Usulan Empat Embung Tahun 2026 di Sleman Masih Terkendala Administrasi

Andreas Yuda Pramono
Andreas Yuda Pramono Jum'at, 12 Juni 2026 13:17 WIB
Usulan Empat Embung Tahun 2026 di Sleman Masih Terkendala Administrasi

Embung Kaliaji, Wonokerto, Turi, Sleman. - ist

Harianjogja.com, SLEMAN—Usulan pembangunan dan rehabilitasi empat embung di Kabupaten Sleman tahun 2026 masih terkendala persoalan administrasi pertanahan.

Kondisi ini membuat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman belum dapat memasukkan seluruh usulan ke dalam sistem Sistem Informasi Program Usulan Irigasi (SIPURI) sesuai jadwal yang ditargetkan.

Pemkab Sleman menargetkan seluruh persyaratan administrasi bisa tuntas sehingga pengajuan dapat masuk ke aplikasi SIPURI pada September 2026. Namun hingga saat ini, proses masih tertahan di tingkat kalurahan karena berkaitan dengan status dan legalitas lahan.

Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) DPUPKP Sleman, Muhammad Nurrochmawardi, menyampaikan bahwa hambatan utama masih berada pada penyelesaian administrasi pertanahan di lapangan.

“Kami masih berkutat di kalurahan terkait administrasi pertanahan. Kami targetkan bisa masuk aplikasi SIPURI bulan September 2026,” ujar Nurrochmawardi, Jumat (12/6/2026).

Menunggu serat palilah Keraton Yogyakarta

Ia menjelaskan, salah satu faktor utama yang membuat proses belum dapat dilanjutkan adalah masih menunggunya serat palilah dari Keraton Yogyakarta terkait pemanfaatan Tanah Kas Desa (TKD) yang akan digunakan sebagai lokasi embung.

Selain itu, DPUPKP Sleman juga masih berkoordinasi dengan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) untuk memastikan status lahan sawah yang masuk dalam area rencana pembangunan.

“Saat ini masih proses menunggu serat palilah dari Keraton Yogyakarta atas pemanfaatan TKD-nya dan kami juga terus koordinasi dengan Kementerian ATR/BPN terkait status lahan sawahnya,” katanya.

Empat embung masuk daftar usulan 2026

Dalam daftar usulan tahun 2026, terdapat empat embung yang direncanakan ditangani. Tiga di antaranya merupakan pembangunan baru, sementara satu lainnya berupa rehabilitasi.

Tiga embung baru tersebut adalah:

  • Embung Watukucir di Kalurahan Wonokerto, Kapanewon Turi
  • Embung Si Penthol di Kalurahan Sendangarum, Kapanewon Minggir
  • Embung Lojajar di Kalurahan Margorejo, Kapanewon Tempel

Sementara itu, Embung Gedongan di Kalurahan Wedomartani, Kapanewon Ngemplak, diusulkan untuk rehabilitasi.

Total kebutuhan anggaran untuk empat proyek tersebut mencapai sekitar Rp32,89 miliar, dengan rincian Embung Watukucir Rp8,05 miliar, Embung Si Penthol Rp8 miliar, rehabilitasi Embung Gedongan Rp12,14 miliar, dan Embung Lojajar Rp4,7 miliar.

Harapan percepatan untuk kebutuhan air pertanian

Pemkab Sleman berharap proses administrasi pertanahan dapat segera rampung agar seluruh usulan bisa diproses lebih lanjut. Keberadaan embung ini dinilai penting untuk mendukung ketersediaan air bagi sektor pertanian dan kebutuhan masyarakat di Sleman, terutama menghadapi dinamika cuaca dan musim tanam.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online