasa Lainnya (0,67%): Sektor ini dipicu oleh kenaikan harga emas perhiasan. Lonjakan harga emas diduga kuat terdampak oleh penguatan nilai tukar dolar Amerika Serikat terhadap rupiah.
Statistik Ahli Pertama BPS Gunungkidul, Ardiyas Munsyianta, menambahkan bahwa kondisi ekonomi sepanjang 2025 berlangsung fluktuatif. Meski secara tahunan mengalami inflasi, Gunungkidul sempat mengalami deflasi pada periode awal tahun (Januari dan Februari) serta pada bulan Juli.
“Hasil perhitungan setiap bulan menunjukkan dinamika yang beragam. Kebijakan pemerintah pusat juga turut memengaruhi apakah suatu periode akan mengalami inflasi atau justru deflasi,” jelas Ardiyas.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Warga Padukuhan Kelor, Kemadang, Tanjungsari mengeluhkan serangan monyet ekor panjang yang merusak area pertanian yang dimiliki karena bisa gagal panen.
Gempa Kolombia menewaskan 265 orang dan merusak 53.526 rumah. Presiden Abelardo de la Espriella menetapkan status darurat ekonomi.
DPRD Kulonprogo meminta Pemkab menyiapkan solusi permanen kekeringan, termasuk pemetaan wilayah dan pembangunan sumber air alternatif.
BPKAD Kota Jogja mengembangkan SIAP, sistem pengingat digital untuk mendorong penarikan APBD tepat waktu dan mencegah penumpukan.
Iran menolak menghentikan perang dan membuka Selat Hormuz sebelum AS memenuhi tuntutan terkait perang, aset, dan gencatan senjata.
Ford Australia tarik 13.907 unit Ranger karena side curtain airbag berisiko gagal mengembang. Pengiriman dan test drive dihentikan sementara. Perbaikan gratis m