Ideologi Ekstrem Masuk Ruang Digital, Amir Mahmud Ingatkan Pentingnya Pancasila
Ideologi ekstrem menyasar ruang digital. Amir Mahmud menilai Pancasila, literasi, dialog dan ketahanan sosial penting menjaga persatuan bangsa.
Foto ilustrasi. /Ist-Freepik
Harianjogja.com, JOGJA — Cuaca di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta pada Sabtu (9/5/2026) diprakirakan didominasi kondisi berawan dengan potensi hujan lokal di beberapa wilayah. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat adanya peningkatan kelembapan udara yang membuat atmosfer cenderung labil, sehingga hujan dapat turun sewaktu-waktu terutama pada siang hingga sore hari.
Kondisi ini membuat masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan, khususnya bagi yang beraktivitas di luar ruangan.
Cuaca Berawan di Seluruh Wilayah DIY
Secara umum, hampir seluruh wilayah DIY diprediksi mengalami cuaca berawan. Potensi hujan ringan masih ada, namun bersifat lokal dan tidak merata.
Berikut rincian prakiraan cuaca:
Kulonprogo: Berawan, suhu 23–32°C, kelembapan 69–95%
Gunungkidul: Berawan, suhu 24–32°C, kelembapan 67–93%
Bantul: Berawan, suhu 23–32°C, kelembapan 66–98%
Sleman: Berawan, suhu 23–31°C, kelembapan 58–92%
Kota Jogja: Berawan, suhu 23–32°C, kelembapan 56–95%
Potensi Hujan Lokal di Siang–Sore Hari
BMKG menjelaskan, kondisi atmosfer yang cukup lembap dapat memicu terbentuknya awan konvektif. Awan ini berpotensi menghasilkan hujan lokal dengan intensitas ringan hingga sedang dalam durasi singkat.
Meski tidak merata, hujan dapat turun secara tiba-tiba tanpa tanda-tanda signifikan, terutama pada periode siang hingga sore hari.
Risiko Cuaca Tetap Perlu Diwaspadai
Meski tergolong cuaca normal berawan, masyarakat tetap diminta waspada terhadap sejumlah potensi dampak, seperti:
Genangan air di kawasan perkotaan
Jalanan licin saat hujan turun mendadak
Angin kencang sesaat di beberapa titik
Potensi longsor di wilayah perbukitan seperti Gunungkidul
Kondisi ini dapat memengaruhi aktivitas harian masyarakat, terutama mobilitas di jam sibuk.
Aktivitas Harian Perlu Penyesuaian
Cuaca yang berubah-ubah membuat masyarakat disarankan menyesuaikan rencana kegiatan. Aktivitas luar ruangan sebaiknya dilengkapi antisipasi seperti payung atau jas hujan untuk menghindari gangguan akibat hujan mendadak.
Selain itu, pengendara juga perlu berhati-hati karena kondisi jalan bisa berubah cepat saat hujan turun.
Tips Hadapi Cuaca Tak Menentu
Beberapa langkah antisipasi yang dapat dilakukan antara lain:
Memastikan saluran air tidak tersumbat
Mengecek kondisi kendaraan sebelum bepergian
Menghindari area rawan pohon tumbang saat angin kencang
Selalu memantau update BMKG secara berkala
Tetap Waspada, Cuaca Bisa Berubah Cepat
BMKG mengingatkan bahwa meski tidak ada indikasi cuaca ekstrem, dinamika atmosfer di wilayah tropis seperti Jogja dapat berubah cepat. Kewaspadaan menjadi kunci agar aktivitas tetap berjalan lancar dan aman sepanjang hari.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Ideologi ekstrem menyasar ruang digital. Amir Mahmud menilai Pancasila, literasi, dialog dan ketahanan sosial penting menjaga persatuan bangsa.
DPRD Sleman menekankan pencegahan stunting sejak kehamilan melalui pemenuhan gizi, ASI eksklusif, pemantauan posyandu, dan PHBS.
Sertifikasi halal sejumlah produk dan jasa diperpanjang hingga 2028. Simak jadwal terbaru untuk UMK, kosmetik, obat, dan produk impor.
KPK menduga Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo menerima imbalan kontraktor lebih dari Rp2 miliar, termasuk untuk membayar utang Pilkada.
BMKG memperingatkan potensi gelombang 2,5–4 meter, banjir rob di sejumlah pesisir, serta cuaca ekstrem lokal di Indonesia.
John Rachmat menilai pemberantasan saham gorengan dan transparansi kepemilikan menjadi kunci mencegah pasar modal RI turun ke standalone market.