Satpol PP Jogja Tindak Tujuh Perokok Sembarang di Malioboro
Satpol PP Jogja menindak pelanggar Kawasan Tanpa Rokok di Malioboro. Tujuh orang kena sanksi, sebagian sudah didenda. Ini aturan dan fakta terbarunya.
Warga Wirobrajan mengikuti pelatihan pembuatan makanan beku di Kelurahan Wirobrajan pada April 2026. (Dok. Kelurahan Wirobrajan)
Harianjogja.com, JOGJA — Upaya memperkuat ekonomi masyarakat terus dilakukan di wilayah Wirobrajan. Salah satunya melalui pelatihan pembuatan makanan beku (frozen food) yang digagas pemerintah kelurahan setempat sebagai langkah konkret mendorong lahirnya pelaku usaha baru di sektor kuliner.
Pelaksana Tugas (Plt) Lurah Wirobrajan, Rizky Rizaldi, menegaskan bahwa peningkatan kapasitas kewirausahaan masyarakat menjadi kunci dalam menggerakkan ekonomi lokal. Menurutnya, keterampilan mengolah produk makanan bernilai jual tinggi perlu terus dikembangkan agar warga tidak hanya menjadi konsumen, tetapi juga produsen.
“Kami ingin masyarakat mampu mengembangkan keterampilan ini menjadi usaha produktif yang berkelanjutan, bukan sekadar pelatihan sesaat,” ujarnya, Kamis (23/4/2026).
Pelatihan ini dirancang tidak hanya sebatas teori, tetapi juga praktik langsung. Peserta diajak memahami seluruh proses produksi, mulai dari pemilihan bahan baku, teknik pengolahan, hingga pengemasan produk agar memiliki nilai jual lebih tinggi. Dengan pendekatan tersebut, diharapkan peserta mampu langsung mengaplikasikan ilmu yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari.
Menurut Rizky, produk makanan beku memiliki peluang pasar yang cukup besar karena menawarkan kepraktisan dan daya tahan lebih lama. Hal ini menjadi salah satu alasan utama pemerintah kelurahan mendorong warga untuk mengembangkan usaha di sektor tersebut.
“Kami melihat frozen food punya prospek bagus. Selain mudah dipasarkan, produk ini juga bisa diproduksi secara rumahan dengan modal relatif terjangkau,” katanya.
Untuk memastikan kualitas pelatihan, pihak kelurahan menghadirkan narasumber yang berpengalaman di bidang kuliner dan pengembangan usaha. Salah satunya adalah Irene Sinta Agustin yang memberikan materi terkait pembuatan snack frozen modern. Dalam sesi tersebut, peserta diajarkan membuat berbagai produk seperti risol cokelat pisang hingga risol taro yang saat ini cukup diminati pasar.
Tidak hanya fokus pada produksi, peserta juga dibekali pemahaman mengenai pentingnya kemasan produk. Irene menekankan bahwa tampilan kemasan menjadi faktor penting dalam menarik minat konsumen di tengah persaingan pasar yang semakin ketat.
“Produk yang dikemas dengan baik akan lebih mudah menarik perhatian pembeli dan meningkatkan nilai jual,” ujarnya.
Selama pelatihan berlangsung, peserta aktif mengikuti praktik pembuatan hingga pengemasan produk. Mereka juga berdiskusi mengenai strategi pemasaran, baik secara konvensional maupun digital, agar produk dapat menjangkau pasar lebih luas.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kelurahan Wirobrajan berharap muncul inovasi kuliner baru yang mampu memperkuat ekosistem UMKM di Kota Jogja. Dengan keterampilan yang dimiliki, warga diharapkan dapat meningkatkan pendapatan sekaligus berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi daerah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Satpol PP Jogja menindak pelanggar Kawasan Tanpa Rokok di Malioboro. Tujuh orang kena sanksi, sebagian sudah didenda. Ini aturan dan fakta terbarunya.
KPK menyebut tingginya biaya politik menjadi salah satu faktor risiko korupsi kepala daerah. Sebanyak 15 kepala daerah hasil Pilkada 2024 telah menjadi tersangk
Cak Imin meresmikan Sigap Bangsa, organisasi penanggulangan bencana bentukan PKB yang telah melatih 250 relawan tanggap bencana.
Dishub DIY kembali menggelar program becak listrik gratis keliling Malioboro pada 21 Juli 2026. Berikut jadwal, lokasi, dan cara mengikutinya.
IRGC mengklaim meluncurkan rudal dan drone ke pangkalan militer AS di Yordania dan Kuwait sebagai balasan atas serangan AS.
Jumog River Tubing resmi beroperasi di Karanganyar. Wisatawan bisa menyusuri sungai 800 meter selama 20 menit dengan tiket Rp25.000.