Kesbangpol Kulonprogo Perkuat Pencegahan Kenakalan Remaja di Sekolah
Kesbangpol Kulonprogo menggencarkan program Goes to School di 46 sekolah untuk mencegah kenakalan remaja, bullying, judi online, dan tawuran pelajar.
Suasana di YIA. Anisatul Umah-Harian Jogja
Harianjogja.com, KULONPROGO—Pengembangan konsep wisata berbasis perjalanan terpadu mulai disiapkan Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Kulonprogo melalui rencana pengembangan open trip di kawasan Bumi Binangun. Program ini dirancang untuk menghubungkan berbagai destinasi dan desa wisata, baik di Kulonprogo maupun wilayah sekitarnya.
Skema open trip tersebut tidak hanya mencakup destinasi lokal, tetapi juga akan diintegrasikan dengan tujuan wisata di luar daerah seperti Kota Jogja, Sleman, hingga Magelang. Integrasi lintas wilayah ini diharapkan memberikan kemudahan bagi wisatawan sekaligus memperluas daya tarik perjalanan wisata berbasis paket.
Kepala Dispar Kulonprogo, Sutarman, menjelaskan bahwa konsep open trip juga dapat dipadukan dengan agenda sport tourism yang tersebar di sejumlah destinasi wisata. Menurutnya, pengembangan ini bertujuan meningkatkan jumlah kunjungan sekaligus memperpanjang lama tinggal wisatawan di Kulonprogo.
Keunggulan akses transportasi menjadi salah satu pertimbangan utama. Keberadaan Bandara Internasional Yogyakarta (YIA), Stasiun Wates, serta jaringan jalan nasional yang terhubung dengan provinsi tetangga dinilai sangat mendukung kebutuhan wisatawan akan layanan open trip yang terintegrasi.
“Kita membuat open trip bisa diintegrasikan dengan kunjungan tujuan ke DIY. Jadi di Tourism Information Center (TIC) Bandara YIA sering wisatawan bertanya ingin ke Borobudur, Prambanan, Keraton, dan Gunungkidul. Kami harapkan nanti open trip dan paket wisata dapat dibantu promosi di Bandara YIA agar terinformasikan,” kata Sutarman kepada wartawan, Senin (26/1/2026).
Ia mengungkapkan, saat ini sudah tersedia empat video informasi wisata yang ditayangkan di Bandara YIA. Namun, paket wisata open trip secara resmi masih dalam tahap persiapan. Dispar Kulonprogo menargetkan paket tersebut dapat segera direalisasikan dengan biaya yang proporsional dan tidak memberatkan wisatawan.
Pengelola Bandara YIA juga telah menyiapkan ruang khusus untuk penempatan QR Code. Fasilitas ini memungkinkan wisatawan yang baru tiba di bandara mengakses informasi dan layanan paket wisata open trip secara digital dengan lebih mudah.
“Destinasi viral diharapkan terus bermunculan karena itu dapat menyokong meningkatnya jumlah wisatawan yang datang,” ungkapnya.
Selain pengembangan paket perjalanan, Dispar Kulonprogo juga memberikan perhatian pada kualitas destinasi wisata. Salah satunya dengan menyiapkan satu paket pembersihan di kawasan Kebun Teh Nglinggo yang sempat mendapat sorotan netizen karena dinilai kurang terawat.
Menurut Sutarman, potensi wisata Kebun Teh Nglinggo masih sangat memadai sehingga perlu mendapatkan penanganan serius agar tetap menarik minat wisatawan. Wisata alam disebut masih menjadi primadona, terlebih destinasi yang mampu memberikan pengalaman langsung bagi pengunjung.
“Kebun Teh Nglinggo juga akan bisa menjadi tujuan open trip yang dapat kami kembangkan ke depan karena di sekitarnya terdapat banyak destinasi dataran tinggi yang sudah dikenal luas,” ucap Sutarman.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kesbangpol Kulonprogo menggencarkan program Goes to School di 46 sekolah untuk mencegah kenakalan remaja, bullying, judi online, dan tawuran pelajar.
Timnas Indonesia mewaspadai permainan disiplin Kamboja pada laga pembuka Grup A Piala AFF 2026 di Stadion Pakansari.
PAN Bantul menargetkan kebangkitan pada Pemilu 2029 dengan tambahan tokoh lama, relawan hingga tingkat TPS, dan target enam kursi DPRD.
Sebanyak 656 personel gabungan disiagakan untuk mengamankan rangkaian Tipitaka Chanting dan Asalha Mahapuja 2570 BE/2026 di Candi Borobudur.
Prabowo meminta simulasi baru kenaikan harga minyak untuk menjaga APBN dan harga BBM subsidi tetap stabil hingga akhir 2026.
Sebanyak delapan SPPG di Gunungkidul belum beroperasi sehingga ribuan siswa masih menunggu penyaluran Program Makan Bergizi Gratis.