Eks Pedagang Ungkap Dugaan Rekayasa TKD Condongcatur Sleman
Eks pedagang ungkap dugaan diarahkan beri keterangan palsu soal TKD Condongcatur, Sleman. Polisi tetapkan lurah sebagai tersangka.
Embung Kaliaji, Wonokerto, Turi, Sleman. - ist
Harianjogja.com, SLEMAN—Usulan pembangunan dan rehabilitasi empat embung di Kabupaten Sleman tahun 2026 masih terkendala persoalan administrasi pertanahan.
Kondisi ini membuat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman belum dapat memasukkan seluruh usulan ke dalam sistem Sistem Informasi Program Usulan Irigasi (SIPURI) sesuai jadwal yang ditargetkan.
Pemkab Sleman menargetkan seluruh persyaratan administrasi bisa tuntas sehingga pengajuan dapat masuk ke aplikasi SIPURI pada September 2026. Namun hingga saat ini, proses masih tertahan di tingkat kalurahan karena berkaitan dengan status dan legalitas lahan.
Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) DPUPKP Sleman, Muhammad Nurrochmawardi, menyampaikan bahwa hambatan utama masih berada pada penyelesaian administrasi pertanahan di lapangan.
“Kami masih berkutat di kalurahan terkait administrasi pertanahan. Kami targetkan bisa masuk aplikasi SIPURI bulan September 2026,” ujar Nurrochmawardi, Jumat (12/6/2026).
Menunggu serat palilah Keraton Yogyakarta
Ia menjelaskan, salah satu faktor utama yang membuat proses belum dapat dilanjutkan adalah masih menunggunya serat palilah dari Keraton Yogyakarta terkait pemanfaatan Tanah Kas Desa (TKD) yang akan digunakan sebagai lokasi embung.
Selain itu, DPUPKP Sleman juga masih berkoordinasi dengan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) untuk memastikan status lahan sawah yang masuk dalam area rencana pembangunan.
“Saat ini masih proses menunggu serat palilah dari Keraton Yogyakarta atas pemanfaatan TKD-nya dan kami juga terus koordinasi dengan Kementerian ATR/BPN terkait status lahan sawahnya,” katanya.
Empat embung masuk daftar usulan 2026
Dalam daftar usulan tahun 2026, terdapat empat embung yang direncanakan ditangani. Tiga di antaranya merupakan pembangunan baru, sementara satu lainnya berupa rehabilitasi.
Tiga embung baru tersebut adalah:
Sementara itu, Embung Gedongan di Kalurahan Wedomartani, Kapanewon Ngemplak, diusulkan untuk rehabilitasi.
Total kebutuhan anggaran untuk empat proyek tersebut mencapai sekitar Rp32,89 miliar, dengan rincian Embung Watukucir Rp8,05 miliar, Embung Si Penthol Rp8 miliar, rehabilitasi Embung Gedongan Rp12,14 miliar, dan Embung Lojajar Rp4,7 miliar.
Harapan percepatan untuk kebutuhan air pertanian
Pemkab Sleman berharap proses administrasi pertanahan dapat segera rampung agar seluruh usulan bisa diproses lebih lanjut. Keberadaan embung ini dinilai penting untuk mendukung ketersediaan air bagi sektor pertanian dan kebutuhan masyarakat di Sleman, terutama menghadapi dinamika cuaca dan musim tanam.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Eks pedagang ungkap dugaan diarahkan beri keterangan palsu soal TKD Condongcatur, Sleman. Polisi tetapkan lurah sebagai tersangka.
Pemkot Pekalongan mempertahankan opini WTP dari BPK RI untuk LKPD 2025. Capaian ini menjadi WTP ke-11 berturut-turut sejak 2015 meski di tengah tantangan bencan
Juara Piala Dunia ternyata tidak bisa membawa pulang trofi asli. FIFA hanya memberikan replika resmi, sementara trofi asli tetap disimpan di Swiss.
Pemkab Bantul akan menerapkan pajak restoran dan kafe sebesar 10 persen mulai September 2026. Pelaku usaha masih dalam tahap pendataan.
Sensus Ekonomi 2026 mulai digelar di Batang. Sebanyak 825 petugas mendata seluruh usaha dan rumah tangga untuk dasar pembangunan 10 tahun ke depan.
Kimi Antonelli, 19, dominasi F1 2026 dengan 5 kemenangan dari 6 balapan, unggul 66 poin. Russell tertinggal, Hamilton mendekat. Alonso dan Verstappen puji talen