Mengapa SMA Garuda Pakai Kurikulum IB? Ini Kata Prabowo
Prabowo menjelaskan SMA Unggul Garuda menggunakan kurikulum IB untuk menyiapkan siswa masuk universitas terbaik dunia.
Konsep epidemi sebagai fenomena sosio-matematis mengemuka dalam pidato pengukuhan Guru Besar Universitas Ahmad Dahlan (UAD) bidang Pemodelan Matematika Interaksi Populasi, Profesor Yudi Ari Adi yang menekankan pentingnya pendekatan matematika dalam memahami penyebaran penyakit secara komprehensif. /Istimewa-UAD.
Harianjogja.com, JOGJA—Konsep epidemi sebagai fenomena sosio-matematis mengemuka dalam pidato pengukuhan Guru Besar Universitas Ahmad Dahlan (UAD) bidang Pemodelan Matematika Interaksi Populasi, Profesor Yudi Ari Adi yang menekankan pentingnya pendekatan matematika dalam memahami penyebaran penyakit secara komprehensif.
Dalam pidato pengukuhan di hadapan Senat Terbuka UAD, Sabtu (25/4/2026) bertajuk "Pemodelan Dinamika Epidemiologi Sebagai Ikhtiar Ilmiah Memahami Penyebaran Penyakit", Prof. Yudi memaparkan bahwa kompleksitas epidemi tidak hanya bersumber dari aspek biologis, melainkan juga dipengaruhi interaksi dinamis antarindividu, mobilitas populasi, serta perubahan perilaku masyarakat.
Ia menjelaskan bahwa sistem epidemiologi bersifat kompleks karena melibatkan berbagai lapisan interaksi yang saling memengaruhi. Kondisi tersebut menjadikan pendekatan matematika sebagai alat penting untuk membaca dinamika dan potensi perubahan dalam penyebaran penyakit.
Sebagai contoh, dalam kasus Tuberkulosis (TBC), ia menyoroti bahwa faktor psikologis dan persepsi risiko masyarakat memiliki peran krusial dalam menentukan apakah penyakit akan terkendali atau berkembang menjadi endemik berkepanjangan.
"Hasil ini menegaskan bahwa epidemi merupakan fenomena sosio-matematis yang dipengaruhi oleh interaksi faktor biologis dan perilaku masyarakat," ujar Prof. Yudi.
Lebih jauh, ia menekankan pemanfaatan teknologi mutakhir seperti Physics-Informed Neural Networks (PINNs) yang menggabungkan persamaan diferensial dengan kecerdasan buatan (AI). Pendekatan ini dinilai mampu membantu pengambil kebijakan dalam mengestimasi parameter penyakit secara real time, bahkan ketika data lapangan terbatas.
Menurutnya, integrasi antara matematika dan AI tersebut dapat menjadi dasar dalam merumuskan strategi pengendalian wabah yang lebih adaptif, efektif, dan efisien, khususnya dalam menghadapi dinamika epidemi yang terus berubah.
Ia mengingatkan bahwa setiap hasil analisis matematika tidak hanya bernilai akademis, tetapi juga memiliki tanggung jawab moral dalam menjaga keberlangsungan kehidupan manusia dan sistem sosial.
Prof. Yudi menjelaskan, integrasi antara matematika dan AI tersebut dapat menjadi dasar dalam menyusun strategi pengendalian wabah yang lebih adaptif, efektif, dan efisien. Pencarian kebenaran ilmiah bukan sekadar aktivitas intelektual, melainkan amanah moral untuk menghadirkan kebaikan bagi kehidupan.
"Setiap persamaan, analisis kestabilan, simulasi numerik, hingga rekomendasi kebijakan merupakan bagian dari ikhtiar untuk mencegah kerusakan, termasuk penyebaran penyakit, ketimpangan akses layanan kesehatan, serta kerentanan sistem sosial," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Prabowo menjelaskan SMA Unggul Garuda menggunakan kurikulum IB untuk menyiapkan siswa masuk universitas terbaik dunia.
Jadwal KA Bandara YIA Jogja hari ini lengkap reguler dan Xpress. Cek jam berangkat agar tak ketinggalan pesawat.
Jadwal lengkap KA Prameks Jogja–Kutoarjo dan berdasarkan data resmi KAI Access.
Jadwal KRL Solo-Jogja tersedia 12 perjalanan dengan tarif Rp8.000. Cek jadwal lengkap tiap stasiun.
Jadwal KRL Jogja-Solo Senin 10 Agustus 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jam keberangkatan, stasiun tujuan, dan tarif Rp8.000.
Asap putih dari mesin atau knalpot motor bisa menjadi tanda oli terbakar, ring piston aus, hingga gasket kepala silinder rusak. Kenali penyebabnya sebelum kerus