Tiket Ludes 15 Menit, MJM 2026 Siap Dongkrak Wisata Jogja
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
Kusir menyiapkan andongnya di Malioboro. /Harian Jogja.
Harianjogja.com, JOGJA—Pemerintah Daerah (Pemda) DIY memastikan paket wisata yang ditawarkan di wilayahnya telah mengedepankan pengalaman bermakna bagi wisatawan, seiring meningkatnya tren experience economy pada 2025–2026.
Kepala Bapperida DIY, Danang Setiadi, menjelaskan experience economy merupakan konsep ekonomi yang menempatkan pengalaman, emosi, cerita, dan memori sebagai nilai utama, bukan sekadar produk atau jasa. Menurutnya, pariwisata Jogja sejatinya telah lama menerapkan konsep tersebut melalui kekayaan budaya yang dimiliki.
“Walaupun tidak menggunakan diksi experience economy, pada praktiknya pariwisata Jogja sudah menerapkan hal tersebut,” ujarnya, Rabu (7/1/2026).
Untuk memperkuat sektor ini, Pemda DIY berupaya menjaga budaya sebagai sumber inspirasi sekaligus kekuatan ekonomi, antara lain melalui penciptaan pemandu wisata yang mampu menceritakan kebudayaan Jogja secara menarik dan kontekstual.
Untuk mendorong penguatan sektor ini, Pemda DIY berupaya menjaga budaya itu sendiri sebagai sumber inspirasi, juga memanfaatkan dan menggunakan budaya itu untuk kekuatan ekonomi. “Contoh kegiatan yang dilakukan Pemda DIY dengan menciptakan pemandu wisata yang mampu menceritakan mengenai kebudayaan Jogja,” katanya.
Di samping itu, Pemda DIY berkolaborasi dengan industri untuk menciptakan paket-paket wisata yang menyajikan pengalaman pada wisatawan mengenai seni tradisi budaya Jogja. “Keramahan warga Jogja menjadi modal untuk menciptakan suasana makro yang membuat orang yang datang ke Jogja merasa menjadi bagian dari daur hidup Jogja,” paparnya.
Desa wisata yang ada di Jogja menjadi potensi untuk experience tourism dengan menghadirkan pengalaman hidup masyarakat Jogja. “Ada juga wisata dengan kepemanduan atau storytelling khusus yang menawarkan cerita sejarah seperti Jelajah Wisata Kotagede atau trekking alam seperti di TNGM [Taman Nasional Gunung Merapi],” ungkapnya.
Sebelumnya, Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios), Bhima Yudhistira, mengatakan berdasarkan analisis Celios, proyeksi perputaran uang dari tren experience economy 2026 secara nasional mencapai Rp442,2 triliun.
“Potensi experience economy di Jogja cukup besar karena menjadi destinasi wisata mulai dari wellness, cafe, atraksi budaya, konser musik dan pameran seni. Ada 5 juta lebih pelancong ke Jogja selama natal dan tahun baru, sebagian melakukan belanja experience economy,” kata dia.
Penguatan wisata berbasis pengalaman ini diharapkan mampu meningkatkan daya saing pariwisata DIY sekaligus memperpanjang lama tinggal wisatawan di Jogja.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
Merah Putih Malioboro 2026 digelar Sabtu 15 Agustus. Cek 8 titik penutupan dan pengalihan arus lalu lintas di Jogja.
Rosan Roeslani menyebut 110 investor dan family office Asia merespons positif pengembangan PFII yang tahap awalnya disiapkan di Jakarta.
Harga iPhone 18 Pro diprediksi mencapai Rp24,9 juta atau naik sekitar Rp5 juta akibat lonjakan biaya komponen memori.
Rumah bukan sekadar bangunan fisik, melainkan ruang tumbuh yang aman secara emosional, psikologis, dan spiritual bagi anak maupun orang tua.
Memetri Kaistimewan DIY digelar di Lapangan Paseban Bantul, Sabtu 15 Agustus 2026. Ada senam, donor darah, jathilan, workshop hingga pertunjukan tari kolosal.