500 Peserta Adu Kekuatan Tarik Lokomotif 84 Ton di Balai Yasa Jogja
Sebanyak 500 peserta dari 30 tim mengikuti lomba tarik lokomotif 84 ton di Balai Yasa Jogja dalam rangka HUT ke-81 KAI.
Warga Wirobrajan mengikuti pelatihan pembuatan makanan beku di Kelurahan Wirobrajan pada April 2026. (Dok. Kelurahan Wirobrajan)
Harianjogja.com, JOGJA — Upaya memperkuat ekonomi masyarakat terus dilakukan di wilayah Wirobrajan. Salah satunya melalui pelatihan pembuatan makanan beku (frozen food) yang digagas pemerintah kelurahan setempat sebagai langkah konkret mendorong lahirnya pelaku usaha baru di sektor kuliner.
Pelaksana Tugas (Plt) Lurah Wirobrajan, Rizky Rizaldi, menegaskan bahwa peningkatan kapasitas kewirausahaan masyarakat menjadi kunci dalam menggerakkan ekonomi lokal. Menurutnya, keterampilan mengolah produk makanan bernilai jual tinggi perlu terus dikembangkan agar warga tidak hanya menjadi konsumen, tetapi juga produsen.
“Kami ingin masyarakat mampu mengembangkan keterampilan ini menjadi usaha produktif yang berkelanjutan, bukan sekadar pelatihan sesaat,” ujarnya, Kamis (23/4/2026).
Pelatihan ini dirancang tidak hanya sebatas teori, tetapi juga praktik langsung. Peserta diajak memahami seluruh proses produksi, mulai dari pemilihan bahan baku, teknik pengolahan, hingga pengemasan produk agar memiliki nilai jual lebih tinggi. Dengan pendekatan tersebut, diharapkan peserta mampu langsung mengaplikasikan ilmu yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari.
Menurut Rizky, produk makanan beku memiliki peluang pasar yang cukup besar karena menawarkan kepraktisan dan daya tahan lebih lama. Hal ini menjadi salah satu alasan utama pemerintah kelurahan mendorong warga untuk mengembangkan usaha di sektor tersebut.
“Kami melihat frozen food punya prospek bagus. Selain mudah dipasarkan, produk ini juga bisa diproduksi secara rumahan dengan modal relatif terjangkau,” katanya.
Untuk memastikan kualitas pelatihan, pihak kelurahan menghadirkan narasumber yang berpengalaman di bidang kuliner dan pengembangan usaha. Salah satunya adalah Irene Sinta Agustin yang memberikan materi terkait pembuatan snack frozen modern. Dalam sesi tersebut, peserta diajarkan membuat berbagai produk seperti risol cokelat pisang hingga risol taro yang saat ini cukup diminati pasar.
Tidak hanya fokus pada produksi, peserta juga dibekali pemahaman mengenai pentingnya kemasan produk. Irene menekankan bahwa tampilan kemasan menjadi faktor penting dalam menarik minat konsumen di tengah persaingan pasar yang semakin ketat.
“Produk yang dikemas dengan baik akan lebih mudah menarik perhatian pembeli dan meningkatkan nilai jual,” ujarnya.
Selama pelatihan berlangsung, peserta aktif mengikuti praktik pembuatan hingga pengemasan produk. Mereka juga berdiskusi mengenai strategi pemasaran, baik secara konvensional maupun digital, agar produk dapat menjangkau pasar lebih luas.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kelurahan Wirobrajan berharap muncul inovasi kuliner baru yang mampu memperkuat ekosistem UMKM di Kota Jogja. Dengan keterampilan yang dimiliki, warga diharapkan dapat meningkatkan pendapatan sekaligus berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi daerah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 500 peserta dari 30 tim mengikuti lomba tarik lokomotif 84 ton di Balai Yasa Jogja dalam rangka HUT ke-81 KAI.
Jadwal Indonesia di Asian Games 2026, Senin 28 September: Alwi Farhan hingga empat wakil bulu tangkis berebut tiket final. Cek selengkapnya.
HP Android hilang? Google Find Hub bisa membantu melacak, mengunci, hingga menghapus data perangkat dari jarak jauh.
WNI bisa memanfaatkan bebas visa transit China hingga 240 jam. Simak syarat, durasi tinggal, dan daftar negara yang berlaku pada 2026.
Klasemen Asian Games 2026 hingga Minggu malam, Indonesia berada di peringkat 14 dengan 2 emas, 5 perak, dan 17 perunggu.
Hamzah Batik Malioboro terbakar Senin dini hari. Sebanyak 12 mobil damkar, water cannon Polresta Jogja dan truk damkar TNI dikerahkan.