APK Calon Lurah PAW Bermunculan, Satpol PP Sleman Tak Berwenang Mengawasi
APK calon lurah PAW ditemukan di sejumlah titik Sleman. Satpol PP menyebut pengawasannya tidak mencakup pelaksanaan Pilur PAW.
Foto ilustrasi: Para Anggota Paskibraka DIY saat menjalani latihan. /Ist-dok Paskibraka DIY
Harianjogja.com, SLEMAN— Formasi Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) Kabupaten Sleman untuk peringatan 17 Agustus 2026 dipastikan berkurang seiring pemangkasan anggaran yang cukup besar tahun ini.
Perubahan tersebut terlihat dari komposisi pasukan yang tidak lagi menggunakan formasi lengkap 8-17-45, melainkan hanya formasi 8 dan 17. Penyesuaian ini dilakukan di tengah proses seleksi yang kini memasuki tahap akhir.
Kepala Bidang Bina Ideologi, Wawasan Kebangsaan, dan Karakter Bangsa Badan Kesbangpol Sleman, Imawan Nur Syaifudin, menjelaskan jumlah peserta yang direkrut juga mengalami pengurangan signifikan. Dari 161 peserta yang lolos seleksi lanjutan, hanya 46 orang yang akan ditetapkan sebagai anggota Paskibra.
Sebanyak delapan peserta akan mewakili Sleman ke tingkat provinsi, sementara 38 lainnya bertugas di tingkat kabupaten. “Jumlah ini menyesuaikan dengan kebutuhan formasi yang digunakan tahun ini,” ujarnya.
Penyesuaian tidak hanya terjadi pada jumlah anggota, tetapi juga pada durasi pembinaan. Masa karantina yang sebelumnya berlangsung lebih panjang kini dipersingkat menjadi lima hari menjelang upacara.
Meski demikian, tahapan seleksi tetap berlangsung ketat. Dari total 380 pendaftar awal, hanya 161 peserta yang lolos ke tahap lanjutan setelah melalui Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) dan Tes Intelegensi Umum (TIU) pada awal April.
Peserta yang bertahan kemudian menjalani rangkaian seleksi lanjutan, mulai dari tes fisik, baris-berbaris, postur, hingga kepribadian. Seluruh nilai akan diinput ke dalam sistem resmi sebagai dasar penentuan akhir anggota Paskibra 2026.
Kepala Badan Kesbangpol Sleman, Samsul Bakri, saat ditemui di Kantor BNNK Sleman pada Kamis (9/4/2026), mengungkapkan anggaran kegiatan tahun ini mengalami penurunan tajam.
“Dari sebelumnya sekitar Rp1,8 miliar, kini hanya Rp682 juta. Dengan adanya penurunan anggaran, kami melakukan penyesuaian, termasuk jumlah pasukan dan lokasi kegiatan peningkatan kapasitas yang kini dipusatkan di wilayah Jawa Tengah,” kata Samsul.
Sebagai gantinya, porsi latihan di lapangan akan ditingkatkan untuk menjaga kualitas peserta. Ia menilai kondisi fisik calon anggota Paskibra tahun ini justru lebih baik dibandingkan sebelumnya.
Menurut Samsul, jumlah pasukan yang lebih ramping memungkinkan pembinaan dilakukan lebih intensif sehingga hasilnya diharapkan tetap optimal saat pelaksanaan upacara nanti.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
APK calon lurah PAW ditemukan di sejumlah titik Sleman. Satpol PP menyebut pengawasannya tidak mencakup pelaksanaan Pilur PAW.
Irlandia vs Austria di Nations League 2 Oktober 2026. Simak jadwal, klasemen Grup B3, kondisi skuad, dan prediksi pertandingannya.
BMKG mengingatkan Jateng selatan mewaspadai hujan lebat, petir, angin kencang, dan puting beliung saat peralihan musim Oktober-November 2026.
DPR menerima surat pemberhentian Listyo Sigit sebagai Kapolri dan pengangkatan Kapolri baru. Komisi III menyetujui Suyudi Ario Bayu.
Suyudi Ario Seto diusulkan menjadi calon Kapolri. Simak harta kekayaan, profil, pendidikan, dan perjalanan kariernya.
Harga BBM Pertamina 1 Oktober 2026 masih sama seperti September. Cek harga Pertalite, Pertamax, Pertamax Turbo, dan BBM lainnya.