Guruh Soekarnoputra Akan Dimakamkan di Sebelah Fatmawati
Guruh Soekarnoputra rencananya dimakamkan di sebelah makam Fatmawati di TPU Karet Bivak. PDIP juga kibarkan bendera setengah tiang 7 hari.
Ilustrasi petir di tengah cuaca ekstrem./Pixabay
Harianjogja.om, JOGJA-Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat Yogyakarta untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang dipicu oleh aktivitas Bibit Siklon 90S di Samudra Hindia.
Fenomena atmosfer ini diperkirakan membawa dampak signifikan berupa hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang
disertai angin kencang di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) hingga beberapa hari ke depan.
Pelaksana Harian Kepala Stasiun Meteorologi Yogyakarta, Sandy Purba Almubarak, menjelaskan bahwa meskipun intensitasnya diprediksi mulai melandai, Bibit Siklon 90S ini masih terpantau aktif hingga 8 Maret 2026.
Keberadaan pusat tekanan rendah tersebut memicu terbentuknya konvergensi serta belokan angin di sepanjang Pulau Jawa, yang secara langsung mempercepat pertumbuhan awan hujan di wilayah DIY.
“Bibit siklon 90S menyebabkan terbentuknya konvergensi angin dan belokan angin di wilayah sepanjang Pulau Jawa. Kondisi ini mendukung pertumbuhan awan hujan di sebagian besar wilayah Pulau Jawa, termasuk DIY,” ujar Sandy, Kamis (5/3/2026).
Analisis teknis BMKG menunjukkan bahwa dalam 24 jam ke depan, kecepatan angin di sekitar pusat bibit siklon tercatat sekitar 35 knot atau 65 kilometer per jam dengan tekanan udara 998 hPa.
Tren pelemahan diprediksi akan terus berlanjut dalam 48 jam ke depan hingga kecepatan angin turun ke angka 30 knot, sebelum akhirnya diperkirakan menghilang sepenuhnya dalam kurun waktu 72 jam mendatang.
Selain faktor siklon, suhu muka laut di perairan selatan Jawa yang terpantau hangat (26-29 derajat Celsius) turut berperan besar dalam menyuplai uap air ke atmosfer.
Kelembapan udara pada lapisan vertikal 1,0 hingga 3,0 kilometer yang mencapai angka 95 persen di wilayah DIY semakin memperkuat peluang terjadinya hujan lebat secara merata di beberapa kabupaten.
Pada Kamis (5/3/2026), fokus potensi hujan lebat berada di wilayah Kulon Progo, Gunungkidul bagian selatan, dan Bantul bagian selatan.
Warga di pesisir selatan juga diminta waspada terhadap risiko gelombang tinggi yang diperkirakan masih bertahan pada kisaran 2,5 hingga 4,0 meter, yang sangat berbahaya bagi aktivitas pelayaran maupun wisata pantai.
Sementara itu, pada Jumat (6/3/2026), sebaran hujan diprediksi mulai bergeser ke wilayah Sleman bagian utara serta kawasan perbukitan di Kulon Progo dan Gunungkidul bagian utara dengan intensitas ringan hingga sedang.
Masyarakat yang tinggal di daerah rawan longsor dan banjir diminta untuk terus memantau pembaruan informasi cuaca dari kanal resmi BMKG guna meminimalisir dampak risiko bencana hidrometeorologi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Guruh Soekarnoputra rencananya dimakamkan di sebelah makam Fatmawati di TPU Karet Bivak. PDIP juga kibarkan bendera setengah tiang 7 hari.
Tim Sparta Polresta Solo mengamankan tujuh muda-mudi yang mengonsumsi ciu sambil bernyanyi di Taman Kampus ISI Solo.
Pemkab Bantul menyiapkan survei berkala untuk mengevaluasi SPPG dan pelaksanaan MBG, termasuk jumlah, distribusi, kemasan, dan waktu konsumsi.
Bulog mengingatkan penerima tidak menjual beras bantuan pemerintah. Bantuan pangan Oktober-Desember 2026 juga direncanakan kembali disalurkan.
Mengenang konser Guruh Gipsy di Synchronize Fest 2025 yang menjadi penampilan pertama dan terakhir Guruh Sukarnoputra bersama personel asli.
Timnas Indonesia menang 2-0 atas Singapura di FIFA ASEAN Cup 2026. Garuda selanjutnya menghadapi Malaysia dan Bangladesh di Grup A.