Bawaslu Bantul Berharap Pemilihan Lurah Tak Diwarnai Politik Uang
Bawaslu Bantul mendorong Pilur 2026 bebas politik uang dengan memperkuat gerakan Desa Anti Politik Uang di 30 kalurahan.
Pelajar memaparkan proposal risetnya terkait geopark di SMA Negeri 6 Kota Jogja pada Kamis (11/12/2025). /Harian Jogja-Stefani Yulindriani.
JOGJA—Biro Pengembangan Infrastruktur Wilayah dan Pembiayaan Pembangunan (PIWPP) Setda DIY melalui Badan Pengelola Geopark Jogja memperkuat edukasi dan sosialisasi geopark kepada pelajar melalui program riset bersama sekolah. Program tersebut diselenggarakan untuk menjaga keberlanjutan situs-situs geopark yang ada di DIY.
Penelaah Teknis Kebijakan Biro PIWPP Setda DIY, Yosua Yudaikawira Utama, menuturkan program riset di beberapa situs geopark tersebut menjadi sarana Badan Pengelola Geopark Jogja untuk mengenalkan geopark kepada pelajar di DIY.
“Minimal mereka aware dulu. Setelah mengetahui, kami harap tumbuh rasa ingin tahu hingga akhirnya ikut menjaga kelestarian,” katanya dalam seminar mengenai potensi Geopark di SMAN 6 Kota Jogja pada Kamis (11/12).
Menurutnya, melalui pendampingan dan riset, pelajar diajak untuk mengamati dan meneliti potensi serta tantangan dalam pengelolaan geopark. Dari situ, ia berharap pelajar dapat mengambil bagian untuk turut melestarikan geopark tersebut hingga masa mendatang.
Ia menilai kendala dalam pelestarian geopark yang ada di DIY salah satunya terkait dengan kesadaran masyarakat untuk mengetahui dan turut menjaga kelestarian geopark.
“Kami menyasar pelajar dan mahasiswa karena mereka adalah generasi penerus yang akan menjaga keberlangsungan geopark. Mereka punya semangat, waktu, serta pemahaman teknologi yang kuat,” ujarnya.
Saat ini, Badan Pengelola Geopark Jogja menggelar program riset di empat sekolah di DIY. Empat sekolah tersebut yakni SMA Negeri 6 Kota Jogja, MAN Negeri 1 Kota Jogja, SMK Negeri 2 Depok, dan SMA Kolese De Britto. Program tersebut berlangsung pada Agustus 2024 hingga pertengahan 2032.
Sementara itu, Kepala SMA Negeri 6 Kota Jogja, Sri Moerni, menuturkan program riset terkait geopark tersebut sejalan dengan keunggulan sekolahnya dalam bidang riset. Karena itu, ia mendukung penuh program riset geopark tersebut.
“Branding kami adalah the research school of Jogja. Sehingga ketika ditawari bermitra sebagai peneliti bersama Badan Pengelola Geopark Jogja, kami sangat antusias. Karena anak-anak punya passion besar di sana,” katanya.
Ia menilai antusiasme pelajar SMA Negeri 6 Jogja pada program tersebut sangat tinggi. Pada tahap awal, terdapat tujuh kelompok riset yang dibentuk, masing-masing terdiri dari dua hingga tiga orang.
Ia menilai riset geopark membuka cakrawala baru bagi pelajar, karena penelitian dilakukan di laboratorium alam secara langsung, tidak hanya di laboratorium sekolah.
“Mereka bisa meneliti geoheritage, budaya, sosial, ekonomi, hingga dinamika masyarakat. Ini sejalan dengan upaya mendorong Jogja menuju UNESCO Global Geopark,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bawaslu Bantul mendorong Pilur 2026 bebas politik uang dengan memperkuat gerakan Desa Anti Politik Uang di 30 kalurahan.
Korban pengeroyokan Kebon Bawang, EY (28), sempat diculik dan dianiaya di dua lokasi sebelum meninggal setelah tiga hari dirawat.
Budidaya louhan masih punya potensi ekonomi. Harga ikan berkualitas bisa mencapai Rp25 juta-Rp30 juta, tergantung kualitas dan hasil kontes.
Prabowo membahas tiga bantuan Kuartal IV 2026, mulai beras 10 kg, pembukaan rekening hingga subsidi upah Rp300.000 per bulan.
Danantara mengungkap rencana kepemilikan 5%-10% saham BEI dalam proses demutualisasi. Porsi konsorsium bisa mencapai 30%-40%.
Marc Marquez menghadapi GP Indonesia 2026 dengan bayang-bayang kutukan Mandalika dan persaingan ketat perebutan gelar juara dunia MotoGP.