Ledakan MAN 3 Padang, Densus 88: Terduga Pelaku Seorang Pelajar
Densus 88 mengungkap terduga pelaku kasus ledakan di MAN 3 Padang merupakan pelajar berusia 17 tahun. Polisi masih mendalami motif dan sasaran.
Ratih Dianingtyas Kurnia. /Istimewa.
Harianjogja.com, SLEMAN—Desain produk tidak sekadar soal memperindah tampilan, tetapi harus mampu menjawab kebutuhan pengguna secara nyata. Produk yang baik adalah produk yang fungsional, nyaman, mudah digunakan, dan relevan dengan konteks penggunanya.
Hal tersebut disampaikan Ratih Dianingtyas Kurnia, Dosen Manajemen Rekayasa (MR) Fakultas Teknologi Industri (FTI) Universitas Islam Indonesia (UII) dalam pemaparan materi kepada mahasiswa MR FTI UII. Ia menekankan pentingnya pendekatan User-Centered Design (UCD) dalam proses perancangan produk modern.
Menurut Ratih, UCD merupakan pendekatan pengembangan produk yang menempatkan kebutuhan, perilaku, serta pengalaman pengguna sebagai fokus utama. Pendekatan ini berbasis data hasil riset pengguna, mulai dari observasi, wawancara, survei, usability testing, hingga analisis konteks penggunaan.
“Desain yang baik adalah desain yang memudahkan pengguna, bukan sekadar menambahkan banyak fungsi,” ujarnya. Ia menjelaskan, secara akademik desain yang efektif adalah desain yang mampu mengurangi beban kognitif, menyederhanakan interaksi, dan membantu pengguna mencapai tujuan secara cepat dan efisien.
Ratih menilai penambahan fitur berlebihan justru berpotensi memicu feature creep, yakni kondisi ketika kompleksitas produk meningkat tanpa memberikan nilai tambah signifikan bagi pengguna. Oleh karena itu, kualitas desain tidak diukur dari banyaknya fungsi, melainkan dari sejauh mana desain tersebut intuitif, mudah dipahami, dan benar-benar mendukung kebutuhan pengguna.
Dalam pemaparannya, Ratih juga menyoroti pentingnya pemahaman terhadap User Experience (UX). Menurutnya, produk yang baik adalah produk yang menyesuaikan kebiasaan dan preferensi pengguna, bukan sebaliknya.
“Desain produk seharusnya mengikuti kebiasaan pengguna, bukan malah memaksa pengguna untuk mengikuti desain,” katanya.
Untuk mewujudkan hal tersebut, ia menjelaskan lima tahapan Design Thinking yang perlu dipahami oleh seorang desainer produk, yakni empathize, define, ideate, prototype, dan testing. Seluruh tahapan ini saling berkaitan dan berperan penting dalam memastikan solusi desain yang dihasilkan benar-benar relevan dan bermanfaat bagi pengguna.
Ratih menegaskan bahwa desain bukan semata persoalan kreativitas visual. Lebih dari itu, desain merupakan proses pemecahan masalah yang berlandaskan empati dan keberpihakan pada pengguna.
“Desain bukan hanya soal kreativitas, tetapi tentang empati dan keberpihakan pada pengguna,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, Ratih berharap mahasiswa Manajemen Rekayasa FTI UII dapat memahami proses desain secara menyeluruh. Ke depan, mahasiswa diharapkan mampu berkontribusi dalam menghadirkan produk-produk inovatif yang tidak hanya memberikan solusi, tetapi juga menawarkan kenyamanan dan pengalaman penggunaan yang baik bagi masyarakat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Densus 88 mengungkap terduga pelaku kasus ledakan di MAN 3 Padang merupakan pelajar berusia 17 tahun. Polisi masih mendalami motif dan sasaran.
Kemendagri meminta Pemda mengoptimalkan pajak kendaraan bermotor setelah penerimaan PKB turun Rp11,58 triliun pada 2025.
Jadwal KRL Solo-Jogja Rabu 15 Juli 2026 lengkap dari Palur hingga Jogja. Tarif tetap Rp8.000, perjalanan pertama pukul 05.00 WIB.
Menteri PPPA Arifah Fauzi mengecam ancaman bom di SDN Srengseng saat MPLS karena mencederai hak anak atas rasa aman di sekolah.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 15 Juli 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur. Tarif tetap Rp8.000, keberangkatan pertama pukul 05.05 WIB.
KPK menggeledah rumah anggota BPK Bobby Adhityo Rizaldi dan menyita barang bukti elektronik terkait penyidikan suap audit Muara Enim.