PDAM Sleman Jamin Air Aman Saat Libur Panjang dan Musim Kemarau

Abdul Hamied Razak
Abdul Hamied Razak Kamis, 11 Juni 2026 02:37 WIB
PDAM Sleman Jamin Air Aman Saat Libur Panjang dan Musim Kemarau

PDAM Sleman

Harianjogja.com, SLEMAN— Perusahaan Umum Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Sembada Sleman memastikan pasokan air bersih tetap aman selama libur panjang sekolah yang diperkirakan berlangsung mulai 22 Juni hingga pertengahan Juli 2026. Lonjakan wisatawan yang diprediksi mencapai ratusan ribu orang menjadi perhatian utama dalam menjaga stabilitas distribusi air.

Direktur Utama PDAM Tirta Sembada Sleman, Bernadus Edy Nugroho, mengatakan pihaknya telah melakukan berbagai persiapan teknis guna mengantisipasi peningkatan kebutuhan air, terutama di kawasan wisata dan perhotelan.

“Pasti ada kenaikan kebutuhan air bersih saat libur sekolah. Kami sudah cek kondisi semua pompa dan akan memaksimalkan sumur-sumur yang ada,” ujar Edy Nugroho, Rabu (10/6/2026).

PDAM memperkirakan jumlah wisatawan yang datang dan menginap di Sleman selama periode libur sekolah berkisar antara 300.000 hingga 450.000 orang. Angka tersebut diprediksi akan memberikan tekanan tambahan terhadap kebutuhan air bersih, khususnya di kawasan perkotaan dan pusat wisata.

Sebagai langkah antisipasi, PDAM mengaktifkan kembali sejumlah sumur cadangan yang sebelumnya tidak digunakan saat musim penghujan. Salah satunya berada di wilayah Ketingan, Kalurahan Tirtoadi, Kapanewon Mlati. Selain itu, pasokan air juga akan diperkuat melalui dukungan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) regional.

“Langkah ini untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan air bersih yang signifikan selama libur panjang,” tambahnya.

Wilayah Kapanewon Depok dan Kapanewon Sleman diprediksi menjadi titik dengan kebutuhan air tertinggi. Kedua kawasan tersebut dikenal sebagai pusat aktivitas ekonomi, pariwisata, serta memiliki konsentrasi hotel dan penginapan yang tinggi.

PDAM memastikan kesiapsiagaan layanan selama 24 jam penuh. Masyarakat maupun wisatawan diminta tidak ragu melaporkan jika terjadi gangguan distribusi air melalui hotline maupun kanal media sosial resmi.

“Kami siap merespons cepat jika ada aduan. Tim kami siaga penuh selama 24 jam untuk memastikan pelayanan tetap optimal,” tegasnya.

Antisipasi Kemarau Panjang

Selain menghadapi lonjakan wisatawan, PDAM Tirta Sembada juga mengantisipasi dampak musim kemarau yang mulai berlangsung. Upaya mitigasi dilakukan melalui pemetaan wilayah rawan penurunan tekanan air.

Edy menjelaskan, ada tiga faktor utama yang menjadi acuan pemetaan, yakni jarak wilayah dari sumber air, elevasi atau ketinggian lokasi, serta tingkat kepadatan pelanggan.

Wilayah Sleman bagian barat seperti Kapanewon Moyudan dan Minggir disebut berpotensi mengalami penurunan tekanan air karena letaknya relatif jauh dari sumber utama.

Meski demikian, PDAM memastikan kondisi cadangan air tanah di Sleman masih relatif aman. Hal ini didukung keberadaan akuifer vulkanik dari lereng Gunung Merapi yang masih produktif.

Namun, sejumlah tantangan tetap menjadi perhatian, seperti penurunan muka air tanah di kawasan urban, meningkatnya penggunaan sumur bor swasta, serta potensi penurunan debit air saat puncak musim kemarau.

Untuk mengantisipasi kondisi darurat, PDAM juga menyiagakan armada distribusi air bersih. Inspeksi jaringan dilakukan secara rutin guna mencegah kebocoran dan memastikan efisiensi distribusi.

“Kami berharap pelanggan juga bijak menggunakan air. Dalam kondisi ekstrem, kami akan berkoordinasi dengan instansi lain untuk distribusi air bersih,” ujarnya.

Dengan berbagai langkah tersebut, PDAM Tirta Sembada Sleman optimistis mampu menjaga layanan tetap stabil selama libur panjang sekolah sekaligus menghadapi tantangan musim kemarau 2026.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Abdul Hamied Razak
Abdul Hamied Razak Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online