Dewata Challenge 2026: Persib Uji Coba Lawan Sabah FC dan Bali United
Persib Bandung jalani TC di Bali dan ikuti Dewata Challenge Series 2026. Lawan Sabah FC (15/8) dan Bali United (18/8) di Stadion Dipta. Persiapan matangkan skua
Tenggelam - Ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, BANTUL—Empat orang pelancong asal Temanggung nyaris kehilangan nyawa seusai tergulung keganasan arus balik di Pantai Parangtritis, Bantul, Minggu (3/5/2026) siang. Insiden tersebut terjadi sekitar pukul 13.15 WIB, saat aktivitas bermain air yang semula ceria berubah mencekam akibat serangan rip current yang datang tiba-tiba.
Keempat korban yang masing-masing berinisial BA (28), AS (24), FR (30), dan M (30) sempat tenggelam dalam hitungan detik setelah terseret arus kuat menuju tengah laut. Beruntung, respons kilat dari tim penyelamat di lokasi kejadian berhasil mencegah terjadinya tragedi yang lebih fatal.
Terjebak di Zona Terlarang
Peristiwa ini bermula saat rombongan tersebut menikmati suasana liburan di pesisir pantai selatan Yogyakarta. Tanpa mereka sadari, titik yang dipilih untuk bermain air merupakan zona merah yang rawan akan rip current—arus balik sempit yang mematikan.
Personel Jogo Segoro sebenarnya sudah mendeteksi keberadaan para wisatawan di area berbahaya tersebut. Namun nahas, saat petugas baru saja mendekat untuk memberikan edukasi dan peringatan, arus laut yang sangat kuat lebih dulu menyeret tubuh para korban sebelum mereka sempat menepi ke zona aman.
Aksi Penyelamatan Darurat
Koordinator Jogo Segoro wilayah Parangtritis–Depok, M Arif Nugraha, menjelaskan bahwa timnya segera meluncurkan operasi penyelamatan darurat. Petugas berjibaku dengan ombak, berenang menggunakan pelampung untuk menjangkau titik koordinat para korban satu per satu.
"Korban kemudian dibawa ke Posko SAR Parangtritis untuk dilakukan pendataan dan pengecekan kesehatan,” ungkap Arif.
Waspada Tipuan Arus Balik
Pantai Parangtritis dikenal memiliki karakteristik ombak besar dengan arus balik yang sering kali tidak terlihat dari permukaan air. Kondisi alam yang tampak tenang ini kerap menipu wisatawan yang tidak memahami bahaya laten di laut selatan.
Berdasarkan data lapangan, mayoritas kasus kecelakaan laut di kawasan ini dipicu oleh pengabaian imbauan petugas. Arif kembali menegaskan bahwa kedisiplinan pengunjung dalam mematuhi rambu dan arahan penjaga pantai adalah kunci mutlak keselamatan. Kelalaian sekecil apa pun di hadapan rip current dapat berakibat fatal karena kemampuannya menarik korban ke tengah laut dalam waktu yang sangat singkat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Persib Bandung jalani TC di Bali dan ikuti Dewata Challenge Series 2026. Lawan Sabah FC (15/8) dan Bali United (18/8) di Stadion Dipta. Persiapan matangkan skua
Bansos Agustus 2026 mengacu DTSEN. Cek status penerima, desil, serta cara memperbarui dan menyanggah data melalui kanal resmi.
DPRD Gunungkidul mendorong tambahan Rp400 juta untuk dropping air karena alokasi 3.000 tangki diperkirakan habis sebelum kekeringan berakhir.
Pemerintah menyiapkan tanda kehormatan HUT ke-81 RI. Sejumlah menteri masuk daftar calon penerima, termasuk individu berprestasi di bidang teknologi.
PLN UID Yogyakarta menargetkan penambahan 26 SPKLU di DIY hingga akhir 2026. Saat ini sudah ada 33 unit yang terbangun.
Kubu Febrie Adriansyah buka suara soal kematian Sutrimo. Keluarga menyebut almarhum telah lama mengidap diabetes.