6 Kalurahan Gunungkidul Dapat SPAM, Anggaran Capai Rp1,15 Miliar
Enam kalurahan di Gunungkidul mendapat pembangunan SPAM dengan anggaran Rp1,159 miliar untuk menambah 215 sambungan rumah.
Rekrutmen Tenaga Kerja - Ilustrasi dibuat oleh AI/StockCake
Harianjogja.com, BANTUL—Minat kerja luar negeri warga Bantul terus menunjukkan tren tinggi. Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Bantul mencatat setiap tahun menerima sekitar 300 hingga 350 berkas pendaftaran calon pekerja migran untuk diverifikasi.
Ratusan berkas tersebut masuk setelah para pendaftar mengikuti proses awal di perusahaan atau agensi penyalur resmi, sebelum akhirnya menjalani tahap verifikasi dokumen di Disnakertrans Bantul. Pengantar Kerja Ahli Pertama Disnakertrans Bantul, Umi Kadar Utami, menjelaskan instansinya berperan memastikan kelengkapan administrasi calon pekerja migran.
"Prosesnya nanti dari calon pekerjanya mendaftar dulu di perusahaan atau agensinya, kemudian nanti dibantu untuk seleksi dan dicarikan job-nya. Setelah itu datang ke dinas melengkapi syarat, kami verifikasi dokumen," ujarnya, Rabu (18/2).
Menurut Umi, proses seleksi kerja luar negeri tersebut berlangsung setiap bulan. Agensi penyalur biasanya membatasi jumlah kebutuhan tenaga kerja karena tingginya peminat. Jenis pekerjaan yang tersedia pun beragam, mulai dari perawat, asisten rumah tangga (ART), tenaga perhotelan, hingga pekerja pabrik.
"Masyarakat banyak yang berminat karena biasanya banyak fasilitas yang diperoleh termasuk dari segi gaji. Per tahun berkas verifikasi yang masuk ke kami itu 300 sampai 350 an," ungkapnya.
Kepala Disnakertrans Bantul, Agus Yuli Herwanta, menambahkan bahwa selain memiliki keterampilan sesuai kebutuhan negara tujuan, calon pekerja migran juga wajib menguasai bahasa negara penempatan. Kemampuan bahasa tersebut umumnya menjadi bagian dari tahapan seleksi yang dilakukan agensi penyalur, yang mayoritas berasal dari luar DIY.
"Untuk persyaratan biasanya standar saja, tetapi yang penting adalah keterampilan sesuai dengan pekerjaan yang dibuka. Misalnya asisten rumah tangga harus punya sertifikasi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP)," jelasnya.
Negara tujuan kerja luar negeri warga Bantul tersebar di berbagai kawasan, mulai dari Asia, Eropa, hingga Timur Tengah. Beberapa negara penempatan di antaranya Malaysia, Singapura, Taiwan, Hongkong, Turki, hingga Slovakia.
Agus menegaskan pihaknya berupaya memastikan proses tahap awal berjalan ketat demi melindungi calon pekerja migran. Disnakertrans Bantul juga mengimbau masyarakat agar mendaftar melalui agensi resmi guna menjamin keamanan dan kenyamanan selama bekerja di luar negeri, seiring tingginya minat kerja luar negeri warga Bantul dari tahun ke tahun.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Enam kalurahan di Gunungkidul mendapat pembangunan SPAM dengan anggaran Rp1,159 miliar untuk menambah 215 sambungan rumah.
Menhub Dudy Purwagandhi meninjau evakuasi KMP Putri Yasmin di Lombok. Satu penumpang meninggal dan 12 orang dirawat
Kajati DIY Sri Kuncoro menemui Wagub Paku Alam X untuk memperkuat sinergi dan siap mendampingi program Pemda DIY dalam aspek hukum.
Cristiano Ronaldo menyampaikan dukungan kepada Lionel Messi setelah ayahnya, Jorge Messi, meninggal dunia pada usia 68 tahun.
Prabowo mengusulkan Destry Damayanti sebagai calon Gubernur BI dan Aida Budiman sebagai Deputi Senior. DPR segera gelar fit and proper test.
Imigrasi menolak 9.394 paspor sepanjang Januari-Juli 2026 karena terindikasi TPPO dan pekerja migran ilegal.