Messi Pimpin Top Skor Piala Dunia 2026, Geser Mbappe
Lionel Messi memimpin top skor Piala Dunia 2026 dengan 8 gol, mengungguli Mbappe dan Haaland.
Foto ilustrasi buka puasa di Jogja, dibuat menggunakan Artificial Intelligence.
Harianjogja.com, JOGJA— Jadwal waktu salat dan buka puasa Ramadan untuk wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta telah ditetapkan dan berlaku seragam di seluruh kabupaten/kota pada Selasa (10/3/2026). Ketentuan tersebut dirilis oleh Kementerian Agama DIY sebagai pedoman ibadah Ramadan bagi umat Islam.
Ketepatan waktu menjadi unsur penting dalam menjalankan ibadah puasa. Mulai dari sahur, menahan diri sejak waktu imsak, hingga berbuka puasa saat azan Magrib, seluruh rangkaian ibadah dianjurkan mengikuti jadwal resmi agar sesuai dengan tuntunan syariat.
Bagi masyarakat yang tinggal maupun beraktivitas di wilayah Kota Yogyakarta, Sleman, Bantul, Kulon Progo, hingga Gunungkidul, jadwal imsakiyah ini dapat dijadikan acuan harian selama Ramadan.
Selain membantu pelaksanaan puasa, jadwal tersebut juga menjadi pedoman waktu salat wajib serta pelaksanaan Salat Tarawih pada malam hari.
Jadwal Imsakiyah DIY
Selasa, 10 Maret 2026
Magrib / Buka Puasa: 17.58 WIB
Isya: 19.06 WIB
Rabu, 11 Maret 2026
Imsak: 04.18 WIB
Subuh: 04.28 WIB

Jadwal imsak dan berbuka puasa tersebut berlaku sama untuk seluruh wilayah kabupaten dan kota di Daerah Istimewa Yogyakarta tanpa perbedaan waktu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Lionel Messi memimpin top skor Piala Dunia 2026 dengan 8 gol, mengungguli Mbappe dan Haaland.
Erick Thohir ungkap rencana PSSI bangun pusat pembinaan U-13 dan U-15. DIY berpeluang jadi lokasi jika dukungan daerah kuat.
IHSG berpotensi lanjut melemah akibat konflik AS-Iran, kenaikan harga minyak, dan ancaman capital outflow dari pasar Indonesia.
Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo melantik Budi Santosa Asrori sebagai Sekda. Diminta hadirkan inovasi dan ubah budaya kerja birokrasi.
Nilai tukar rupiah melemah ke Rp18.066 per dolar AS akibat konflik AS-Iran, lonjakan yield obligasi AS, dan sentimen The Fed.
Iran ancam balasan keras usai serangan AS. Trump klaim jadi target pembunuhan nomor satu di tengah memanasnya konflik kedua negara.