Heboh Isu PHK Massal Sopir Tangki Sumut, Begini Penjelasan Pertamina
Pertamina Patra Niaga mengoperasikan terminal dan SPBU 24 jam serta menambah 30 mobil tangki untuk mempercepat normalisasi distribusi BBM di Sumatera Utara.
Lady Bikers Jogja gelar Kartini Ride, satukan pengendara pria dan wanita sekaligus berbagi dengan warga Giwangan. /Istimewa.
Harianjogja.com, JOGJA—Ratusan pengendara motor dari berbagai komunitas memadati kawasan di Embung Giwangan dalam gelaran Kartini Ride yang diinisiasi Lady Bikers Da Jogja, Selasa (21/4/2026). Tidak hanya didominasi perempuan, acara tahun ini justru mempertemukan pengendara pria dan wanita dalam satu konvoi bertajuk kebersamaan di jalan.
Kegiatan bertema “Kartini dan Gatotkaca Nyawiji” itu menjadi langkah baru untuk menghapus sekat gender di dunia otomotif, khususnya segmen motor gede. Ketua Lady Bikers Dajogja Yessika Nandya menyebut keterlibatan pengendara pria menjadi pembeda dari gelaran sebelumnya.
“Kami ingin antara pria dan wanita itu tidak ada kesenjangan. Kita sama-sama naik motor bareng, seru-seruan bareng,” ujarnya di sela kegiatan.
Selain konvoi, kegiatan ini juga menjadi ruang silaturahmi lintas komunitas motor di Yogyakarta. Sejumlah komunitas seperti Motor Antik Club Indonesia, komunitas Ninja, hingga pecinta Vespa dari berbagai generasi turut ambil bagian.
Tidak berhenti pada ajang kumpul, komunitas ini juga mencoba mendekatkan diri dengan masyarakat sekitar. Melalui program berbagi, mereka menyalurkan lebih dari 100 paket sembako kepada warga di sekitar Embung Giwangan.
“Kami membagikan lebih dari 100 paket sembako untuk masyarakat sekitar Giwangan. Kami juga menggelar pesta rakyat berupa pementasan jathilan dan menyediakan konsumsi gratis agar pengendara dan masyarakat bisa membaur dan makan bersama,” lanjutnya.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi upaya mengubah stigma negatif terhadap pengendara motor gede yang kerap dianggap eksklusif. Dengan turun langsung ke masyarakat, komunitas ingin menunjukkan sisi humanis para pengendara.
Siska menegaskan, pesan utama dari kegiatan ini adalah kesetaraan dan kemandirian perempuan di jalan. Ia mengakui masih ada anggapan bahwa pengendara wanita kurang tangguh saat berkendara.
“Kami ingin membuktikan bahwa kami tidak seperti itu. Kami bisa jalan jauh, mandiri, dan tidak merepotkan laki-laki,” tegasnya.
Meski identik dengan motor besar seperti Harley-Davidson, komunitas ini terbuka bagi pengendara dengan kapasitas mesin minimal 250cc. Semangat inklusivitas itu diharapkan bisa menumbuhkan mimpi dan motivasi bagi pengendara lain.
“Pesannya adalah kita semua satu jalan, satu aspal. Jangan dibeda-bedakan. Siapa tahu dengan berteman, teman-teman yang lain jadi punya mimpi dan semangat untuk bisa mencapai level yang sama ke depannya,” pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pertamina Patra Niaga mengoperasikan terminal dan SPBU 24 jam serta menambah 30 mobil tangki untuk mempercepat normalisasi distribusi BBM di Sumatera Utara.
Bekalista resmi diluncurkan di Malioboro. Sebanyak 80 becak kayuh listrik disiapkan dengan skema tukar guling bentor secara bertahap.
Pola pengasuhan anak yang sehat kini menjadi fokus utama dalam rangkaian program literasi yang digalakkan di Pemda DIY.
Budaya literasi dinilai menjadi bekal penting bagi masyarakat untuk menangkal hoaks sekaligus menjaga identitas budaya Jogja di tengah derasnya arus informasi
Wisata Sungai Oya di Tahura Bunder viral. Pengelola menegaskan kawasan ini tidak gratis dan retribusi mengacu Perda DIY Nomor 11 Tahun 2023.
Basarnas menyatakan 46 penumpang KM Nurul Salsa yang tenggelam di perairan Selayar selamat. Sebanyak 23 orang masih dalam pencarian.