Kata BP Batam Soal Nvidia dan Firmus Bangun Pusat AI Raksasa
Batam siap jadi pusat AI global! Nvidia, Firmus, DayOne bangun pabrik chip 170.000 GPU senilai Rp400 triliun. Dampak ekonomi dan lapangan kerja menggeliat!
Konsep epidemi sebagai fenomena sosio-matematis mengemuka dalam pidato pengukuhan Guru Besar Universitas Ahmad Dahlan (UAD) bidang Pemodelan Matematika Interaksi Populasi, Profesor Yudi Ari Adi yang menekankan pentingnya pendekatan matematika dalam memahami penyebaran penyakit secara komprehensif. /Istimewa-UAD.
Harianjogja.com, JOGJA—Konsep epidemi sebagai fenomena sosio-matematis mengemuka dalam pidato pengukuhan Guru Besar Universitas Ahmad Dahlan (UAD) bidang Pemodelan Matematika Interaksi Populasi, Profesor Yudi Ari Adi yang menekankan pentingnya pendekatan matematika dalam memahami penyebaran penyakit secara komprehensif.
Dalam pidato pengukuhan di hadapan Senat Terbuka UAD, Sabtu (25/4/2026) bertajuk "Pemodelan Dinamika Epidemiologi Sebagai Ikhtiar Ilmiah Memahami Penyebaran Penyakit", Prof. Yudi memaparkan bahwa kompleksitas epidemi tidak hanya bersumber dari aspek biologis, melainkan juga dipengaruhi interaksi dinamis antarindividu, mobilitas populasi, serta perubahan perilaku masyarakat.
Ia menjelaskan bahwa sistem epidemiologi bersifat kompleks karena melibatkan berbagai lapisan interaksi yang saling memengaruhi. Kondisi tersebut menjadikan pendekatan matematika sebagai alat penting untuk membaca dinamika dan potensi perubahan dalam penyebaran penyakit.
Sebagai contoh, dalam kasus Tuberkulosis (TBC), ia menyoroti bahwa faktor psikologis dan persepsi risiko masyarakat memiliki peran krusial dalam menentukan apakah penyakit akan terkendali atau berkembang menjadi endemik berkepanjangan.
"Hasil ini menegaskan bahwa epidemi merupakan fenomena sosio-matematis yang dipengaruhi oleh interaksi faktor biologis dan perilaku masyarakat," ujar Prof. Yudi.
Lebih jauh, ia menekankan pemanfaatan teknologi mutakhir seperti Physics-Informed Neural Networks (PINNs) yang menggabungkan persamaan diferensial dengan kecerdasan buatan (AI). Pendekatan ini dinilai mampu membantu pengambil kebijakan dalam mengestimasi parameter penyakit secara real time, bahkan ketika data lapangan terbatas.
Menurutnya, integrasi antara matematika dan AI tersebut dapat menjadi dasar dalam merumuskan strategi pengendalian wabah yang lebih adaptif, efektif, dan efisien, khususnya dalam menghadapi dinamika epidemi yang terus berubah.
Ia mengingatkan bahwa setiap hasil analisis matematika tidak hanya bernilai akademis, tetapi juga memiliki tanggung jawab moral dalam menjaga keberlangsungan kehidupan manusia dan sistem sosial.
Prof. Yudi menjelaskan, integrasi antara matematika dan AI tersebut dapat menjadi dasar dalam menyusun strategi pengendalian wabah yang lebih adaptif, efektif, dan efisien. Pencarian kebenaran ilmiah bukan sekadar aktivitas intelektual, melainkan amanah moral untuk menghadirkan kebaikan bagi kehidupan.
"Setiap persamaan, analisis kestabilan, simulasi numerik, hingga rekomendasi kebijakan merupakan bagian dari ikhtiar untuk mencegah kerusakan, termasuk penyebaran penyakit, ketimpangan akses layanan kesehatan, serta kerentanan sistem sosial," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Batam siap jadi pusat AI global! Nvidia, Firmus, DayOne bangun pabrik chip 170.000 GPU senilai Rp400 triliun. Dampak ekonomi dan lapangan kerja menggeliat!
Sensus Ekonomi 2026 di Gunungkidul melibatkan 1.039 petugas hingga 31 Agustus. BPS mengajak warga berpartisipasi memberikan data yang akurat.
Harga emas Pegadaian hari ini, Selasa 30 Juni 2026, turun untuk Antam, UBS, dan Galeri 24. Simak daftar harga lengkap seluruh ukuran.
Jadwal DAMRI Bandara YIA Selasa 30 Juni 2026 lengkap beserta rute menuju Kota Jogja dan Sleman. Tarif perjalanan mulai Rp80.000.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Selasa 30 Juni 2026 tersedia sejak pagi hingga malam. Simak jadwal lengkap keberangkatan terbaru.
BNPB memastikan tidak ada korban jiwa akibat karhutla di Aceh, Jawa Barat, dan Jawa Tengah. Simak kronologi dan penanganannya.