Minat Investor China Melejit, Target Panda Bond RI Naik
Target Panda Bond Indonesia berpotensi naik di atas USD 1 miliar seiring tingginya minat investor China.
Pengenalan pesantren sejak dini dinilai penting membentuk mental anak. Muallimat Muhammadiyah dorong pendidikan karakter melalui Unyil. /Istimewa.
Harianjogja.com, JOGJA—Upaya membangun generasi berkarakter dinilai perlu dimulai sejak usia dini, salah satunya melalui pengenalan lingkungan pondok pesantren kepada anak-anak. Langkah tersebut diyakini mampu menanamkan kekuatan mental, kedisiplinan, serta kesiapan menghadapi tantangan sejak masa sekolah dasar.
Pandangan tersebut disampaikan Direktur Muallimat Muhammadiyah, Unik Rosyidah di sela membuka kompetisi Semarak Islam Uji Nyali Insan Cilik atau Si Unyil XIII yang berlangsung pada Minggu (18/1/2026). Dalam kesempatan itu, ia menekankan pentingnya memperkenalkan sistem pendidikan pesantren sejak awal agar anak terbiasa dengan pola hidup terstruktur dan bernilai karakter.
Menurut Unik, pesantren tidak hanya berfungsi sebagai lembaga pendidikan agama, tetapi juga memiliki peran strategis dalam membentuk mental anak. Melalui pembiasaan disiplin, pengelolaan waktu yang ketat, serta kurikulum akademik yang tertata, pesantren dinilai mampu membangun fondasi karakter yang kuat.
“Pesantren adalah salah satu kebutuhan untuk membangun generasi yang kuat secara mental. Di dalamnya anak-anak tidak hanya belajar akademik, tetapi juga dilatih disiplin dan mampu mengatur waktu dengan baik,” ujarnya.
Selain menyoroti peran pesantren, Unik juga menyinggung keberlangsungan kegiatan yang telah digelar secara konsisten selama bertahun-tahun. Kegiatan tersebut merupakan ajang perlombaan sekaligus festival anak sekolah dasar yang dirancang sebagai sarana pembinaan mental dan karakter sejak usia dini.
Ia menjelaskan, hal itu menjadi ruang pembelajaran bagi anak-anak yang tergabung dalam generasi Islam untuk mengenal kompetisi secara sehat. Lebih dari sekadar perlombaan, kegiatan ini diarahkan untuk menumbuhkan keberanian, rasa percaya diri, serta mental berprestasi yang berimbang.
“Kami ingin menanamkan bahwa kekuatan bukan hanya diukur dari kemenangan, tetapi dari keberanian berkompetisi dan semangat untuk berprestasi. Kegiatan seperti ini penting untuk melatih mental anak-anak,” katanya.
Unik menegaskan, orientasi utama kegiatan tersebut tidak berfokus pada aspek fisik, melainkan pada penyediaan ruang interaksi dan aktivitas positif yang sesuai dengan fase usia aktif anak-anak. Dengan kegiatan terarah, anak-anak diharapkan memiliki alternatif aktivitas yang edukatif sekaligus membangun aspek sosial dan emosional mereka.
“Yang utama adalah memberikan wadah agar anak-anak bisa berinteraksi dan disibukkan dengan kegiatan yang positif. Terutama bagi mereka yang sudah lama mengikuti kegiatan, perlu ada alternatif aktivitas yang mendidik dan membangun karakter,” ungkapnya.
Melalui pelaksanaan kegiatan Unyil yang terintegrasi, Muallimat Muhammadiyah berupaya menghadirkan lingkungan pembinaan yang berkelanjutan bagi anak-anak usia sekolah dasar, sekaligus memperkuat peran pesantren sebagai ruang pendidikan karakter dan mental generasi masa depan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Target Panda Bond Indonesia berpotensi naik di atas USD 1 miliar seiring tingginya minat investor China.
Kasus dugaan korupsi mesin susu DIY disorot. Proyek Rp4,62 miliar belum bisa dimanfaatkan, Kejati sita 35 dokumen.
Zico sebut Jepang kini lebih kuat jelang lawan Brasil di Piala Dunia 2026. Samurai Biru tak lagi bisa diremehkan.
Sensus Ekonomi 2026 di Sleman resmi dimulai. Data usaha jadi dasar kebijakan dan arah pembangunan ekonomi daerah.
Kirab perpisahan 514 taruna Akmil di Magelang berlangsung meriah. Tradisi ini jadi simbol kedekatan taruna dan masyarakat.
Stasiun Gambir akan melayani KRL dan kereta jarak jauh. Transformasi ini menjadikannya hub transportasi terintegrasi di Jakarta.