Kelok 23 Dibuka, DPRD Minta Pemkab Bantul Kembangkan Destinasi Wisata di Luar Pansela
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul diminta tidak hanya mengandalkan kawasan Pantai Selatan (Pansela) sebagai tujuan wisata,
Kantor BPBD Bantul./ Harian Jogja
Harianjogja.com, BANTUL—Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul fokus tangani 14 titik prioritas terdampak bencana hidrometeorologi 26 Desember 2025 yang krusial akses mobilitas dan distribusi ekonomi masyarakat.
Kerusakan infrastruktur vital meliputi jembatan dan dam Pajangan, jembatan Tirtosari, ruas jalan Selopamioro, serta lokasi penghubung antar-kalurahan lainnya.
Kepala Pelaksana BPBD Bantul Mujahid Amrudin menyampaikan, bencana hidrometeorologi pada akhir Desember lalu menimbulkan kerusakan signifikan pada sejumlah infrastruktur vital, mulai dari jembatan, dam, hingga ruas jalan penghubung antarkalurahan.
“Bersama instansi terkait, kami mengidentifikasi sedikitnya 14 lokasi prioritas yang terdampak. Ini mencakup jembatan dan dam di wilayah Pajangan, jembatan di Tirtosari, serta ruas jalan di Selopamioro dan beberapa titik lainnya yang menjadi sarana vital masyarakat,” ujar Mujahid, Kamis (21/1/2026).
Menurut Mujahid, penanganan darurat telah dilakukan segera setelah bencana terjadi. BPBD Bantul mengerahkan sekitar 250 personel gabungan yang terdiri dari unsur TNI, Polri, serta relawan Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB).
Selama dua hari penanganan, tim fokus pada dampak langsung berupa pohon tumbang yang tercatat mencapai sekitar 150 titik, dengan konsentrasi terbanyak berada di Kapanewon Sanden. Posko utama penanganan darurat saat itu dipusatkan di Kalurahan Srigading.
Mujahid menegaskan, kewenangan BPBD terbatas pada fase tanggap darurat. Sementara untuk tahap pemulihan dan perbaikan permanen di 14 titik prioritas, diperlukan koordinasi lintas instansi, mengingat sebagian infrastruktur berada di bawah kewenangan pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat.
“Dalam konteks darurat, kami pasti turun langsung. Tetapi untuk pemulihan permanen, ini perlu mekanisme dan koordinasi agar respons waktunya bisa lebih cepat dan tepat,” katanya.
Saat ini, Kabupaten Bantul masih berstatus siaga darurat bencana hidrometeorologi sejak Oktober 2025. Status tersebut memungkinkan pemerintah daerah menyiapkan seluruh sumber daya, termasuk pemanfaatan Belanja Tidak Terduga (BTT), guna mendukung penanganan dampak bencana.
Mujahid menambahkan, seluruh laporan dampak bencana yang terjadi pada 21 November dan 26 Desember 2025 telah disampaikan kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Pemerintah daerah kini menunggu skema lanjutan terkait dukungan percepatan penanganan di 14 titik prioritas tersebut.
“Komunikasi dengan BNPB sudah kami lakukan. Harapannya, ada solusi percepatan penanganan karena titik-titik ini menyangkut kepentingan masyarakat luas,” pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul diminta tidak hanya mengandalkan kawasan Pantai Selatan (Pansela) sebagai tujuan wisata,
SUV boxy makin populer di pasar global. Desainer Chery menilai desain mengotak bukan sekadar tren dan punya alasan fungsional.
Amri/Nita meraih medali perak Asian Games 2026 setelah kalah 19-21, 8-21 dari Jiang Zhen Bang/Wei Ya Xin di final.
Tiongkok menjadi negara dengan gelar juara umum Asian Games terbanyak. Simak daftar gelar Tiongkok, Jepang, dan posisi terbaik Indonesia.
Peneliti UPN Veteran Yogyakarta mengembangkan model branding kopi berbasis kearifan lokal untuk memperkuat daya saing kopi Indonesia di pasar global.
Cara mematikan download otomatis WhatsApp di Android dan iPhone agar foto, video, audio, serta dokumen tidak memenuhi memori HP