56.000 Peserta BPJS Diaktifkan Lagi, Pemkab Gunungkidul Tambah Anggaran
Gunungkidul menambah anggaran BPJS Kesehatan Rp5,5 miliar menjadi Rp47,5 miliar setelah reaktivasi peserta PBI.
Sejumlah petugas sedang mengecek kondisi Rrumah Mbah Paimin yang ambruk, Sabtu (28/2/2025). - Foto istimewa BPBD Gunungkidul
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Rumah milik warga lansia bernama Paimin, 60, di Padukuhan Grogol 1, Kalurahan Grogol, Kapanewon Paliyan, Gunungkidul ambruk rata dengan tanah pada Sabtu, (28/2/2026) akibat angin kencang. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul memastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, meski kerugian ditaksir mencapai Rp10 juta.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Gunungkidul Edy Winarta menjelaskan peristiwa terjadi sekitar pukul 08.00 WIB. Rumah berbentuk limasan tersebut roboh diduga karena terpaan angin kencang, ditambah kondisi bangunan yang sudah lapuk serta struktur rumah yang sebelumnya dalam keadaan miring.
“Pemilik dapat menyelamatkan diri sehingga tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini,” kata Edy, Sabtu sore, (28/2/2026).
Seusai menerima laporan, petugas BPBD langsung menuju lokasi untuk melakukan pendataan kerusakan sekaligus berkoordinasi dengan pemerintah setempat terkait upaya penanganan. Perbaikan rumah rencananya dilakukan secara gotong royong oleh warga sekitar dengan dukungan bantuan logistik dari BPBD Gunungkidul.
“Kerugian akibat peristiwa ini ditaksir mencapai Rp10 juta. Kami juga akan memberikan bantuan logistik saat kerja bakti berlangsung,” katanya.
Salah seorang warga Padukuhan Grogol, Suro, mengatakan korban tinggal seorang diri di rumah tersebut setelah anak dan istrinya meninggal dunia beberapa tahun lalu. Saat kejadian korban berada di dalam rumah, namun hanya mengalami luka ringan karena berhasil menyelamatkan diri.
“Saat kejadian Mbah Paimin ada di rumah, tapi hanya mengalami luka ringan karena bisa menyelamatkan diri,” kata Suro.
Saat ini korban telah dibawa ke rumah saudaranya untuk mendapatkan perawatan sekaligus tempat tinggal sementara, mengingat kondisi rumah yang dimiliki sudah tidak dapat ditempati lagi seusai ambruk.
Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul Purwono mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih terjadi. Sebagai langkah kesiapsiagaan, status siaga darurat bencana hidrometeorologi di wilayah Gunungkidul telah diperpanjang hingga 31 Maret 2026.
Perpanjangan status tersebut sebelumnya dijadwalkan berakhir pada 31 Januari 2026, namun diperpanjang mengikuti kebijakan Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) serta prakiraan musim hujan yang diprediksi berlangsung hingga pertengahan April.
“Penetapan status ini juga sebagai bentuk kesiapsiagaan untuk menghadapi adanya potensi bencana di musim hujan,” katanya.
Kondisi cuaca ekstrem di Gunungkidul yang masih berpotensi terjadi dalam beberapa pekan ke depan membuat masyarakat diminta lebih waspada terhadap risiko kerusakan bangunan, terutama rumah dengan struktur lama atau lapuk, guna mengurangi dampak bencana serupa.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gunungkidul menambah anggaran BPJS Kesehatan Rp5,5 miliar menjadi Rp47,5 miliar setelah reaktivasi peserta PBI.
Dishub Sleman menata parkir Lapangan Beran Tridadi dengan tarif Rp2.000 untuk motor dan Rp5.000 bagi mobil saat non-event.
Daftar pemenang MTV VMAs 2026 lengkap. Madonna meraih tujuh piala, sedangkan Taylor Swift mencetak rekor baru dalam sejarah VMA.
Kemenimipas mengungkap hasil investigasi temuan Ombudsman di Lapas Cibinong. Lima pejabat struktural dinonaktifkan terkait peristiwa tersebut.
Siaga darurat kekeringan Bantul diperpanjang hingga akhir 2026. Sebanyak 752 tangki air telah disalurkan ke 12.186 jiwa.
Progres Bendungan Jragung mencapai 97% dan ditargetkan selesai Desember 2026 untuk menopang irigasi 4.500 hektare sawah.