Jual Obat di Minimarket Perlu Aturan Ketat Berbasis Risiko
Guru Besar UI menegaskan pentingnya pengawasan berbasis risiko dalam penjualan obat di minimarket demi mencegah penyalahgunaan.
Menag Nasaruddin Umar saat meresmikan Fakultas Kedokteran UIN Sunan Kalijaga, Kamis (4/6/2026). /Istimewa.
Harianjogja.com, JOGJA—Fakultas Kedokteran (FK) UIN Sunan Kalijaga resmi memulai babak baru pendidikan tinggi keislaman di Indonesia. Menteri Agama (Menag) RI, Prof. Nasaruddin Umar, meresmikan Program Studi Kedokteran dan Program Profesi Dokter UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta sekaligus mendorong kampus tersebut menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan dan peradaban Islam modern.
Peresmian Fakultas Kedokteran UIN Sunan Kalijaga berlangsung di halaman Gedung Fakultas Kedokteran, Sleman, Kamis (4/6/2026). Dalam kesempatan itu, Menag menegaskan kehadiran rumpun ilmu kesehatan menjadi langkah strategis yang memperkuat posisi UIN Sunan Kalijaga sebagai universitas Islam yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus tantangan zaman.
Menurut Nasaruddin Umar, universitas memiliki peran sebagai ruang yang mampu mengakomodasi berbagai cabang ilmu pengetahuan, termasuk ilmu kedokteran. Karena itu, hadirnya Fakultas Kedokteran UIN Sunan Kalijaga dinilai semakin melengkapi identitas kampus sebagai perguruan tinggi yang mengintegrasikan ilmu agama dan sains.
“Universitas adalah samudra yang mampu menampung universalitas ajaran Islam. Kehadiran Fakultas Kedokteran menjadikan kampus ini makin lengkap sebagai universitas yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat,” ungkapnya.
Menag juga mengajak civitas akademika meneladani tradisi keilmuan pada masa kejayaan peradaban Islam yang melahirkan banyak ilmuwan besar. Pada masa tersebut, tokoh-tokoh seperti Ibnu Rusyd, Ar-Razi, Jabir bin Hayyan, hingga Al-Khawarizmi mengembangkan ilmu pengetahuan tanpa memisahkan sains, teknologi, dan nilai-nilai agama.
Semangat integrasi itulah yang diharapkan dapat tumbuh di lingkungan UIN Sunan Kalijaga. Nasaruddin bahkan menargetkan kampus yang dikenal dengan sebutan UIN Suka tersebut mampu berkembang menjadi "Baitul Hikmah Baru" di Indonesia, yakni pusat lahirnya pemikiran, inovasi, dan pengembangan ilmu pengetahuan.
Selain menyoroti pentingnya penguatan sains, Menag menilai lulusan Fakultas Kedokteran UIN Sunan Kalijaga memiliki keunggulan tersendiri dibandingkan perguruan tinggi lainnya. Menurutnya, dokter yang dibentuk di lingkungan kampus keagamaan tidak hanya dibekali kemampuan klinis, tetapi juga sensitivitas sosial dan spiritual yang dibutuhkan dalam pelayanan kesehatan.
“Human relation sangat penting dalam pelayanan kesehatan. Dokter yang memahami nilai-nilai agama dan mampu menghadirkan empati akan memiliki kedekatan yang lebih kuat dengan masyarakat,” tuturnya.
Melihat ekosistem pendidikan yang berkembang di Daerah Istimewa Yogyakarta, Nasaruddin optimistis Kota Pelajar memiliki peluang besar menjadi pusat pengembangan sains, teknologi, serta peradaban Islam modern pada masa mendatang.
Kurikulum Integratif Cetak Dokter Berkarakter
Merespons arahan Menteri Agama, Rektor UIN Sunan Kalijaga, Prof. Noorhaidi Hasan, menegaskan pendirian Fakultas Kedokteran UIN Sunan Kalijaga merupakan bagian dari visi jangka panjang kampus dalam menghadirkan pendidikan kesehatan yang berkarakter dan berorientasi pada kemanusiaan.
“Indonesia membutuhkan dokter yang tidak hanya unggul secara akademik dan profesional, tetapi juga memiliki kepekaan sosial, integritas moral, serta kemampuan memahami dimensi spiritual dan budaya masyarakat yang dilayaninya,” ujarnya.
Noorhaidi menjelaskan kurikulum Fakultas Kedokteran UIN Sunan Kalijaga dirancang dengan pendekatan integrasi-interkoneksi. Melalui paradigma tersebut, mahasiswa tidak hanya mempelajari ilmu kedokteran modern berbasis bukti ilmiah (evidence-based medicine), tetapi juga dibentuk agar memiliki empati, integritas, dan komitmen kuat terhadap nilai-nilai kemanusiaan.
Pihak universitas juga menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang terlibat dalam proses panjang pembentukan program studi tersebut. Dukungan datang dari Kementerian Agama, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, rumah sakit pendidikan, organisasi profesi, hingga pemerintah daerah yang turut mengawal proses perizinan hingga Fakultas Kedokteran UIN Sunan Kalijaga resmi berdiri.
Peresmian program studi baru tersebut ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Menteri Agama. Momentum itu menjadi penanda resmi dimulainya perjalanan Fakultas Kedokteran UIN Sunan Kalijaga dalam mencetak dokter-dokter masa depan yang kompeten, berintegritas, memiliki kepedulian sosial, serta mampu menggabungk
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Guru Besar UI menegaskan pentingnya pengawasan berbasis risiko dalam penjualan obat di minimarket demi mencegah penyalahgunaan.
KPK mengungkap kode "malaikat" dan grup band dalam dugaan pembagian uang hasil pemerasan pengurusan KITAP dan KITAS di Imigrasi.
Sekda DIY menyebut surplus APBD 2025 berasal dari efisiensi dan hasil lelang, bukan karena program tidak terlaksana.
Juara TKA Bantul Yusuf Elbaradei membuktikan prestasi bisa diraih lewat fokus belajar dan dukungan ayah tunggal yang setia mendampingi.
BMKG mengungkap penyebab banjir saat musim kemarau 2026, mulai gelombang Rossby Ekuator, MJO, El Nino hingga faktor lingkungan.
Menkeu Purbaya memastikan rupiah tembus Rp18.000 per dolar AS belum mengganggu pembayaran utang pemerintah. BI terus memperkuat intervensi.