Kejurda Esports DIY 2026 Jadi Ajang Jaring Atlet Menuju PON 2028
Kejurda Esports DIY 2026 diikuti 209 atlet dan menjadi ajang penjaringan bibit untuk Porda 2027 serta PON 2028.
Murid SMPN 1 Bantul mengembalikan ompreng seusai menyantap MBG di sekolah tersebut, Rabu (21/1/2026). Pemkab Bantul menyebut dari target 98 SPPG yang akan didirikan di wilayah ini sudah beroperasi sebanyak 82 SPPG. - Harian Jogja/Yosef Leon
Harianjogja.com, BANTUL—Upaya memperluas jangkauan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Bantul terus dipercepat seiring meningkatnya kebutuhan pemenuhan gizi anak usia sekolah, dengan penguatan peran Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sebagai tulang punggung layanan.
Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Dikpora) Kabupaten Bantul mencatat, total SPPG yang ditargetkan berdiri di wilayah ini mencapai 98 unit. Dari jumlah tersebut, 82 SPPG telah beroperasi, sementara 16 unit lainnya masih dalam proses menuju operasional penuh.
Kepala Dikpora Bantul, Nugroho Eko Setyanto, menyampaikan harapan agar seluruh anak di Bantul dapat segera terlayani program MBG melalui jaringan SPPG. Meski demikian, pelaksanaannya dilakukan secara bertahap dengan tetap mengacu pada standar yang telah ditetapkan.
“Dengan data ini, tentu harapan kami semua anak bisa tersasar dan menikmati program MBG. Namun prosesnya bertahap, karena pendirian SPPG harus sesuai standar, termasuk dengan pendampingan dari Dinas Kesehatan,” ujarnya, Rabu (21/1/2026).
Menurut Nugroho, Dikpora memberikan dukungan penuh terhadap program MBG karena pemenuhan gizi berdampak langsung pada kualitas pendidikan dan mutu sumber daya manusia, khususnya peserta didik. Asupan gizi yang baik dinilai mampu menunjang proses belajar, baik di sekolah maupun di lingkungan keluarga.
Ia menambahkan, meskipun terdapat sejumlah tantangan dalam pelaksanaan, program MBG di Bantul relatif minim permasalahan. Kondisi ini tidak terlepas dari kerja sama lintas sektor serta dukungan teknologi informasi dan komunikasi yang mempercepat koordinasi antarpihak. “Kalau dibandingkan daerah lain, di Bantul relatif minim masalah. Ini hasil kerja bersama semua pihak,” katanya.
Lebih jauh, Nugroho menekankan bahwa program MBG tidak semata bertujuan memenuhi kebutuhan gizi anak, tetapi juga membentuk sikap dan karakter. Melalui kebiasaan makan bersama di sekolah, anak-anak dilatih disiplin waktu agar tidak mengganggu jam pelajaran, memahami nilai gizi makanan, hingga belajar mengelola sampah.
“Anak-anak dibiasakan cuci tangan, berdoa sebelum dan sesudah makan, makan tertib, lalu membersihkan sisa makanan. Efeknya multi, bukan hanya soal nutrisi, tapi juga pembentukan karakter,” jelasnya.
Sekretaris Daerah Bantul, Agus Budi Raharja, menyebutkan dari 98 SPPG yang ditargetkan, sebanyak 82 telah berjalan dan melayani sekitar 205.000 penerima manfaat. Ia bersyukur dalam beberapa waktu terakhir tidak ada lagi laporan kasus keracunan makanan di Bantul.
“Kami selalu terpadu melalui Satgas. Saya minta seluruh pihak, termasuk fasilitas kesehatan, terus merapat ke SPPG agar pencegahan keracunan dan dampak negatif dari pengolahan makanan massal bisa diminimalkan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kejurda Esports DIY 2026 diikuti 209 atlet dan menjadi ajang penjaringan bibit untuk Porda 2027 serta PON 2028.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Sabtu 3 Oktober 2026 tersedia 10 perjalanan. Cek jadwal lengkap dari Jogja dan Kutoarjo.
Jadwal KA Bandara YIA Sabtu 3 Oktober 2026 tersedia 24 perjalanan. Simak jadwal YIA-Tugu dan Tugu-YIA lengkap beserta tipsnya.
Jadwal KRL Solo-Jogja dari Palur pada Sabtu 3 Oktober 2026 tersedia mulai pukul 05.00 WIB. Simak jadwal lengkap tiap stasiun.
Jadwal KRL Jogja-Solo Sabtu 3 Oktober 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal lengkap tiap stasiun dan tarifnya Rp8.000.
Indonesia masih berpeluang menambah emas Asian Games 2026 lewat sepak takraw dan padel setelah mengoleksi 35 medali.