Apartemen di Sleman Belum Jadi Solusi Hunian, Ini Tantangannya
Sekitar 18 apartemen swasta ada di Sleman, tetapi mayoritas unit tak dihuni pemilik dan dimanfaatkan sebagai instrumen investasi.
Embung Kaliaji, Wonokerto, Turi, Sleman. - ist
Harianjogja.com, SLEMAN—Usulan pembangunan dan rehabilitasi empat embung di Kabupaten Sleman tahun 2026 masih terkendala persoalan administrasi pertanahan.
Kondisi ini membuat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman belum dapat memasukkan seluruh usulan ke dalam sistem Sistem Informasi Program Usulan Irigasi (SIPURI) sesuai jadwal yang ditargetkan.
Pemkab Sleman menargetkan seluruh persyaratan administrasi bisa tuntas sehingga pengajuan dapat masuk ke aplikasi SIPURI pada September 2026. Namun hingga saat ini, proses masih tertahan di tingkat kalurahan karena berkaitan dengan status dan legalitas lahan.
Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) DPUPKP Sleman, Muhammad Nurrochmawardi, menyampaikan bahwa hambatan utama masih berada pada penyelesaian administrasi pertanahan di lapangan.
“Kami masih berkutat di kalurahan terkait administrasi pertanahan. Kami targetkan bisa masuk aplikasi SIPURI bulan September 2026,” ujar Nurrochmawardi, Jumat (12/6/2026).
Menunggu serat palilah Keraton Yogyakarta
Ia menjelaskan, salah satu faktor utama yang membuat proses belum dapat dilanjutkan adalah masih menunggunya serat palilah dari Keraton Yogyakarta terkait pemanfaatan Tanah Kas Desa (TKD) yang akan digunakan sebagai lokasi embung.
Selain itu, DPUPKP Sleman juga masih berkoordinasi dengan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) untuk memastikan status lahan sawah yang masuk dalam area rencana pembangunan.
“Saat ini masih proses menunggu serat palilah dari Keraton Yogyakarta atas pemanfaatan TKD-nya dan kami juga terus koordinasi dengan Kementerian ATR/BPN terkait status lahan sawahnya,” katanya.
Empat embung masuk daftar usulan 2026
Dalam daftar usulan tahun 2026, terdapat empat embung yang direncanakan ditangani. Tiga di antaranya merupakan pembangunan baru, sementara satu lainnya berupa rehabilitasi.
Tiga embung baru tersebut adalah:
Sementara itu, Embung Gedongan di Kalurahan Wedomartani, Kapanewon Ngemplak, diusulkan untuk rehabilitasi.
Total kebutuhan anggaran untuk empat proyek tersebut mencapai sekitar Rp32,89 miliar, dengan rincian Embung Watukucir Rp8,05 miliar, Embung Si Penthol Rp8 miliar, rehabilitasi Embung Gedongan Rp12,14 miliar, dan Embung Lojajar Rp4,7 miliar.
Harapan percepatan untuk kebutuhan air pertanian
Pemkab Sleman berharap proses administrasi pertanahan dapat segera rampung agar seluruh usulan bisa diproses lebih lanjut. Keberadaan embung ini dinilai penting untuk mendukung ketersediaan air bagi sektor pertanian dan kebutuhan masyarakat di Sleman, terutama menghadapi dinamika cuaca dan musim tanam.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sekitar 18 apartemen swasta ada di Sleman, tetapi mayoritas unit tak dihuni pemilik dan dimanfaatkan sebagai instrumen investasi.
Status Gunung Anak Krakatau turun dari Siaga ke Waspada setelah aktivitas menurun. Radius 2 km dari pusat aktivitas masih terlarang.
BMKG memprediksi musim hujan 2026/2027 datang lebih lambat di 529 ZOM akibat El Nino sangat kuat yang bertahan hingga awal 2027.
Kasus ISPA di wilayah terdampak karhutla tembus 151.000. Kemenkes mengerahkan 1.898 tenaga kesehatan ke tujuh provinsi.
BDx mulai membangun data center AI 640 MW di Jatiluhur. Gedung pertama berkapasitas 120 MW ditargetkan beroperasi awal 2027.
Harga emas Antam hari ini turun Rp1.000 menjadi Rp2.627.000 per gram. Simak harga emas Antam 0,5 gram hingga 1.000 gram.