Masa Berlaku SIM Habis? Segera Perpanjang Hari Ini 29 September di MPP Manding Bantul
Jadwal SIM Keliling Bantul September 2026 lengkap dengan lokasi, jam pelayanan, serta syarat perpanjangan SIM A dan SIM C.
Pelantikan DPW PKB DIY ditegaskan sebagai arah baru politik solutif, penguatan organisasi, kaderisasi, dan target Panca Sukses menuju 2029. /Istimewa.
Harianjogja.com, JOGJA—Pelantikan kepengurusan baru DPW PKB DIY menjadi momentum strategis bagi partai untuk memperkuat peran politik yang solutif dan berpihak pada kesejahteraan rakyat DIY, di tengah dinamika global yang kian kompleks.
Wakil Ketua DPP PKB Cucun Ahmad Syamsurijal menegaskan bahwa pengukuhan pengurus baru DPW PKB DIY tidak dimaknai sebagai seremoni semata, melainkan penanda arah baru perjuangan partai dalam pelayanan publik dan pengabdian sosial, khususnya bagi masyarakat Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Cucun memaparkan bahwa situasi dunia saat ini tengah menghadapi tantangan serius, mulai dari gejolak ekonomi global, konflik berkepanjangan di Timur Tengah dan Eropa, dampak perubahan iklim, hingga menurunnya tingkat kepercayaan publik terhadap institusi di berbagai negara. Di tengah kondisi tersebut, Indonesia dinilai masih relatif stabil, meski rakyat menginginkan lebih dari sekadar stabilitas, yakni kesejahteraan yang dirasakan secara merata.
“Dalam situasi sekarang ini, politik tidak boleh biasa-biasa saja, partai politik harus hadir sebagai solusi. PKB bisa menjadi solusi bangsa. Sehingga tidak hanya menjadi peserta pemilu, tetapi harus bermanfaat dan mendukung kepentingan rakyat serta memikul tanggung jawab kebangsaan,” katanya dalam Pelantikan Pengurus DPW PKB DIY di Jogja, Sabtu (7/2/2026)..
Ia menekankan bahwa PKB membutuhkan kader yang mampu berpikir melampaui kepentingan elektoral jangka pendek, namun tetap memiliki komitmen kuat untuk memenangkan pemilu. Menurutnya, DPW harus berfungsi sebagai mesin politik yang aktif, dengan pembagian tugas yang jelas dan program yang terukur.
“DPW bukan sekadar sekretariat, tetapi mesin politik yang hidup. Pengurus harus jelas tugasnya, program harus jelas ukurannya,” ujarnya.
Ketua DPW PKB DIY Umaruddin Masdar menyampaikan bahwa agenda awal kepengurusan baru difokuskan pada penataan struktur organisasi hingga tingkat paling bawah. Target tersebut ditetapkan untuk dituntaskan dalam tahun berjalan sebagai fondasi penguatan partai di akar rumput.
Ia juga menyinggung capaian kaderisasi PKB DIY yang sebelumnya dinilai sebagai salah satu yang terbaik di tingkat nasional, sehingga menjadi modal penting untuk melangkah ke fase berikutnya.
“DPW PKB DIY punya lima program prioritas. Pertama adalah penataan struktur dan organisasi. Kita sudah menyepakati sampai akhir tahun ini kepengurusan sampai tingkat anak ranting atau pedukuhan sudah terbentuk,” ujar Umaruddin.
Selain penguatan struktur, pelayanan kepada masyarakat melalui optimalisasi kinerja legislatif juga menjadi perhatian utama. Seluruh agenda tersebut bermuara pada target kemenangan partai dalam kontestasi politik nasional dan daerah pada tahun-tahun mendatang.
“Kelima adalah sukses Pileg, sukses Pilkada, dan sukses Pilpres 2029. Itu lima program besar yang disebut sebagai Panca Sukses DPW PKB 2026–2031,” tambahnya.
Komposisi kepengurusan DPW PKB DIY periode ini juga mencerminkan semangat inklusivitas. Umaruddin mengungkapkan bahwa lebih dari separuh jajaran pengurus diisi oleh perempuan, yang dipadukan dengan keterlibatan tokoh-tokoh muda sebagai sumber energi baru partai.
“DPW PKB DIY periode ini 53 persen pengurusnya adalah perempuan. Kenapa perempuan kita kuatkan? Karena kita sudah yakin sesuatu kalau diurus perempuan itu lebih maksimal. Perempuan itu makhluk Allah yang multitasking,” jelas Umaruddin.
Ketua Kesbangpol DIY Lilik Andi Aryanto yang turut hadir dalam kegiatan tersebut mengingatkan bahwa praktik politik seharusnya berorientasi pada pengabdian dan solusi nyata bagi masyarakat, bukan semata perebutan kekuasaan.
“Politik yang tidak semata-mata berbicara tentang kekuasaan, melainkan tentang pengabdian. Politik yang menumbuhkan persatuan, bukan perpecahan. Politik yang menghadirkan solusi, bukan sekadar wacana,” tegasnya.
Ia juga menekankan bahwa karakter sosial budaya masyarakat Jogja yang menjunjung tinggi kerukunan, sikap andhap asor, serta etika dalam perbedaan harus menjadi fondasi utama dalam kehidupan berorganisasi dan berpolitik. Nilai-nilai tersebut dipandang sebagai kunci untuk mencapai tujuan bersama dalam mewujudkan kesejahteraan rakyat dan kemajuan daerah.
Sejalan dengan itu, Pemerintah Daerah DIY terus membuka ruang kolaborasi dengan seluruh elemen masyarakat guna membangun sinergi yang sehat, menjaga stabilitas daerah, serta mendorong peningkatan kualitas pelayanan publik secara berkelanjutan.
“Saya berharap kepengurusan yang baru dikukuhkan mampu menghadirkan energi baru, gagasan segar, serta kerja nyata yang solutif bagi masyarakat. Jadilah teladan dalam integritas, kedewasaan berdemokrasi, dan kepedulian sosial,” ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jadwal SIM Keliling Bantul September 2026 lengkap dengan lokasi, jam pelayanan, serta syarat perpanjangan SIM A dan SIM C.
Dokter Yoga Yuniadi meluruskan anggapan obat hipertensi menyebabkan ginjal rusak dan menjelaskan pentingnya menjaga tekanan darah tetap terkendali.
Kuota LPG 3 kg 2027 dipangkas menjadi 8 juta ton. Pemerintah menyiapkan CNG, jargas, dan kompor listrik sebagai energi alternatif.
DPRD Kota Jogja mendorong pencegahan korupsi melalui penguatan sistem, tata kelola transparan, akuntabel, dan budaya integritas.
Polri menetapkan 196 tersangka dari 245 laporan karhutla hingga 28 September 2026. Kasus yang melibatkan korporasi juga terus didalami.
Bulog memastikan Beras Kita Premium dapat digunakan untuk kebutuhan MBG sesuai arahan pemerintah, sementara beras fortifikasi bukan pengganti beras premium.