Usai Promosi, PSS Sleman Ngebet Juara: Bablaske Jadi Pemicu
PSS Sleman fokus ke final Liga 2 usai promosi. Fachrudin Aryanto sebut “Bablaske” jadi motivasi juara.
Jip wisata di Lereng Merapi, Sleman./Harian Jogja
Harianjogja.com, SLEMAN—Lonjakan kunjungan wisatawan ke Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026 turut memberikan dampak signifikan bagi sektor pariwisata di Kabupaten Sleman. Salah satu indikator paling terlihat adalah tingginya tingkat okupansi hotel di wilayah Bumi Sembada.
Bupati Sleman Harda Kiswaya mengungkapkan, tingkat hunian hotel di Sleman selama periode libur Nataru mencapai angka yang sangat tinggi. Bahkan, di sejumlah titik, hotel dilaporkan terisi penuh.
“Kalau kita pantau dari tingkat kunjungan atau okupansi hotel, angkanya hampir 90 persen. Bahkan ada beberapa hotel yang full booked,” ujar Harda saat ditemui Rabu (31/12/2025) malam.
Menurut Harda, tingginya okupansi tersebut menunjukkan posisi strategis Sleman sebagai kawasan penyangga DIY. Selain menjadi pintu masuk utama ke wilayah Yogyakarta melalui Simpang Tempel dan Simpang Prambanan, Sleman kini tidak lagi sekadar menjadi daerah lintasan, melainkan tujuan dan tempat singgah wisatawan.
“Betul, Sleman ini diuntungkan sebagai penyangga wilayah DIY. Dalam beberapa tahun terakhir, banyak pusat hiburan dan destinasi wisata Jogja yang berkembang dan berpindah ke wilayah Sleman,” tandasnya.
Harda pun menyampaikan apresiasi sekaligus ucapan selamat datang kepada para wisatawan yang memilih berlibur di Sleman. Ia menilai kehadiran wisatawan membawa dampak positif bagi perekonomian lokal, terutama bagi sektor perhotelan dan rumah makan.
“Tentu saya mengaturkan selamat datang di Sleman. Selamat menikmati liburan di Kabupaten Sleman. Kunjungan wisata kali ini cukup tinggi sehingga hotel dan restoran kami penuh pengunjung. Matur nuwun atas kunjungannya,” ucap Harda.
Hal senada disampaikan Ketua DPRD Sleman Y. Gustan Ganda. Ia mengucapkan terima kasih kepada para wisatawan yang menjadikan Sleman sebagai tujuan liburan. Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Sleman hingga tingkat kalurahan telah melakukan berbagai persiapan untuk menyambut lonjakan wisatawan.
“Kami sudah menyiapkan semuanya, termasuk sarana penunjang. Bahkan untuk driver jip wisata, aspek kesehatannya juga sudah kami periksa,” ujarnya.
Gustan menambahkan, hingga saat ini belum ada laporan negatif terkait aktivitas pariwisata di Sleman selama libur Nataru. Ia menegaskan seluruh pemangku kepentingan diminta memberi pelayanan terbaik kepada wisatawan.
“Sejauh ini tidak ada laporan negatif. Dalam Rakorpim tingkat kapanewon, kami minta lurah dan seluruh OPD benar-benar menyiapkan semuanya. Wisatawan ini mendatangkan rezeki bagi Kabupaten Sleman, jadi harus kita sambut sebaik-baiknya,” tegasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PSS Sleman fokus ke final Liga 2 usai promosi. Fachrudin Aryanto sebut “Bablaske” jadi motivasi juara.
Simak cara cetak STNK setelah bayar pajak online lewat SIGNAL. Praktis, tanpa antre, dan resmi berlaku 2026.
Nadiem Makarim tampil dengan gelang detektor saat sidang kasus korupsi Chromebook Rp2,18 triliun. Kini berstatus tahanan rumah.
Pemkab Magelang perkuat data kependudukan untuk tekan kemiskinan. Inovasi pelayanan cepat hingga 1 jam terus dikembangkan.
Pemda DIY buka peluang bantuan lampu Stadion Mandala Krida, namun masih menunggu persetujuan KPK sebelum realisasi.
Googlebook resmi diperkenalkan sebagai laptop AI Gemini generasi baru. Simak fitur, keunggulan, dan jadwal rilis 2026.