Bantul Kucurkan Rp2,17 Miliar untuk Perbaikan 89 Rumah Tak Layak Huni
Pemkab Bantul mengalokasikan Rp2,17 miliar untuk memperbaiki 89 rumah tidak layak huni pada 2026 yang tersebar di tujuh kapanewon.
Guru - Ilustrasi Freepik
Harianjogja.com, BANTUL— Sebanyak 247 guru honorer di Kabupaten Bantul hingga kini belum diangkat menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) paruh waktu. Data tersebut mencakup guru yang mengajar di sekolah negeri maupun swasta mulai dari jenjang taman kanak-kanak (TK), sekolah dasar (SD), hingga sekolah menengah pertama (SMP).
Sekretaris Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Bantul, Titik Sunarti, mengatakan jumlah tersebut merupakan hasil pendataan internal terbaru.
“Kurang lebih ada 247 orang. Itu guru di sekolah negeri dan swasta, dari TK, SD sampai SMP,” ujarnya, Kamis (5/2/2026).
Menanggapi kondisi tersebut, Kepala Disdikpora Bantul Nugroho Eko Setyanto mengungkapkan pihaknya tengah menyiapkan skema pemberian insentif bagi guru honorer, terutama yang bertugas di sekolah negeri.
Langkah tersebut diambil sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan guru honorer yang belum masuk dalam skema P3K paruh waktu.
“Kami sedang menyiapkan pemberian insentif kepada guru honorer, khususnya di sekolah negeri, agar kesejahteraan mereka juga bisa membaik,” katanya.
Nugroho mengakui masih terdapat kesenjangan pendapatan antara guru honorer yang telah diangkat sebagai P3K paruh waktu dengan mereka yang belum memperoleh status tersebut.
“Masih ada guru honorer yang belum diangkat menjadi P3K paruh waktu, sehingga pendapatan mereka tentu berbeda dengan yang sudah diangkat,” jelasnya.
Ia menambahkan, bentuk insentif serta besaran yang akan diberikan saat ini masih dalam tahap pembahasan di internal pemerintah daerah. Namun, Bupati Bantul telah memberikan arahan agar nasib guru honorer mendapat perhatian serius.
“Skema insentifnya masih kami bahas, termasuk nominalnya. Bupati juga sudah menginstruksikan agar guru honorer ini mendapatkan perhatian khusus,” pungkas Nugroho.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Bantul mengalokasikan Rp2,17 miliar untuk memperbaiki 89 rumah tidak layak huni pada 2026 yang tersebar di tujuh kapanewon.
Gempa DIY membuat perjalanan kereta sempat dihentikan sementara. KAI Daop 6 memastikan seluruh operasional kereta kini kembali normal dan aman.
Jadwal KRL Solo-Jogja hari ini Minggu 28 Juni 2026 lengkap dari Palur hingga Yogyakarta. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Alumni FHUI 1991 menggelar reuni di Bantul dengan menanam pohon bersama lansia dan ABK sebagai legacy bagi lingkungan dan masyarakat.
Polda DIY membangun sumur bor dan menyalurkan air bersih bagi sekitar 550 warga Gunungkidul dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80.
Jadwal KRL Jogja-Solo hari ini Minggu 28 Juni 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.