PU Siapkan Rp1,65 T untuk Infrastruktur Desa di 4.127 Lokasi di 2027
Kementerian PU mengalokasikan Rp1,65 triliun untuk program infrastruktur berbasis masyarakat di 4.127 lokasi pada 2027 guna mendukung irigasi, air minum.
Siswa MA Madania Bantul belajar hidroponik dari galon bekas untuk mendukung kemandirian pangan sekolah dan pertanian modern di lahan terbatas. /Istimewa.
Harianjogja.com, BANTUL—Pemanfaatan galon bekas sebagai media tanam hidroponik menjadi salah satu cara yang dikenalkan kepada siswa MA Madania Bantul untuk mendukung kemandirian pangan sekolah sekaligus mengenalkan pertanian modern sejak dini. Program ini diharapkan mampu membuka wawasan pelajar mengenai budidaya sayuran yang efisien meski dilakukan di lahan terbatas.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program yang digelar dosen Program Studi Agroteknologi Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) bersama Universitas Tribhuwana Tunggadewi (UNITRI) Malang. Melalui pelatihan ini, para siswa mendapatkan pengalaman langsung mengenai teknik budidaya hidroponik sederhana yang dapat diterapkan di lingkungan sekolah maupun rumah.
Ketua tim Ummul Aiman, bersama Tyastuti Purwani dari UMBY dan Astutik dari UNITRI memberikan pendampingan kepada sekitar 30 siswa beserta guru dari jurusan Agroindustri Tanaman dan Pengolahan Hasil Pertanian MA Madania Bantul.
Galon Bekas Disulap Menjadi Instalasi Hidroponik
Dalam pelatihan tersebut, peserta tidak hanya menerima materi teori, tetapi juga langsung mempraktikkan cara membuat instalasi hidroponik dari galon air mineral bekas. Pendekatan ini sekaligus menjadi upaya edukasi pemanfaatan limbah plastik agar memiliki nilai guna yang lebih tinggi.
Selain mengenalkan media tanam sederhana, tim juga memperkenalkan sistem hidroponik Nutrient Film Technique (NFT) yang banyak digunakan dalam budidaya sayuran modern. Tanaman yang dipilih dalam praktik kali ini adalah selada dan pakcoy karena memiliki masa panen relatif cepat, mudah dibudidayakan, dan memiliki nilai ekonomi yang cukup baik.
Ummul Aiman menjelaskan sistem NFT memungkinkan aliran nutrisi berjalan terus-menerus sehingga kebutuhan tanaman dapat terpenuhi secara optimal.
“Sistem NFT ini bekerja dengan mengalirkan air nutrisi secara terus-menerus melalui lapisan thin (film) di perakaran tanaman. Keunggulannya, pasokan oksigen dan nutrisi untuk tanaman selalu terpenuhi secara optimal, sehingga pertumbuhan sayuran seperti selada dan pakcoy bisa lebih cepat dan seragam dibanding metode konvensional,” jelasnya dikutip Sabtu (6/6/2026).
Menurutnya, pelatihan tersebut tidak hanya bertujuan mengajarkan teknik bercocok tanam, tetapi juga mendorong lahirnya jiwa kewirausahaan di kalangan pelajar melalui pengelolaan hasil panen yang bernilai ekonomi.
Solusi Pertanian Modern di Lahan Terbatas
Pihak MA Madania Bantul menyambut baik kegiatan tersebut karena dinilai relevan dengan kondisi sekolah yang memiliki keterbatasan ruang untuk kegiatan pertanian.
Mewakili sekolah, Buya Mardiansyah dan Dewi Susilowati menilai hidroponik dapat menjadi solusi untuk memanfaatkan lahan yang tersedia sekaligus mendukung penyediaan pangan sehat bagi warga sekolah.
“Hidroponik dapat menjadi solusi pemanfaatan lahan terbatas sekaligus mendukung penyediaan pangan sehat di lingkungan sekolah. Hal ini sejalan agar slogan ‘small but beautiful’ dari sekolah ini dapat tercapai,” ujar Buya Mardiansyah.
Antusiasme juga datang dari para siswa. Salah satunya, Lisa Aprilia, mengaku mendapatkan pengalaman baru mengenai teknik bertani modern yang ternyata dapat dilakukan dengan peralatan sederhana.
“Saya jadi lebih paham cara menanam sayur dengan metode hidroponik. Ternyata alat dan bahannya sederhana, jadi membuat kami lebih tertarik untuk mencoba dan belajar bertani modern,” ungkapnya.
Kegiatan ini turut mendapat dukungan dari CV Goodplant yang menyediakan instalasi hidroponik serta memberikan pendampingan teknis pemasangan sistem NFT. Program juga melibatkan Farra Ummush Sholiha dan Kris Winarsih dari UMBY bersama mahasiswa Destiya Putri Pratiwi dan Nurhajia Rita.
Pendampingan tidak berhenti pada tahap pelatihan. Tim pengabdian berkomitmen terus mendampingi siswa hingga masa panen tiba. Hasil panen selada dan pakcoy nantinya direncanakan untuk memenuhi kebutuhan pangan di lingkungan sekolah, sementara sebagian lainnya akan dipasarkan sebagai sarana pembelajaran kewirausahaan berbasis pertanian modern.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kementerian PU mengalokasikan Rp1,65 triliun untuk program infrastruktur berbasis masyarakat di 4.127 lokasi pada 2027 guna mendukung irigasi, air minum.
Keroncong Plesiran ke-10 di Prambanan sukses menarik ribuan penonton meski diguyur hujan, tampilkan kolaborasi lintas genre dan generasi.
Kebo bule Keraton Solo geladi kirab Malam 1 Sura. Beberapa kerbau sempat ngambek karena berahi dan kerumunan warga.
Presiden Prabowo bahas lonjakan investasi asing usai lawatan luar negeri, pemerintah siap buka data ke publik.
Megawati Soekarnoputri ziarah ke makam Bung Karno di Blitar, momen refleksi nilai perjuangan dan Pancasila.
BGN bantah isu pembagian keuntungan MBG ke Prabowo. Masyarakat diminta tidak mudah percaya hoaks dan cek sumber resmi.