Peringatan Buat Petani dan Pedagang Pasar, Waspada Cuaca Lembab di DIY

Jumali
Jumali Selasa, 02 Juni 2026 06:07 WIB
Peringatan Buat Petani dan Pedagang Pasar, Waspada Cuaca Lembab di DIY

Foto ilustrasi. /Ist-Freepik

Harianjogja.com, JOGJA — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), memperkirakan bahwa Selasa (2/6/2026) akan menjadi hari yang seragam bagi langit Daerah Istimewa Yogyakarta. Mayoritas wilayah DIY diprediksi hanya akan diselimuti awan tipis hingga tebal (berawan) sepanjang hari. Para petani, pelaku UMKM, hingga pekerja kantoran disarankan untuk menyesuaikan jadwal aktivitas mereka, karena kombinasi antara hawa panas dan udara lembab berpotensi menguras tenaga.

Data dari BMKG yang dihimpun menunjukkan bahwa suhu maksimum tertinggi akan dirasakan oleh warga di pusat Kota Jogja. Suhu di wilayah ini diprediksi mencapai puncak 32 derajat celsius, sementara suhu minimumnya adalah 23 derajat celsius. Tingkat kelembaban di ibu kota DIY ini sangat bervariasi, berada di rentang 60 persen hingga 88 persen. Kondisi serupa juga dialami Kabupaten Sleman yang juga berstatus berawan, dengan suhu antara 22 hingga 30 derajat celsius dan kelembaban 63-86 persen.

Bagi Anda yang tinggal di pesisir selatan seperti Kabupaten Bantul, suhu udara diperkirakan berkisar 22-30 derajat celsius dengan kelembaban 61 hingga 92 persen. Sementara itu, di kawasan perbukitan Gunungkidul, suhu diprediksi agak lebih tinggi yaitu 23-30 derajat celsius, namun tingkat kelembabannya justru sedikit lebih rendah (62-88 persen). Kondisi paling "sejuk" justru akan terjadi di Kulonprogo. Di wilayah paling barat DIY ini, BMKG memprediksi cuaca berawan dengan suhu maksimal hanya 28 derajat celsius dan minimal 23 derajat celsius, dengan kelembaban 65-89 persen.

Selain sebagai informasi, temuan ini juga berfungsi sebagai peringatan kesehatan, terutama bagi kelompok rentan. Selisih suhu yang tajam antara pagi (sekitar 22-23 derajat celsius) dan siang hari (31-32 derajat celsius) dapat menyebabkan tubuh terkejut dan menurunkan imunitas. Kelembaban yang tinggi menjadi sarang jamur dan debu, sehingga warga dengan riwayat alergi atau asma diimbau memakai masker saat beraktivitas di luar ruangan.

Bagi petani, pedagang pasar, dan pekerja lapangan, kondisi cuaca ini juga perlu menjadi perhatian agar aktivitas tetap berjalan lancar. Kelembaban tinggi dapat memengaruhi proses pengeringan hasil panen maupun memicu munculnya jamur di lingkungan lembab. Meski sebagian besar wilayah DIY diprediksi hanya berawan, warga tetap diimbau mewaspadai perubahan cuaca yang bisa terjadi sewaktu-waktu, terutama pada masa peralihan musim.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online