Pemkab Kulonprogo Digitalisasi Retribusi, Target Terintegrasi pada 2027
Pemkab Kulonprogo dan Bank BPD DIY digitalisasi retribusi wisata, pasar, dan parkir untuk memperkuat PAD dan transparansi transaksi.
Sebanyak 163 siswa Yayasan Amal Insan Mulia Kulonprogo mengikuti Khatmil Qur’an di Exhibition Hall Taman Budaya Kulonprogo, Sabtu (7/2/2026). – Harian Jogja/Khairul Ma’arif
Harianjogja.com, KULONPROGO—Penguatan pendidikan berbasis Al-Qur’an di Kulonprogo terus digenjot melalui integrasi hafalan dan pengembangan minat bakat siswa di berbagai jenjang pendidikan. Sebanyak 163 siswa dari tingkat Kelompok Bermain (KB) IT hingga SMP IT mencatat capaian hafalan sebagai bagian dari pembentukan karakter dan kompetensi.
Pendekatan pendidikan ini tidak hanya menekankan target hafalan, tetapi juga memastikan nilai-nilai Al-Qur’an diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari siswa.
Ketua Pembina lembaga pendidikan tersebut, Wakidi, menyampaikan capaian hafalan para siswa menunjukkan perkembangan signifikan. Salah satu siswa jenjang SMP IT bahkan mampu mencapai hafalan 11,5 juz Al-Qur’an dalam kurun waktu satu tahun.
"Kami di Yayasan Amal Insan Mulia terus menekankan agar Al-Qur'an menjiwai setiap aktivitas siswa. Hal ini kami buktikan dengan penyediaan guru Al-Qur'an yang cukup banyak serta pendampingan langsung dari konsultan ahli, Ustaz Rahmatullah Al-Hafiz, untuk menjaga mutu pembelajaran," katanya kepada wartawan, Sabtu (7/2/2026).
Ia menjelaskan target hafalan setiap anak disesuaikan dengan kemampuan masing-masing. Meski berbeda, setiap perkembangan tetap diapresiasi sebagai bagian dari proses pendidikan karakter.
Ketua Pengurus lembaga tersebut, Sri Wahyuni, menyebut penguatan Al-Qur’an menjadi salah satu pilar utama sistem pendidikan yang diterapkan, bersanding dengan pengembangan minat dan bakat siswa.
"Inilah capaian terbaik yang sudah diberikan anak-anak. Kami ingin menunjukkan kepada masyarakat, baik di Kulonprogo maupun Yogyakarta [DIY], bahwa lembaga kami mengunggulkan dua hal utama yakni Al-Qur'an dan pengembangan minat bakat," tutur Sri Wahyuni.
Pengembangan minat bakat dilakukan melalui berbagai program non-akademis, antara lain menyanyi, kewirausahaan, serta bercocok tanam. Pendekatan ini dirancang agar siswa tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki keterampilan praktis.
"Minat bakat adalah cara kami mengaktualisasikan potensi unik pada setiap anak. Kami ingin mereka tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki keterampilan yang nyata," jelasnya.
Model pendidikan berbasis Al-Qur’an ini diharapkan mampu membentuk karakter kepemimpinan yang amanah dan berakhlak mulia, sekaligus memperkuat kompetensi siswa dalam bidang minat bakat sebagai bekal menghadapi tantangan masa depan di Kulonprogo.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Kulonprogo dan Bank BPD DIY digitalisasi retribusi wisata, pasar, dan parkir untuk memperkuat PAD dan transparansi transaksi.
Polresta Jogja menyatakan dugaan pungli dan pemerasan terhadap Bolosego di Alkid tak memenuhi unsur pidana setelah memeriksa 17 orang.
BGN menemukan yayasan meminta setoran per ompreng kepada mitra MBG. Sudaryono menyebut praktik tersebut bermula dari kepemimpinan sebelumnya.
Kulonprogo mengintegrasikan data pernikahan dan adminduk melalui Kado Nikah serta Bela Akta Pro untuk mempercepat layanan dokumen warga.
Tiga pos Damkar Sleman sudah berdiri, tetapi Pos Damkar Prambanan belum beroperasi karena terkendala SDM dan sarana prasarana.
Veda Ega Pratama menempati posisi kedelapan sesi latihan Moto3 Jepang di Sirkuit Motegi dengan catatan waktu 1 menit 55,597 detik.