RSUP Sardjito Hemat Biaya Operasional 75 Persen Usai Pakai Gas Bumi
RSUP Dr. Sardjito menghemat biaya operasional hingga 75% setelah menggunakan gas bumi PGN untuk boiler, laundry, sterilisasi, dan dapur.
Foto ilustrasi penyalahgunaan narkoba. - Freepik
Harianjogja.com, JOGJA — Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) DIY menegaskan komitmennya dalam memperkuat upaya pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan narkoba dengan pendekatan berbasis kearifan lokal dan budaya Yogyakarta. Strategi ini akan menjadi salah satu pilar utama dalam program Pencegahan, Pemberantasan Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) di DIY.
Kepala BNNP DIY, Faried Zulkarnain, menyampaikan hal tersebut usai melakukan pertemuan dengan Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X. Dalam pertemuan itu, BNNP DIY mendapat arahan untuk mengedepankan nilai-nilai budaya lokal dalam setiap kegiatan edukasi dan pencegahan narkoba di masyarakat.
“Ini akan kita sesuaikan dengan mengedepankan kearifan lokal yang ada di Yogyakarta,” ujar Faried, Jumat (15/5/2026).
Perkuat Sinergi Lintas Sektor
Faried menjelaskan, penguatan program P4GN tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan harus melibatkan kolaborasi antara BNNP DIY, Pemerintah Daerah DIY, aparat penegak hukum, hingga masyarakat luas.
Menurutnya, sinergi ini penting untuk mewujudkan Yogyakarta yang benar-benar bersih dari narkoba atau “bersinar”.
“Kita sama-sama ingin mewujudkan Yogyakarta bersinar, Yogyakarta yang bersih dari narkoba,” katanya.
Bidik Lingkungan Pendidikan
Ke depan, BNNP DIY juga akan memperluas kerja sama dengan perguruan tinggi di wilayah DIY. Langkah ini dilakukan untuk memperkuat pencegahan peredaran narkoba di lingkungan kampus yang dinilai menjadi salah satu area strategis pembinaan generasi muda.
Selain kampus, BNNP juga akan memperkuat jejaring di tingkat desa melalui pembentukan tim fasilitator yang melibatkan pemerintah kalurahan, Bhabinkamtibmas, Babinsa, serta unsur masyarakat.
Edukasi Tidak Bisa Hanya Aparat
Faried menegaskan bahwa upaya pemberantasan narkoba tidak dapat hanya dibebankan kepada BNN maupun kepolisian. Peran keluarga, sekolah, dan masyarakat menjadi kunci utama dalam pencegahan.
“Perang terhadap narkoba ini tidak bisa hanya dilakukan oleh BNN dan kepolisian, tetapi seluruh lapisan masyarakat,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya peran orang tua dan guru dalam mengawasi generasi muda agar tidak terpapar narkoba sejak dini.
Upaya Jangka Panjang
BNNP DIY mengakui bahwa menghilangkan penyalahgunaan narkoba sepenuhnya bukan hal mudah. Namun, langkah pencegahan berbasis komunitas dan budaya diharapkan mampu menekan angka peredaran narkoba di masyarakat.
“Memang tidak mudah menghilangkan, tapi setidaknya bisa kita kurangi secara signifikan,” pungkas Faried.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
RSUP Dr. Sardjito menghemat biaya operasional hingga 75% setelah menggunakan gas bumi PGN untuk boiler, laundry, sterilisasi, dan dapur.
Kementan menargetkan tambahan 600.000 sapi perah hingga 2029 untuk memperkuat produksi susu lokal dan menekan ketergantungan impor.
Partai Gema Bangsa bersilaturahmi ke PP Muhammadiyah di Jogja membahas desentralisasi politik dan target Pemilu 2029.
Dugaan politik uang muncul di Pilur Panggungharjo. Calon lurah melapor, sementara panitia mengingatkan fakta integritas dan mekanisme penanganan.
BMKG memprakirakan sejumlah wilayah berpotensi hujan pada 2–5 Oktober 2026 meski kemarau panjang masih melanda banyak daerah.
IKI September 2026 berada di level 51,93 atau turun 0,37 poin. Industri masih ekspansi, tetapi biaya logistik dan BBM menekan laju.