Normalisasi Jalan Selokan Mataram Sleman Dilanjutkan, 11 Lahan Dibebaskan
Normalisasi Jalan Selokan Mataram Sleman dilanjutkan. Sebanyak 11 bidang lahan akan dibebaskan pada 2027 untuk pelebaran jalan.
Foto ilustrasi irigasi pertanian / foto dibuat menggunakan Artificial Intelligence ChatGPT
Harianjogja.com, SLEMAN — Pemerintah Kabupaten Sleman mengalokasikan anggaran APBD 2026 untuk program asuransi pertanian, sebagai upaya memberi kepastian bagi petani dalam mengembangkan sektor pertanian.
Plt. Kepala Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan (DP3) Sleman, Rofiq Andriyanto, menjelaskan program ini masih dalam tahap uji coba melalui demonstrasi plot (demplot). “Lokasi demplot saat ini ada di Bulak Ngaglik, Sumbersari, dan Moyudan, masing-masing seluas sepuluh hektare, khususnya untuk lahan rawan serangan hama tikus,” kata Rofiq, Minggu (11/1/2026).
Setiap hektare lahan mendapat premi asuransi Rp1,8 juta. Sistem ini mirip asuransi manusia, di mana petani bisa mengajukan klaim gagal panen sesuai ketentuan. Pemilihan lokasi uji coba berdasarkan pengalaman tahun sebelumnya, ketika serangan hama tikus merusak 7–8 hektare lahan.
DP3 mencatat, per 5 Januari 2026, 559 hektare sawah di Sleman terserang organisme pengganggu tanaman (OPT) berupa tikus. Rinciannya: ringan 410 hektare, sedang 81 hektare, berat 42 hektare, dan puso 26 hektare.
Dari total area tersebut, 135 hektare berhasil dikendalikan. Tiga kapanewon dengan serangan paling luas adalah Minggir 183 ha, Moyudan 154 ha, dan Godean 142 ha.
Bupati Sleman, Harda Kiswaya, menambahkan, pihaknya masih membahas penerapan asuransi pertanian untuk seluruh wilayah Sleman.
“Harapan saya program ini bisa diterapkan luas, tapi perlu dibicarakan soal anggaran. Sleman baru dipangkas transfer keuangannya Rp240 miliar, jadi cukup menantang,” ujar Harda.
Program ini menjadi langkah pertama Sleman menggunakan APBD untuk asuransi pertanian, setelah sebelumnya tanggung jawab gagal panen ditanggung Kementerian Pertanian, yang kini mundur dari program tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Normalisasi Jalan Selokan Mataram Sleman dilanjutkan. Sebanyak 11 bidang lahan akan dibebaskan pada 2027 untuk pelebaran jalan.
KBRI Bangkok mengimbau WNI di Thailand memantau cuaca dan kondisi jalan untuk mengantisipasi banjir hingga 7 Oktober 2026.
Hashim mundur dari WIFI. Pengamat menilai Internet Rakyat dan pemanfaatan spektrum 1,4 GHz tetap berjalan sesuai komitmen perusahaan.
DPRD Kota Jogja mendorong pengembangan UMKM secara merata hingga tingkat kampung melalui promosi, pemasaran, dan dukungan berkelanjutan.
Cek Kesehatan Gratis atau CKG telah menjangkau 99,1 juta jiwa pada 2026 dan ditargetkan mencapai 130 juta jiwa.
Buruh masih mengawal 10 isu dalam RUU Pelindungan Ketenagakerjaan, mulai dari upah, PHK, outsourcing hingga JKP.