KAI Hadirkan Rail Clinic dan Rail Library di Stasiun Sentolo
KAI Daop 6 menghadirkan rail clinic dan rail library di Stasiun Sentolo. Sebanyak 200 warga mendapat layanan kesehatan gratis.
Foto ilustrasi mudik Lebaran. - Freepik
Harianjogja.com, KULONPROGO—Dinas Perhubungan (Dishub) Kulonprogo mencatat arus mudik Lebaran 2026 di wilayahnya didominasi kendaraan pribadi, terutama sepeda motor dan mobil, dibandingkan angkutan umum.
Pemantauan dilakukan melalui Pos Dishub di Tambak, Wates yang berada di jalur nasional Jogja–Wates. Dari hasil pengamatan selama pos beroperasi, kendaraan pribadi menjadi pengguna utama jalur tersebut, baik dari arah timur maupun barat.
Kepala Seksi Operasional dan Pengendalian Dishub Kulonprogo, Agus Hari Suprapto, menyebut dominasi tersebut terlihat jelas dari tingginya volume motor dan mobil yang melintas dibandingkan kendaraan angkutan umum.
“Jumlah volume kendaraan yang melintas arah barat maupun timur Pos Tambak didominasi motor dan mobil pribadi,” ujarnya saat dihubungi, Kamis (26/3/2026).
Berdasarkan data Rabu (25/3/2026), jumlah bus antar kota antar provinsi (AKAP) yang melintas ke arah barat tercatat 367 unit, sedangkan ke arah timur 354 unit. Untuk angkutan dalam provinsi (AKDP), jumlahnya hanya puluhan unit.
Sebaliknya, kendaraan pribadi seperti motor dan mobil mencapai ribuan unit yang melintas di kedua arah. Tren serupa juga terlihat pada Kamis (26/3/2026), di mana jumlah bus AKAP yang tercatat hanya 128 unit, jauh lebih rendah dibanding kendaraan pribadi.
Sejak mulai dioperasikan pada 15 Maret 2026, Pos Tambak telah mencatat total 465.152 kendaraan melintas di jalur tersebut. Namun, angka ini diperkirakan mengalami penurunan dibandingkan periode Lebaran tahun lalu.
Hari menjelaskan, berdasarkan rekapitulasi harian, tren penurunan volume kendaraan lebih dominan dibandingkan peningkatan. Penurunan tercatat pada periode 16–22 Maret 2026, sementara kenaikan hanya terjadi pada 15 Maret, 23 Maret, dan 24 Maret 2026.
Bahkan pada 25 dan 26 Maret 2026, jumlah kendaraan kembali mengalami penurunan jika dibandingkan tahun sebelumnya.
Secara keseluruhan, peningkatan volume kendaraan selama arus mudik Lebaran 2026 tercatat di bawah 3 persen, sedangkan penurunan tertinggi mencapai 23,62 persen pada 21 Maret 2026.
Menurut Hari, kondisi ini tidak lepas dari upaya pemerintah yang mendorong masyarakat untuk menggunakan angkutan massal selama mudik.
“Itu dilakukan untuk meningkatkan keselamatan berlalu lintas karena pengendara sepeda motor ataupun mobil pribadi punya potensi lebih besar terjadi kecelakaan,” jelasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
KAI Daop 6 menghadirkan rail clinic dan rail library di Stasiun Sentolo. Sebanyak 200 warga mendapat layanan kesehatan gratis.
Indonesia menang 9-2 atas Bangladesh dan lolos ke final FIFA ASEAN Cup. Mitchell Baker mencetak lima gol dalam pesta gol Garuda.
UU Terorisme masih didominasi pidana dan pemenjaraan 77 persen. Pakar UMY mendorong penguatan deradikalisasi dan reintegrasi sosial.
Dua korban kebakaran di Berbah berhasil dievakuasi dari lantai tiga. Proses evakuasi terkendala akses sempit dan material berbahaya.
PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) menegaskan proses hukum terhadap pelaku pencurian kabel prasarana Whoosh diperlukan untuk memberikan efek jera.
Harga beras Jogja naik pada September 2026 akibat pasokan berkurang. BPS juga mewaspadai kenaikan harga pangan menjelang Nataru.