SD Muhammadiyah Sapen Pertahankan Gelar, Tarakanita Bumijo Cetak Sejarah di MLSC Jogja
SD Muhammadiyah Sapen kembali juara KU 12 MLSC Jogja. SD Tarakanita Bumijo I mencetak sejarah sebagai juara baru KU 10 dengan top skor 36 gol.
Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sleman resmi menggandeng Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sleman untuk memperkuat literasi statistik di Sleman, Rabu (10/12/2025).
Harianjogja.com, SLEMAN—Pemahaman dan kemampuan membaca akurasi data dinilai semakin penting di tengah derasnya arus informasi dan dinamika ekonomi global. Untuk itu, literasi statistik menjadi kebutuhan mendesak bagi masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sleman, Widhi Pranowo, usai penandatanganan nota kesepahaman terkait literasi statistik dengan pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sleman di Sleman, Rabu (10/12/2025). Penandatanganan dilakukan oleh Kepala BPS Sleman dan Ketua PWI Sleman, Wisnu Wardhana, disaksikan Wakil Ketua PWI Sleman, Hasto Sutadi.
“Tema besar kerja sama dengan PWI ini terkait literasi statistik. Selama ini pemahaman dan pemaknaan data yang dirilis BPS masih perlu dioptimalkan,” ujar Widhi.
Menurutnya, berbagai produk statistik yang dihasilkan BPS perlu disampaikan secara masif melalui berbagai kanal, baik media sosial BPS maupun pemberitaan oleh jurnalis PWI. Indikator-indikator statistik yang berfungsi mengukur kinerja pemerintah daerah maupun menggambarkan kondisi masyarakat perlu dipublikasikan secara lebih luas agar mudah dipahami publik.
Ia berharap kerja sama tersebut mendorong pewarta PWI untuk menyampaikan informasi resmi BPS yang berbasis data, sehingga pemberitaan menjadi lebih akurat dan dapat dipertanggungjawabkan. Ia mencontohkan data kemiskinan, pertumbuhan ekonomi, dan indikator lain yang menjadi fondasi penyusunan kebijakan publik dan pembangunan.
“Bagi masyarakat yang membutuhkan informasi valid bisa langsung mengakses website BPS Sleman. Kami juga membuka konsultasi statistik,” ungkapnya.
BPS saat ini juga tengah gencar menyosialisasikan persiapan Sensus Ekonomi 2026 (SE 2026) yang akan digelar secara nasional setiap 10 tahun sekali. Partisipasi masyarakat dan pelaku ekonomi dalam memberikan data yang akurat, lengkap, dan jujur disebut menjadi wujud nyata literasi data.
Sementara itu, Ketua PWI Sleman, Wisnu Wardhana, mengapresiasi sinergi yang dibangun bersama BPS. Ia berharap kolaborasi tersebut mampu meningkatkan literasi statistik masyarakat sekaligus memperkuat penyajian informasi yang akurat oleh insan pers.
“Kami PWI berkomitmen meningkatkan pemahaman masyarakat tentang statistik melalui pemberitaan yang akurat dan objektif. Kami juga siap menyukseskan Sensus Ekonomi 2026,” jelasnya.
PWI Sleman, lanjut Wisnu, juga terus membangun sinergi dengan berbagai instansi dan lembaga. Sebelumnya, PWI Sleman telah menjalin kerja sama dengan Pusat Bantuan Hukum Perhimpunan Advokat Indonesia (PBH Peradi) Sleman.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
SD Muhammadiyah Sapen kembali juara KU 12 MLSC Jogja. SD Tarakanita Bumijo I mencetak sejarah sebagai juara baru KU 10 dengan top skor 36 gol.
Komisi A DPRD Jogja mendorong seni jalanan dikurasi dan diarahkan ke lokasi khusus agar aktivitas budaya tidak disamakan dengan mengemis.
Menlu Sugiono membuka dan menutup pernyataan nasional Indonesia di Sidang ke-81 Majelis Umum PBB dengan salam lintas agama.
Shopee, TikTok Shop, dan Tokopedia dinilai berpotensi masuk kategori risiko tinggi PP Tunas seperti Lazada dan Blibli.
Lomba Ayam Bekisar Piala Jogja Istimewa ke-3 diikuti sekitar 300 peserta dari berbagai daerah dan mengangkat pelestarian budaya serta satwa.
Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri lolos semifinal Asian Games 2026 dan membidik emas setelah menang atas pasangan Korea Selatan.