6 Manfaat Stroberi untuk Kesehatan, Kaya Antioksidan
Stroberi kaya vitamin C, serat, dan antioksidan. Simak 6 manfaatnya untuk imunitas, jantung, hingga mencegah penyakit kronis.
Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Sleman, Sony Eka Santana (kiri) saat mengikuti sosialisasi program Peladi Makarti di Disnaker Sleman, Selasa (12/5/2026). Ist
Harianjogja.com, SLEMAN— BPJS Ketenagakerjaan Cabang Sleman terus memperluas cakupan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan melalui program Pelayanan Ketenagakerjaan (Peladi Makarti) yang kini telah berjalan di 35 kalurahan. Program ini menjadi strategi percepatan menuju Universal Coverage Jamsostek (UCJ), khususnya bagi pekerja sektor informal.
Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Sleman, Sony Eka Santana, menjelaskan Peladi Makarti merupakan inovasi layanan berbasis kalurahan yang diatur dalam Keputusan Gubernur DIY Nomor 98 Tahun 2026. Program ini menghadirkan layanan informasi ketenagakerjaan dalam bentuk help desk yang langsung menyentuh masyarakat di tingkat desa.
“Peladi Makarti menjadi bagian dari reformasi kalurahan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat, terutama dalam aspek ketenagakerjaan dan perlindungan sosial,” ujar Sony, Selasa (19/5/2026).
Dari total 86 kalurahan di Sleman, saat ini sebanyak 35 kalurahan telah mengimplementasikan layanan ini. Sejumlah kalurahan yang aktif mengembangkan Peladi Makarti di antaranya Tamanmartani (Kalasan), Margoluwih (Seyegan), Argomulyo (Cangkringan), dan Sumberharjo (Prambanan).
Melalui Peladi Makarti, masyarakat dapat mengakses berbagai layanan ketenagakerjaan, mulai dari informasi lowongan kerja dalam dan luar negeri, pelatihan kerja, program pemagangan, hingga prosedur pengaduan hubungan industrial. Tak hanya itu, layanan ini juga menyediakan informasi terkait program transmigrasi dan jaminan sosial ketenagakerjaan.
“Warga bisa langsung berkonsultasi dengan petugas atau PIC di kalurahan. Untuk pendaftaran BPJS Ketenagakerjaan, juga bisa difasilitasi melalui agen-agen yang telah kami siapkan,” jelasnya.
Sony menegaskan, program ini berdampak signifikan terhadap peningkatan jumlah peserta BPJS Ketenagakerjaan, khususnya dari kalangan pekerja informal seperti petani, pelaku UMKM, pedagang, hingga pekerja lepas lainnya.
Berdasarkan tren terbaru 2026, sektor informal masih mendominasi struktur tenaga kerja di Sleman, sehingga perlu pendekatan berbasis komunitas seperti Peladi Makarti. Program ini dinilai efektif karena mendekatkan layanan kepada masyarakat sekaligus meningkatkan literasi perlindungan sosial.
“Kami akan terus memperluas jangkauan program ini ke seluruh kalurahan. Target kami, semakin banyak pekerja informal yang terlindungi jaminan sosial ketenagakerjaan,” tandasnya.
Dengan penguatan layanan berbasis kalurahan ini, BPJS Ketenagakerjaan Sleman optimistis target Universal Coverage Jamsostek dapat tercapai lebih cepat, sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat di tingkat akar rumput.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Stroberi kaya vitamin C, serat, dan antioksidan. Simak 6 manfaatnya untuk imunitas, jantung, hingga mencegah penyakit kronis.
Michele Pirro mendukung Marc Marquez menjadi juara MotoGP 2026 karena Ducati tak ingin nomor 1 berpindah ke KTM musim depan.
Studi JAMA mengungkap pekerja bergaji rendah memiliki risiko kematian 38 persen lebih tinggi dibanding pekerja dengan upah lebih baik.
Apple akan mengubah aturan ATT di iPhone dan iPad setelah regulator Jerman menilai kebijakan tersebut berpotensi merugikan aplikasi pihak ketiga.
Ibu hamil boleh naik pesawat, tetapi ada syarat dan risiko yang perlu diperhatikan. Simak waktu terbaik dan tips aman terbang saat hamil.
Foto terhapus permanen di HP Android atau iPhone masih bisa dipulihkan. Simak 5 cara mengembalikan foto hilang dengan mudah dan aman.