Pilur Bantul 2026, Calon Lurah Sabdodadi Bicara Digitalisasi Ekonomi
Calon Lurah Sabdodadi Sulistiyo menawarkan pembangunan berbasis marketing dan teknologi untuk meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan warga.
Taman Budaya. - Foto ilustrasi dibuat oleh AI/ChatGPT
Harianjogja.com, BANTUL—Pemerintah Kabupaten Bantul melalui Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) memastikan pembangunan Taman Budaya Bantul akan segera memasuki tahap lelang pada Januari 2026. Proyek penyediaan ruang seni dan budaya ini dirancang dikerjakan secara bertahap hingga selesai.
Kepala DPUPKP Bantul, Jimmy Alran Manumpak Simbolon, mengatakan saat ini pihaknya masih mempersiapkan dokumen administrasi serta melakukan koordinasi lintas instansi agar proses lelang dapat segera dilaksanakan.
“Informasi awalnya, lelang kami upayakan bisa dimulai bulan ini. Saat ini kami masih mempersiapkan semuanya dan terus berkomunikasi dengan pemerintah terkait termasuk Paniradya Kaistimewan,” ujar Jimmy, Selasa (20/1/2026).
Jimmy menjelaskan, setelah proses lelang rampung, pekerjaan fisik tidak serta-merta dimulai. Tahapan awal pembangunan akan difokuskan pada pematangan lahan sebelum masuk ke tahap pembangunan gedung.
“Item pekerjaannya ada dua tahap, pertama pematangan lahan, kemudian pembangunan gedung. Pekerjaan fisik lainnya diperkirakan memakan waktu sekitar empat sampai lima bulan,” jelasnya.
Pada tahap awal pembangunan, DPUPKP Bantul menyiapkan anggaran sekitar Rp20,8 miliar. Dana tersebut bersumber dari Dana Keistimewaan dan akan digunakan untuk membangun pendapa serta sejumlah bangunan pendukung lainnya.
Secara keseluruhan, kebutuhan anggaran pembangunan Taman Budaya Bantul diperkirakan mencapai sekitar Rp170 miliar. Namun, proyek ini tidak ditargetkan rampung dalam satu tahun anggaran, melainkan direalisasikan secara bertahap menyesuaikan kemampuan pendanaan.
“Karena keterbatasan anggaran jadi dibuat bertahap pembangunannya,” kata dia.
Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan Bantul, Yanatun Yunadiana, menyampaikan bahwa pembangunan Taman Budaya Bantul memang telah dirancang mulai berjalan pada 2026 secara bertahap. Seluruh proses perencanaan, penganggaran, hingga pelaksanaan fisik ditangani oleh DPUPKP Bantul.
Ia menegaskan bahwa pendanaan proyek Taman Budaya Bantul sepenuhnya bersumber dari Dana Keistimewaan.
“Taman Budaya Bantul direncanakan berlokasi di Kamijoro, Kalurahan Sendangsari, Kapanewon Pajangan. Fasilitasnya meliputi pendapa, panggung terbuka, panggung tertutup, ruang latihan seni, hingga museum,” kata Yanatun.
Yanatun berharap keberadaan Taman Budaya Bantul nantinya dapat menjadi ruang ekspresi sekaligus pusat pengembangan bagi para seniman dan budayawan di Kabupaten Bantul.
Jika sesuai dengan perencanaan, proyek pembangunan Taman Budaya Bantul akan mulai dikerjakan pada 2026 dan dikembangkan secara berkelanjutan pada tahun-tahun berikutnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Calon Lurah Sabdodadi Sulistiyo menawarkan pembangunan berbasis marketing dan teknologi untuk meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan warga.
Pemkab Pekalongan meminta mitra MBG patuh SOP, menjaga keamanan pangan, dan memperbesar penyerapan produk lokal dari petani hingga nelayan.
Ekonomi Vietnam tumbuh 9,95% pada kuartal III/2026. Investasi asing dan produksi pabrik menjadi pendorong utama pertumbuhan.
Harga kakao dunia kembali naik pada 2026. Petani masih terkendala produktivitas, sementara industri Indonesia bergantung pada impor biji kakao.
Pengamat UGM Fahmy Radhi menilai Bahlil rangkap Menko Hilirisasi dan Menteri ESDM berpotensi menimbulkan pemborosan anggaran.
Program Gentengisasi Prabowo dimulai dengan penyaluran 500.000 genteng UMKM Plered untuk meningkatkan kualitas hunian MBR.