Lawan Iran Jadi Ujian Terakhir, Timnas Voli Putra Indonesia Kejar Tiket Perempat Final
Timnas voli putra Indonesia hadapi Iran di laga penentu Pool B Asian Games 2026, Selasa 29 September pukul 14.00 WIB. Cek jadwal dan peluangnya.
Tangkapan layar
Harianjogja.com, SLEMAN—Polresta Sleman menyelidiki insiden cekcok antara seorang pengemudi ojek daring Maxim dan mahasiswi yang terjadi di Jalan Ali Maksum, Nogotirto, Kapanewon Gamping, Sleman, Minggu (1/2/2026).
Kasus ini menyita perhatian publik seusai video perselisihan terkait penolakan pembayaran QRIS maupun transfer tersebut beredar luas di media sosial.
Penanganan perkara dilakukan untuk memastikan kejelasan kronologi serta mencegah munculnya spekulasi liar di tengah masyarakat. Polisi menegaskan penyelidikan dilakukan secara objektif dan berlandaskan hukum yang berlaku.
Berdasarkan data yang dihimpun, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 13.30 WIB, seusai korban berinisial C.F. tiba di lokasi tujuan. Perselisihan bermula dari ketidaksepakatan terkait uang kembalian, karena pengemudi disebut tidak memiliki uang pas.
Korban kemudian menawarkan pembayaran non-tunai melalui transfer atau QRIS, namun tawaran tersebut ditolak oleh pengemudi. Situasi yang awalnya berupa perbedaan pendapat kemudian berkembang menjadi cekcok di lokasi kejadian.
Ketegangan meningkat ketika korban merekam peristiwa tersebut menggunakan ponsel. Tindakan ini diduga memicu emosi pengemudi hingga terjadi perbuatan tidak menyenangkan, yang membuat korban berteriak meminta pertolongan warga sekitar.
Seusai warga berdatangan untuk melerai, pengemudi Maxim tersebut meninggalkan tempat kejadian perkara (TKP). Rekaman video insiden itu lalu diunggah ke media sosial sekitar pukul 18.00 WIB dan memicu beragam reaksi warganet.
Menindaklanjuti viralnya kejadian tersebut, Kasi Humas Polresta Sleman AKP Salamun menjelaskan, Polsek Gamping langsung melakukan olah TKP dan pengumpulan alat bukti. Polisi telah memintai keterangan korban serta sejumlah saksi mata yang berada di lokasi saat kejadian.
"Selain itu, rekaman CCTV di sekitar Jalan Ali Maksum juga disisir guna memperkuat rangkaian peristiwa," katanya.
Seusai seluruh data dan bukti terkumpul, hasil penyelidikan akan dilaporkan secara berjenjang kepada pimpinan Polresta Sleman untuk menentukan langkah hukum selanjutnya.
"Polresta Sleman mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak menyebarkan asumsi yang belum terverifikasi," harapnya. Publik diminta menunggu hasil resmi penyelidikan kepolisian agar penanganan kasus ini dapat berjalan adil bagi semua pihak.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Timnas voli putra Indonesia hadapi Iran di laga penentu Pool B Asian Games 2026, Selasa 29 September pukul 14.00 WIB. Cek jadwal dan peluangnya.
El Nino diperkirakan berdampak hingga 2027. Pemerintah diminta memperkuat mitigasi untuk menjaga produksi dan harga pangan.
Pemerintah masih menunggu usulan DPR soal presidential threshold dalam revisi UU Pemilu sebelum menentukan sikap terkait aturan pencalonan presiden.
UGM menyiapkan penonaktifan sementara 10 mahasiswa terduga pelaku KBGO di Fakultas Teknik selama 1,5 bulan.
Kopdes Merah Putih akan beroperasi setiap hari, tetapi tidak 24 jam. Agrinas menyiapkan sistem shift untuk mendukung operasional koperasi.
Studi Canva menemukan 98% profesional Indonesia menggunakan AI untuk presentasi, dari mencari ide hingga latihan sebelum tampil.