Update Trans Jogja 2026: Rute Baru dan Tarif Terjangkau
Rute Trans Jogja 2026 makin luas hingga pinggiran. Tarif tetap murah, jadi solusi transportasi hemat dan bebas macet di Jogja.
Foto ilustrasi pohon tumbang di tengah jalan. /ANTARA FOTO-Budi Candra Setya
Harianjogja.com, JOGJA—Cuaca ekstrem berupa angin kencang melanda sejumlah wilayah di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sejak Jumat (23/1/2026) malam hingga Sabtu (24/1/2026) siang. Dampak paling serius terjadi di Kabupaten Sleman dengan laporan dua korban jiwa serta puluhan titik kerusakan akibat pohon tumbang dan gangguan infrastruktur.
Data Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) BPBD DIY hingga Sabtu (24/1/2026) pukul 12.30 WIB menyebutkan, fenomena ini dipicu aktivitas angin kencang di lapisan udara atas 925 mb atau sekitar 762 meter di wilayah Jawa. Kecepatan angin tercatat berkisar antara 10–45 knot atau setara 18–83 kilometer per jam, yang dipengaruhi secara tidak langsung oleh Siklon Tropis Luana di sekitar Pantai Barat Laut Australia.
Kabupaten Sleman menjadi wilayah dengan dampak paling luas. BPBD mencatat 29 titik kejadian yang tersebar di lima kapanewon, yakni Cangkringan, Pakem, Turi, Sleman, dan Depok. Dampak yang ditimbulkan meliputi dua korban jiwa, 32 pohon tumbang, 11 akses jalan terganggu, 11 jaringan listrik mengalami kerusakan, 10 rumah rusak, serta satu kendaraan terdampak.
Di Kota Jogja, angin kencang dilaporkan terjadi di tujuh titik yang tersebar di enam kemantren, antara lain Mergangsan, Kotagede, Gondomanan, dan Gedongtengen. Dampak yang ditimbulkan berupa enam pohon tumbang, satu tempat usaha terdampak, serta satu menara atau tower mengalami kerusakan.
Sementara itu, Kabupaten Bantul melaporkan satu kejadian angin kencang di Kapanewon Banguntapan dengan dampak satu pohon tumbang. Adapun Kabupaten Kulon Progo dan Kabupaten Gunungkidul hingga laporan ini disusun tidak mencatat adanya kejadian cuaca ekstrem.
BPBD DIY menyebutkan, penanganan kejadian melibatkan berbagai unsur, di antaranya Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD, BPBD kabupaten/kota se-DIY, Kampung Tangguh Bencana (KTB), TNI, Polri, Tagana, pemerintah kalurahan dan kapanewon, PLN, komunitas relawan penanggulangan bencana, serta masyarakat.
“Upaya yang dilakukan meliputi asesmen lapangan, penanganan darurat, serta koordinasi dengan pihak terkait,” demikian keterangan dalam laporan Pusdalops PB BPBD DIY.
BPBD DIY mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem susulan, terutama di wilayah rawan pohon tumbang dan jaringan listrik, serta segera melaporkan kejadian darurat melalui kanal resmi BPBD. Data dalam laporan ini bersifat sementara dan dapat berubah sesuai pembaruan di lapangan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Rute Trans Jogja 2026 makin luas hingga pinggiran. Tarif tetap murah, jadi solusi transportasi hemat dan bebas macet di Jogja.
Jadwal KRL Jogja-Solo hari ini Minggu 28 Juni 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Pertamina mempercepat distribusi BBM subsidi di Madura untuk mengurai antrean Pertalite dan Solar di sejumlah SPBU di empat kabupaten.
Australia memperketat larangan media sosial bagi anak di bawah 16 tahun dengan menaikkan denda hingga Rp1,1 triliun dan memperluas pengawasan.
Simak lima fakta menarik Tanjung Verde, debutan Piala Dunia 2026 yang sukses lolos ke babak 32 besar dan akan menghadapi Argentina.
BPKH membuka rekrutmen pegawai 2026 untuk delapan posisi Asisten Manajer. Simak syarat, daftar formasi, dan jadwal penutupan pendaftaran.