Hadapi Kekeringan, Pemkab Sleman Siapkan Anggaran dan Dropping Air
Pemkab Sleman menyiapkan anggaran dan memantau pasokan air di 17 kapanewon untuk menghadapi potensi kekeringan musim kemarau.
Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta mengirimkan tim relawan kesehatan ke lokasinya bencana di Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatra Utara./Istimewa -- UNISA Yogyakarta
Harianjogja.com, JOGJA—Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta menurunkan tim relawan kesehatan ke Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, untuk membantu penanganan dampak banjir dan tanah longsor yang melanda wilayah tersebut.
Relawan UNISA difokuskan memberikan layanan kesehatan kepada kelompok rentan, seperti lansia, ibu hamil dan menyusui, anak-anak, penyandang disabilitas, serta keluarga miskin yang terdampak bencana di Kecamatan Sorkam.
Penerjunan relawan ini merupakan bagian dari Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Tanggap Darurat Bencana 2025 yang berlangsung selama 15 hari, mulai 16 hingga 30 Desember 2025, sebagai wujud peran aktif perguruan tinggi dalam penanganan bencana berbasis kesehatan.
Penerjunan relawan UNISA Yogyakarta ke lokasi bencana tersebut merupakan bagian dari Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Tanggap Darurat Bencana Tahun 2025. Program tersebut dilaksanakan sebagai respons atas bencana banjir dan tanah longsor yang melanda wilayah tersebut, khususnya di Kecamatan Sorkam.
Ketua Tim Pelaksana, Joko Murdiyanto mengatakan kondisi geografis Tapanuli Tengah yang rawan bencana, ditambah dampak Siklon Tropis Senyar pada akhir 2025, menyebabkan banyak wilayah terisolasi dan minim akses layanan kesehatan. Pemberian layanan kesehatan dengan sasaran kelompok rentan menjadi fokus relawan UNISA Yogyakarta di lokasi bencana.
"Fokus utama kami adalah kelompok rentan seperti lansia, ibu hamil dan menyusui, anak-anak, penyandang disabilitas, serta keluarga miskin yang sangat membutuhkan pendampingan kesehatan secara cepat dan komprehensif," terang Joko pada Selasa (16/12/2025).
Tim relawan UNISA diberangkatkan pada Selasa (16/12/2025) dan akan menjalankan misi kemanusiaan selama 15 hari hingga 30 Desember 2025. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen UNISA Yogyakarta dalam memperkuat peran perguruan tinggi dalam penanganan bencana berbasis kesehatan dan pemberdayaan masyarakat.
Adapun relawan UNISA yang diberangkatkan terdiri dari dosen dan mahasiswa lintas disiplin ilmu kesehatan. Tim relawan melibatkan tenaga medis dan tenaga kesehatan dari bidang kedokteran, keperawatan, fisioterapi, dan gizi, serta mahasiswa profesi yang akan terjun langsung mendampingi masyarakat terdampak.
Nantinya selama diterjunkan, tim relawan UNISA Yogyakarta akan melakukan berbagai kegiatan, di antaranya rapid assessment kesehatan bagi kelompok rentan dan pendirian posko kesehatan darurat di lokasi pengungsian. Tim juga akan menggelar pemeriksaan kesehatan holistik, serta penyaluran bantuan obat-obatan dan alat kesehatan ke posko maupun puskesmas terdampak.
Selain itu, tim juga memberikan bantuan hygiene kit, alat bantu disabilitas dan lansia, serta membangun bilik laktasi bagi ibu menyusui di pengungsian.
Ketua LPPM UNISA Yogyakarta, Dinar Mindrati Fardhani menambahkan bahwa program ini tidak hanya bersifat tanggap darurat, tetapi juga bertujuan memperkuat resiliensi masyarakat melalui pendekatan Desa Siaga Inklusif.
"Kami berharap kehadiran tim UNISA Yogyakarta dapat memberikan manfaat nyata sekaligus memperkuat kolaborasi dengan MDMC/LRB Muhammadiyah dan pemerintah daerah setempat,” jelasnya.
Melalui program PKM Tanggap Darurat Bencana ini, UNISA Yogyakarta ingin menegaskan perannya sebagai perguruan tinggi berwawasan kesehatan dan islami, yang aktif berkontribusi dalam penanganan bencana serta penguatan layanan kesehatan bagi masyarakat di berbagai wilayah Indonesia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Sleman menyiapkan anggaran dan memantau pasokan air di 17 kapanewon untuk menghadapi potensi kekeringan musim kemarau.
Kulonprogo mendorong penanganan Jalan Dekso-Samigaluh dan Jembatan Duwet. Jalan ditargetkan masuk anggaran 2027, jembatan masih dikaji.
Jadwal KRL Jogja-Solo Kamis 13 Agustus 2026 tersedia 15 perjalanan dari Yogyakarta ke Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali jalan.
BGN meminta makanan MBG yang tidak layak tidak dikonsumsi dan segera dikembalikan ke SPPG untuk diperiksa dan diinvestigasi.
Jadwal KRL Solo-Jogja Kamis 13 Agustus 2026 tersedia 12 perjalanan dari Palur ke Jogja. Tarif tetap Rp8.000 sekali jalan.
BGN membuka kanal khusus bagi guru untuk melaporkan keluhan, temuan, dan pengaduan terkait pelaksanaan Program MBG di sekolah.