Warga Karang Sentolo Tolak Tambang Pasir Sungai Progo
Warga Padukuhan Karang, Tuksono, Kulonprogo, kembali memprotes tambang pasir Sungai Progo. CV BKS menyebut seluruh perizinan telah lengkap.
Kecelakaan lalu lintas - Ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, KULONPROGO— Insiden kecelakaan tunggal yang mendebarkan terjadi di ruas Jalan Sentolo-Pengasih, tepatnya di kawasan Pedukuhan Gedangan, Kalurahan Sentolo, Kapanewon Sentolo, Kabupaten Kulonprogo. Sebuah minibus jenis Honda Mobilio dilaporkan melesat keluar dari aspal jalan hingga terjungkal dramatis ke pekarangan milik warga sekitar.
Peristiwa yang berlangsung pada Kamis (28/5/2026) menjelang tengah malam, sekira pukul 23.45 WIB tersebut, sempat memecah keheningan malam dan mengejutkan warga sekitar lokasi kejadian karena suara benturan yang keras. Beruntung, posisi pekarangan yang berada jauh lebih rendah dari permukaan jalan tidak sampai menimbulkan fatalitas korban jiwa.
Otoritas kepolisian setempat membenarkan adanya peristiwa laka lantas tunggal tersebut. Kasi Humas Polres Kulonprogo, Iptu Sarjoko, menjelaskan armada roda empat yang terlibat dalam kecelakaan ini merupakan Honda Mobilio dengan nomor polisi AB 1473 NX.
“Benar, telah terjadi laka lantas tunggal di wilayah hukum Polsek Sentolo. Kendaraan mengalami hilang kendali hingga masuk ke pekarangan milik warga yang konturnya beda tinggi dengan jalan,” urai Iptu Sarjoko saat dikonfirmasi, Jumat (29/5/2026).
Kronologi Mobil Terguling di Jurang Jalan
Iptu Sarjoko membeberkan, petaka di jalan raya ini bermula saat kendaraan keluarga tersebut dikemudikan oleh Hafit Dwi Ariyanto (22), seorang mahasiswa asal Kajoran, Kabupaten Magelang. Korban kala itu tengah memacu kendaraannya dari arah timur menuju ke barat dengan kecepatan tertentu.
Namun, sesampainya di titik lokasi kejadian, pengemudi diduga kuat kehilangan konsentrasi sehingga kendali atas kemudi mobil terlepas. Kombinasi kondisi jalan yang minim penerangan dan situasi larut malam membuat laju minibus oleng ke arah kiri jalan tanpa sempat diantisipasi.
“Sesampainya di tempat kejadian perkara (TKP), mobil lepas kendali, keluar dari badan jalan, dan langsung terguling masuk ke dalam pekarangan warga yang posisinya memang beda tinggi atau lebih rendah dari jalan utama,” kata Sarjoko.
Meskipun kendaraan sempat terjungkir balik beberapa kali dan mendarat di area kebun warga dengan kondisi bodi ringsek, nasib baik rupanya masih menaungi sang sopir. Seusai dilakukan pemeriksaan medis dan olah TKP oleh petugas di lapangan, Hafit secara ajaib dinyatakan selamat dan tidak menderita luka fisik sedikit pun.
“Alhamdulillah, tidak ada korban jiwa. Pengemudi dalam keadaan sehat dan tidak mengalami luka-luka,” tegas Iptu Sarjoko.
Aparat kepolisian memastikan proses evakuasi bangkai mobil yang ringsek telah rampung dilakukan seusai petugas dibantu warga gotong royong menarik armada dari dasar pekarangan. Korps Bhayangkara pun kembali mengetuk kesadaran para pengguna jalan agar senantiasa melipatgandakan kewaspadaan dan fokus berkendara, terutama saat melintasi jalur rawan pada malam hari demi menghindari kecelakaan serupa.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Warga Padukuhan Karang, Tuksono, Kulonprogo, kembali memprotes tambang pasir Sungai Progo. CV BKS menyebut seluruh perizinan telah lengkap.
Askab PSSI Sleman, PSS Sleman, dan Carrick Rangers FC menggagas Global Pathway untuk membuka peluang pemain muda berlatih di Eropa.
Kemendikdasmen memperkuat pendidikan Pancasila melalui deep learning, budaya sekolah, ekstrakurikuler, pembiasaan, dan pengalaman nyata siswa.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyambut positif setiap kritik, saran, and laporan masyarakat terkait pelayanan publik.
OpenAI mengutamakan keamanan dalam pengembangan AI melalui pendekatan berlapis dan melibatkan masukan masyarakat dalam evaluasi.
Sultan HB X mendorong toko dan pusat perbelanjaan di Jogja menyediakan APAR sebagai langkah awal menangani kebakaran.