Cegah Stunting, Kelurahan Giwangan, Kota Jogja Bentuk Tim Respons Cepat
Stunting di Giwangan tercatat 6,25 persen. Kelurahan membentuk Tim SIGAB Stunting untuk mempercepat deteksi dan pendampingan keluarga.
Suasana Stadion Mandala Krida, Kota Jogja, beberap waktu lalu. - Harian Jogja/ Ariq Fajar Hidayat
Harianjogja.com, JOGJA— Kajian kondisi Stadion Mandala Krida Jogja memasuki tahap analisis setelah tim dari Universitas Gadjah Mada (UGM) menyelesaikan pengumpulan data sampel untuk menguji tanah, getaran, hingga kondisi arsitektur stadion.
Ketua Komisi D DPRD DIY, RB Dwi Wahyu, mengatakan data yang dikumpulkan pihak ketiga tersebut kini tengah dianalisis untuk mengetahui kemampuan konstruksi Stadion Mandala Krida dalam menghadapi berbagai beban.
"Data sampel sudah selesai. Sekarang baru masuk dalam tahapan analisis," kata Dwi kepada Harian Jogja, Selasa (29/9/2026).
Kondisi Tanah hingga Getaran Stadion Dianalisis
Dwi menjelaskan kajian yang dilakukan tidak hanya berfokus pada kondisi tanah. Tim juga menganalisis getaran dan goyangan tanah serta aspek arsitektur bangunan Stadion Mandala Krida.
Analisis tersebut kemudian diarahkan untuk mengetahui sejauh mana konstruksi stadion mampu menerima beban. Pengujian juga mencakup respons konstruksi ketika mendapatkan getaran akibat beban tertentu.
Salah satu simulasi berkaitan dengan hentakan atau getaran yang muncul ketika penonton memberikan dukungan di dalam stadion. Kondisi tersebut menjadi salah satu hal yang diperhitungkan untuk melihat pengaruh beban terhadap tanah maupun konstruksi stadion.
"Ketika konstruksi itu diberikan beban sejauh mana kekuatannya. Beban diuji juga ketika beban itu mendapatkan beban, itu getarannya seperti apa," ujarnya.
Hasil Analisis Ditargetkan Selesai Oktober 2026
Dwi mengatakan seluruh hasil analisis kajian kondisi Stadion Mandala Krida ditargetkan selesai pada Oktober 2026. Setelah analisis rampung, pihaknya meminta UGM memberikan estimasi kebutuhan penyusunan Detail Engineering Design (DED) renovasi Mandala Krida.
Permintaan tersebut berkaitan dengan pembahasan APBD DIY 2027 yang segera dilakukan. Menurut Dwi, estimasi kebutuhan DED diperlukan agar anggaran penyusunannya dapat mulai disiapkan dalam APBD 2027.
"Harapan kami pihak ketiga sudah memberikan estimasi DED walaupun belum final DED-nya. Tetapi sudah ada estimasi supaya ada anggaran yang bisa saya anggarkan di tahun 2027," katanya.
DED Mandala Krida Dikejar pada 2027
Dwi menyebut penyusunan DED menjadi salah satu tahapan yang ingin dikejar pada 2027. Setelah DED selesai, kebutuhan anggaran renovasi Stadion Mandala Krida dapat dihitung secara lebih rinci.
Namun, sebelum memasuki tahap penyusunan tersebut, hasil kajian kondisi bangunan akan menjadi dasar untuk menentukan bagian stadion yang masih dapat digunakan dan bagian yang membutuhkan penanganan.
Dwi berharap hasil analisis UGM dapat menggambarkan kondisi setiap bagian Stadion Mandala Krida secara lebih spesifik. Dengan demikian, keputusan renovasi tidak hanya didasarkan pada kondisi stadion secara umum, tetapi juga mempertimbangkan bagian-bagian konstruksi yang masih layak digunakan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Stunting di Giwangan tercatat 6,25 persen. Kelurahan membentuk Tim SIGAB Stunting untuk mempercepat deteksi dan pendampingan keluarga.
Komisi XIII DPR akan memeriksa Lapas Cibinong untuk mencocokkan data dan menindaklanjuti perbedaan temuan Ombudsman dan Kemenimipas.
Gaji PPPK di lingkungan pemda ditanggung pemerintah pusat mulai 2027 dengan anggaran Rp23 triliun dalam APBN 2027.
Serikat PRT dan sejumlah organisasi sipil mendesak penegakan hukum kasus dugaan keracunan MBG di Jogja dan meminta kasus diusut tuntas.
Kajian renovasi Stadion Mandala Krida masuk tahap analisis. DPRD DIY menargetkan estimasi DED tersedia untuk penganggaran 2027.
ASDP Ketapang mengoperasikan 27 kapal untuk mempercepat penguraian antrean kendaraan sepanjang 8,5 km di Pelabuhan Ketapang.