Masih Sulit Menabung Bisa Jadi Tanda Posisi Ekonomi Anda
Penurunan kemiskinan ekstrem di Indonesia menyoroti lima indikator yang sering digunakan untuk mengenali kondisi kelas menengah bawah dan kelas bawah.
Logo Pemkot Jogja (Harian Jogja)
Harianjogja.com, JOGJA— Kesempatan bagi anak muda di Kota Jogja untuk unjuk gagasan dan berdampak nyata masih terbuka, namun waktunya semakin terbatas. Pendaftaran Pemuda Pelopor Kota Jogja 2026 hanya tersisa hingga 30 April, sementara jumlah pendaftar baru mencapai belasan orang.
Data terbaru hingga Senin (20/4/2026) pagi menunjukkan baru 15 pemuda yang mendaftar. Kondisi ini membuka peluang lebar bagi peserta lain yang ingin ikut serta dan bersaing membawa ide terbaik bagi masyarakat.
Program ini digagas oleh Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kota Jogja sebagai ruang bagi generasi muda untuk berkontribusi langsung di lingkungan sekitar, bukan sekadar konsep di atas kertas.
Kepala Bidang Pemuda dan Olahraga Disdikpora Kota Jogja, Deni Sudaryanto, menjelaskan bahwa terdapat lima bidang yang bisa dipilih peserta.
"Ini adalah seleksi Pemuda Pelopor tingkat Kota Jogja. Ada lima bidang kepeloporan," kata Deni dikutip dari Laman Pemkot Jogja.
Lima bidang tersebut meliputi pangan, pendidikan, inovasi teknologi, seni budaya, serta pengelolaan sumber daya alam, lingkungan dan pariwisata.
Pendaftaran dilakukan secara daring melalui tautan https://bit.ly/PPKY26
, sehingga memudahkan peserta mengakses proses seleksi tanpa harus datang langsung.
Untuk mengikuti seleksi ini, peserta harus memenuhi sejumlah syarat, seperti memiliki KTP Kota Jogja, berusia 16 hingga 30 tahun, bukan ASN atau pegawai BUMN/BUMD, serta belum pernah menjadi juara di tingkat provinsi maupun nasional.
Ketua Tim Kerja Pembinaan Kepemudaan Disdikpora Kota Jogja, Mugi Suyatno, menyebut komposisi pendaftar saat ini cukup seimbang antara laki-laki dan perempuan.
"Ini sekaligus sebagai trigger agar calon cekat-ceket (cepat) sat-set (segera mendaftar). Ayo pemuda Yogya daftar dan ikuti pemilihan Pemuda Pelopor Kota Jogja 2026. Sekecil apapun gagasanmu, jika bermanfaat akan berdampak besar bagi masyarakat," ajak Mugi.
Ia menekankan bahwa dampak nyata bagi masyarakat menjadi faktor utama dalam penilaian, bukan sekadar ide yang menarik di atas kertas.
Proses seleksi akan mencakup beberapa tahap, mulai dari administrasi, presentasi ide, wawancara, hingga verifikasi lapangan. Penilaian juga mempertimbangkan aspek kepemimpinan, kreativitas, serta konsistensi peserta dalam menjalankan gagasannya.
Pemkot Yogyakarta juga menyiapkan anggaran sekitar Rp37,5 juta sebagai bentuk apresiasi bagi peserta terpilih, sekaligus membuka jalan ke kompetisi tingkat lebih tinggi.
Bagi peserta yang lolos, program ini tidak hanya memberikan penghargaan, tetapi juga menjadi pijakan untuk berkembang dan mewakili Kota Jogja di tingkat provinsi hingga nasional.
Dengan waktu yang terus berjalan menuju batas akhir pendaftaran, peluang masih terbuka bagi pemuda yang ingin mengambil peran nyata dalam perubahan sosial, dimulai dari ide sederhana yang berdampak langsung di lingkungan sekitar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Penurunan kemiskinan ekstrem di Indonesia menyoroti lima indikator yang sering digunakan untuk mengenali kondisi kelas menengah bawah dan kelas bawah.
Munja menargetkan ekspor kendaraan pemadam kebakaran mulai 2027 setelah menguasai 35% pasar domestik dan membidik pangsa pasar 70%.
DPC PDI Perjuangan Kota Yogyakarta melantik pengurus Baguna periode 2025-2030 sekaligus menggelar simulasi penyelamatan korban bencana di Sungai Gajahwong.
Sebanyak 22 mahasiswa dari 17 negara belajar pengelolaan sampah perkotaan secara langsung di Kelurahan Terban dan Baciro, Kota Jogja.
Geopark Ijen akan menjalani revalidasi UNESCO pada 3-7 Agustus 2026 untuk mempertahankan status green card yang diraih sejak 2023.
PDI Perjuangan Kota Jogja menggelar pemeriksaan kesehatan gratis bagi lansia sekaligus mendorong kenaikan anggaran JSLU dan memperingati Kudatuli 1996.