Ribuan PPPK Gunungkidul Hadapi Masa Kritis Kontrak Segera Habis
Ribuan PPPK Gunungkidul hadapi ketidakpastian kontrak, Pemkab masih mencari solusi di tengah aturan batas belanja pegawai 30%.
Foto ilustrasi sekolah rakyat, dibuat menggunakan AI ChatGPT.
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Pemerintah mulai membuka penjaringan calon siswa Sekolah Rakyat di Kabupaten Gunungkidul untuk tahun ajaran 2026/2027. Berbeda dengan tahun sebelumnya, rekrutmen kali ini dilakukan untuk seluruh jenjang pendidikan mulai SD, SMP, hingga SMA.
Program tersebut ditujukan untuk memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu, termasuk mereka yang berisiko putus sekolah karena keterbatasan ekonomi.
Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Sosial P3A) Gunungkidul, Suyono, mengatakan proses rekrutmen siswa Sekolah Rakyat sudah mulai berjalan dengan melibatkan sejumlah unsur pendamping sosial di lapangan.
Menurut dia, proses penjaringan dilakukan bersama tim pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), pekerja sosial (Peksos), serta Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) yang tersebar di 18 kapanewon di Gunungkidul.
Tim tersebut bertugas melakukan sosialisasi program, pendataan calon siswa, hingga membantu proses pendaftaran masyarakat yang berminat mengikuti program Sekolah Rakyat.
“Kuota saat sekarang di masing-masing jenjang ada 60 anak untuk di DIY,” kata Suyono, Ahad (17/5/2026).
Suyono menjelaskan, mekanisme penjaringan dilakukan secara langsung dengan mendatangi rumah kelompok sasaran untuk menawarkan program pendidikan tersebut.
Apabila warga menyatakan berminat, data calon siswa akan dimasukkan ke dalam aplikasi Sistem Evaluasi Terpadu Sekolah Rakyat (Setara) sebagai bagian dari proses administrasi pendaftaran.
“Masih proses dan mudah-mudahan dapat berjalan dengan lancar,” katanya.
Sementara itu, Ketua Tim PKH Gunungkidul, Risman Setyo Nugroho, mengatakan tahapan rekrutmen saat ini masih berada pada proses sosialisasi kepada masyarakat kurang mampu.
Sasaran utama program Sekolah Rakyat adalah warga yang masuk kategori desil 1 dan 2 dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
“Untuk penjaringan dan pendaftaran calon akan berlangsung hingga Juni mendatang,” katanya.
Menurut Risman, Sekolah Rakyat menjadi salah satu program pemerintah untuk memastikan anak-anak dari keluarga miskin tetap mendapatkan akses pendidikan yang layak.
Program tersebut juga difokuskan bagi anak-anak yang sempat putus sekolah agar dapat kembali melanjutkan pendidikan sesuai jenjang yang dimiliki.
“Harapannya jangan sampai anak yang tidak sekolah karena tidak memiliki biaya,” katanya.
Risman menambahkan, program rekrutmen Sekolah Rakyat sebenarnya telah berjalan sejak 2025. Pada pelaksanaan tahun lalu, terdapat 25 anak asal Gunungkidul yang diterima dalam program tersebut.
“Untuk rekrutmen tahun ini lebih luas karena tidak hanya di tingkat SMA, tapi juga ada perekrutan jenjang SD dan SMP,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Ribuan PPPK Gunungkidul hadapi ketidakpastian kontrak, Pemkab masih mencari solusi di tengah aturan batas belanja pegawai 30%.
Film Cinta Lama Babak Kedua #CLBK tayang mulai 2 Juli 2026. Simak sinopsis, daftar pemain, dan kisah cinta lama yang mengancam pernikahan cucu.
Pemkab Gunungkidul menyiapkan dana darurat Rp8,64 miliar pada 2026. Hingga awal Juli, baru Rp459 juta digunakan untuk bencana dan kebutuhan mendesak.
Sony hentikan produksi game fisik PlayStation mulai Januari 2028. Semua game baru hanya digital. Era kaset dan cakram berakhir.
Eropa dilanda gelombang panas ekstrem, kota-kota seperti Pulluau (Prancis) dan Bilbao (Spanyol) catat rekor suhu terpanas. Dampak serius pada kesehatan dan infr
Messi dan Mbappe memimpin daftar top skor Piala Dunia 2026. Kane dan Haaland membayangi dalam perebutan Golden Boot yang semakin ketat.