KAI Hadirkan Rail Clinic dan Rail Library di Stasiun Sentolo
KAI Daop 6 menghadirkan rail clinic dan rail library di Stasiun Sentolo. Sebanyak 200 warga mendapat layanan kesehatan gratis.
Kepala BPBD Kulonprogo, Setiawan Tri Widada (kanan baju hitam tidak pakai topi) meninjau peserta lomba lacak sinyal yang sedang berusaha menemukan beacon yang disembunyikan panitia, Minggu (14/12/2025). - ist
Harianjogja.com, KULONPROGO—Lomba Lacak Sinyal atau Amateur Radio Direct Finder (ARDF) digelar di Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kulonprogo, Minggu (14/12/2025), sebagai upaya memperkuat kesiapsiagaan kebencanaan melalui keterampilan komunikasi radio amatir.
Lomba lacak sinyal ARDF ini diselenggarakan oleh Organisasi Amatir Radio Indonesia (ORARI) Perwakilan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan diikuti sekitar ratusan peserta dari seluruh Pulau Jawa.
Ketua ORARI DIY, Ambar Parama Putra, mengatakan jumlah peserta lomba lacak sinyal ARDF mencapai lebih dari 120 orang dari berbagai daerah di Pulau Jawa. Menurutnya, peserta lomba lacak sinyal merupakan pegiat komunikasi, khususnya radio amatir, yang tergolong dalam olahraga minat khusus.
"ARDF atau lomba lacak sinyal merupakan sarana melatih keahlian, keterampilan, dan ketangkasan peserta dalam membaca, menerjemahkan, mencari, dan menemukan perangkat pemancar sinyal otomatis atau beacon," katanya, kepada wartawan, Minggu (14/12/2025).
Ambar menjelaskan terdapat lima beacon yang harus ditemukan para peserta dalam lomba lacak sinyal ARDF tersebut. Ketangkasan dan kecermatan peserta diuji untuk dapat menemukan lima beacon yang telah disembunyikan oleh panitia.
Menurut Ambar, kegiatan lacak sinyal ARDF sangat penting dalam penanganan kebencanaan.
"Lacak sinyal biasanya dilakukan dalam menelusuri posisi korban atau sebagai alat komunikasi dengan rekan lainnya ketika kondisi darurat," ucapnya. Selain itu, aktivitas lacak sinyal juga bermanfaat untuk mencari dan menangkap sinyal yang mengganggu proses komunikasi akibat terjadinya bencana alam.
Ambar mengungkapkan pemenang lomba lacak sinyal ARDF ditentukan berdasarkan jumlah beacon terbanyak yang berhasil ditemukan dengan waktu tercepat. Kriteria tersebut menjadi penentu pemenang lomba yang selanjutnya akan mendapatkan hadiah dari panitia.
Sementara itu, Kepala BPBD Kulonprogo, Setiawan Tri Widada, menambahkan lomba lacak sinyal ARDF memiliki manfaat langsung bagi petugas kebencanaan. Menurutnya, kegiatan ini relevan dengan tugas BPBD Kulonprogo yang selalu terlibat dalam penanganan bencana.
Menurut Setiawan, lomba lacak sinyal ARDF tidak hanya bermanfaat bagi petugas BPBD Kulonprogo, tetapi juga melatih relawan kebencanaan agar keterampilannya meningkat dalam melacak sinyal yang dibutuhkan saat kondisi darurat. "Lomba lacak sinyal tentu menambah skill dalam penanganan bencana ke depannya," jelasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
KAI Daop 6 menghadirkan rail clinic dan rail library di Stasiun Sentolo. Sebanyak 200 warga mendapat layanan kesehatan gratis.
Indonesia baru memiliki 66 dokter aritmia untuk sekitar 280 juta penduduk. Akses deteksi dini dan terapi gangguan irama jantung perlu diperluas.
Jadwal PSIM Jogja vs Persija pada 10 Oktober 2026 dimajukan ke pukul 15.30 WIB di Stadion Sultan Agung karena pertimbangan keamanan.
SPP-TDLN mulai memungut PPN transaksi digital luar negeri sejak 25 September 2026 dengan melibatkan perbankan dan fintech.
El Nino diperkirakan berdampak hingga 2027. Pemerintah diminta memperkuat mitigasi untuk menjaga produksi dan harga pangan.
Pemerintah masih menunggu usulan DPR soal presidential threshold dalam revisi UU Pemilu sebelum menentukan sikap terkait aturan pencalonan presiden.