BNNP DIY Gandeng Budaya Jogja untuk Perangi Narkoba, Ini Strateginya

Anisatul Umah
Anisatul Umah Sabtu, 16 Mei 2026 11:57 WIB
BNNP DIY Gandeng Budaya Jogja untuk Perangi Narkoba, Ini Strateginya

Foto ilustrasi penyalahgunaan narkoba. - Freepik

Harianjogja.com, JOGJA — Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) DIY menegaskan komitmennya dalam memperkuat upaya pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan narkoba dengan pendekatan berbasis kearifan lokal dan budaya Yogyakarta. Strategi ini akan menjadi salah satu pilar utama dalam program Pencegahan, Pemberantasan Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) di DIY.

Kepala BNNP DIY, Faried Zulkarnain, menyampaikan hal tersebut usai melakukan pertemuan dengan Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X. Dalam pertemuan itu, BNNP DIY mendapat arahan untuk mengedepankan nilai-nilai budaya lokal dalam setiap kegiatan edukasi dan pencegahan narkoba di masyarakat.

“Ini akan kita sesuaikan dengan mengedepankan kearifan lokal yang ada di Yogyakarta,” ujar Faried, Jumat (15/5/2026).

Perkuat Sinergi Lintas Sektor

Faried menjelaskan, penguatan program P4GN tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan harus melibatkan kolaborasi antara BNNP DIY, Pemerintah Daerah DIY, aparat penegak hukum, hingga masyarakat luas.

Menurutnya, sinergi ini penting untuk mewujudkan Yogyakarta yang benar-benar bersih dari narkoba atau “bersinar”.

“Kita sama-sama ingin mewujudkan Yogyakarta bersinar, Yogyakarta yang bersih dari narkoba,” katanya.

Bidik Lingkungan Pendidikan

Ke depan, BNNP DIY juga akan memperluas kerja sama dengan perguruan tinggi di wilayah DIY. Langkah ini dilakukan untuk memperkuat pencegahan peredaran narkoba di lingkungan kampus yang dinilai menjadi salah satu area strategis pembinaan generasi muda.

Selain kampus, BNNP juga akan memperkuat jejaring di tingkat desa melalui pembentukan tim fasilitator yang melibatkan pemerintah kalurahan, Bhabinkamtibmas, Babinsa, serta unsur masyarakat.

Edukasi Tidak Bisa Hanya Aparat

Faried menegaskan bahwa upaya pemberantasan narkoba tidak dapat hanya dibebankan kepada BNN maupun kepolisian. Peran keluarga, sekolah, dan masyarakat menjadi kunci utama dalam pencegahan.

“Perang terhadap narkoba ini tidak bisa hanya dilakukan oleh BNN dan kepolisian, tetapi seluruh lapisan masyarakat,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya peran orang tua dan guru dalam mengawasi generasi muda agar tidak terpapar narkoba sejak dini.

Upaya Jangka Panjang

BNNP DIY mengakui bahwa menghilangkan penyalahgunaan narkoba sepenuhnya bukan hal mudah. Namun, langkah pencegahan berbasis komunitas dan budaya diharapkan mampu menekan angka peredaran narkoba di masyarakat.

“Memang tidak mudah menghilangkan, tapi setidaknya bisa kita kurangi secara signifikan,” pungkas Faried.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Abdul Hamied Razak
Abdul Hamied Razak Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online