Lereng Barat Daya Merapi Diguyur Deras, Warga Diminta Waspada
Hujan deras di lereng barat daya Merapi picu risiko lahar dan awan panas. Warga diminta menjauhi sungai berhulu Merapi.
Foto ilustrasi warga Jogja berbelanja di Pasar Tradisional, dibuat menggunakan Artificial Intelligence.
Harianjogja.com, JOGJA—Biaya hidup di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada 2026 masih tergolong ramah di kantong. Namun, dalam keseharian, banyak warga mulai merasakan tekanan pengeluaran, terutama dari kebutuhan pangan dan tempat tinggal yang terus bergerak naik.
Perbedaan antara angka resmi dan kondisi riil ini membuat penting bagi masyarakat untuk memahami acuan data sekaligus menyesuaikannya dengan kebutuhan masing-masing.
Acuan Resmi dari BPS
Berdasarkan publikasi Badan Pusat Statistik (BPS) melalui Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) 2024 yang dirilis pada 2025, rata-rata pengeluaran per kapita di DIY berada di kisaran Rp1,5 juta per bulan. Angka tersebut menjadi dasar untuk membaca kondisi ekonomi, tetapi bukan patokan pasti dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam Susenas, pengeluaran masyarakat terbagi relatif seimbang:
Kebutuhan non-makanan mencakup tempat tinggal, transportasi, pendidikan, serta kebutuhan lain.
Gambaran Riil di Lapangan 2026
Seiring perubahan harga, terutama pada komoditas pangan dan hunian, kebutuhan aktual cenderung lebih tinggi dibanding data rata-rata.
Perkiraan pengeluaran saat ini:
Angka ini merupakan penyesuaian dari kondisi lapangan terhadap baseline BPS.
Dibandingkan dengan Upah Minimum
Jika dibandingkan dengan kebijakan pengupahan dari Kementerian Ketenagakerjaan, upah minimum di DIY berada di kisaran Rp2,2 juta. Kondisi ini membuat sebagian masyarakat harus lebih cermat dalam mengatur pengeluaran agar tetap seimbang dengan pendapatan.
Data resmi dapat diakses melalui laman Badan Pusat Statistik (BPS) serta portal pemantauan harga pangan nasional, dengan rujukan utama publikasi Pengeluaran untuk Konsumsi Penduduk Indonesia, Susenas 2024.
Memahami selisih antara data statistik dan kondisi riil menjadi kunci agar perencanaan keuangan tidak meleset, terutama di tengah perubahan harga yang terus terjadi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Hujan deras di lereng barat daya Merapi picu risiko lahar dan awan panas. Warga diminta menjauhi sungai berhulu Merapi.
Harga tiket Piala Dunia 2026 melonjak hingga Rp52 juta akibat sistem adaptive pricing FIFA. Federasi kecil paling terdampak.
Apple resmi menghadirkan iPhone 17e di Indonesia dengan MagSafe, chip A19, dan Action Button. Harga mulai Rp13,4 juta.
Netflix digugat Texas karena dituding membuat fitur adiktif untuk anak dan mengumpulkan data pengguna tanpa izin yang jelas.
Persis Solo berada di ujung degradasi BRI Super League 2025/2026. Dua laga terakhir menjadi penentu nasib Laskar Sambernyawa.
Penelitian AAA mengungkap cuaca panas dan dingin ekstrem dapat memangkas jarak tempuh mobil listrik dan hybrid.